Unpredictable Future (Chapter 3)

Author: Santi Fauzia (@santifauziaa)

Summary:Park Haeyeol adalah gadis yang menyukai Kim Jongin, tetapi mempunyai hubungan yang buruk dan selalu bertengkar dengan sahabat Kim Jongin, Oh Sehun. Apa yang terjadi saat suatu hari Ia dan Sehun terbangun di atap yang sama dan mendapati bahwa mereka sudah menikah dan mempunyai anak?  Check This Out!

Main Cast:

Park Haeyeol

Oh Sehun

Kim Jong In

Support cast:

Park Chanyeol

SeoYura

All member of  EXO

Genre: Romance, Marriage life, Fantasy.

Rating: M / NC-17

Lenght:

Chaptered

Disclaimer: Semua member exo milik SM kecuali Chanyeol dan Sehun punya author *digebukin exotic* dan cerita ini semuanya murni hasil imajinasi gila author yang terinspirasi akibat liat Sehun di mv History. DON’T COPAS, DON’T BE PLAGIATOR AND DON’T BE SILENT READER! oh ya ada guest nih di chapter ini yaitu Zhang Yi Xing alias Lay si ganteng maut haw haw. Kasi tau temen kalian yang baca FF ini juga ya kalau chapter 3nya udah publish! kasih tau Pa RT, bu Lurah, Tukang Baso, Tukang Sedot Tinja, Tukang Cuangki, Mama, Papa Kakak, Adek juga kalau mau! wkwkwk

RULES: HARUS KOMEN SETELAH BACA KALAU ENGGA DI PROTECT LHO POST FF INI WKWKWK *EVIL LAUGH*

Ps: Anyeonghasehuuun! Masih ingatkah dengan author sarap ini? baydewey, berdasarkan komen di chapter sebelumnya, akhirnya FF ini bakal ada adegan NCnya tapi tidak terlalu detail alias NC-17.Jadi buat yang di bawah umur enjoy aja baca ini FF, karena adegan NCnya tidak teralu frontal. tapi ga tau deh segini frontal ga NCnya? Maafkan ketidak konsistenan author karena ini semua buat kenyamanan para pembaca weits jijik banget dah ini author kata-katanya hahaha. sebenarnya mau nungguin exo fanfic ngepublish tapi kayanya bakal lama dan banyak komen pembaca yang nusuk-nusuk hati nurani author jadi deh sekarang di publishnya. MAKASIH BANGET YA UDAH KOMEN! *cium satu-satu* *readers kabur*

Eh, sekarang author jadi suka ZELO B.A.P lho gara-gara mv B.A.P yang One Shot Kyaaa~ itu.. itu SUMPAH ZELO KEREN DAN GANTENG GRAAAH *mulai kumat pedofilnya*

Sama follow twitter author kalau mau cuap cuap ke @santifauziaa. Seperti yang readers minta, author bikin chapter 3 ini LEBIH PANJANG dengan 8000 words! Selamat tepar membaca ahaha! di itung-itung, ff ini dari chapter ke chapter di postnya 20 harian lho hahaha. Eniwei, makasih buat para pembaca yang komen di chapter sebelumnya tentang pake nc apa engga hahaha itu beneran voting paling sesat yang pernah ada di exo fanfiction kekeke. JANGAN LUPA KOMENNYA YA! karena author juga tepar bikin chapter sepanjang ini yang tadinya bakal dibagi jadi chapter 3 dan 4. Oke deh Happy Reading yeorobun!

Image

CHAPTER 3

“Karena aku senang sekali jika kau memang cemburu.”

Kalimat Sehun masih terngiang di telinga Haeyeol. Haeyeol tidak mengerti mengapa namja seperti Oh Sehun bisa berkata seperti itu bahkan sampai membuatnya masih merasakan debaran yang jelas berasal dari dadanya.

Apa maksud Sehun berkata seperti itu?

Apa ia mempunyai perasaan terhadap…

Aah tidak mungkin! Sehun tidak mungkin mempunyai suatu perasaan yang seperti itu terhadapku.

Haeyeol terus bergelut dengan pikirannya sendiri sementara namja yang membuatnya harus berpikir keras seperti sekarang masih berada di sebelahnya dan menggenggam tangannya. Tentu saja Haeyeol semakin gugup.

Haeyeol baru menyadari bahwa Sungyeol, anaknya dan Sehun, sejak tadi hanya diam dan jelas membuatnya khawatir.

“Sungyeollie, kenapa kau diam saja?” tanya Haeyeol sambil menengok ke arah kirinya yaitu Sungyeol yang sekarang menengadah untuk melihat wajah eomma dan appanya yang terlihat khawatir.

Haeyeol POV

“eomma… appa… Sungyeol cape. Dali tadi jalan telus huhuhu” Sungyeol merengek karena sejak tadi kami bertiga berjalan ke toko demi toko untuk bertanya dimana peramal sialan yang membuatku dan Sehun harus berada di masa yang sungguh membuat kami tidak percaya karena kami berdua ternyata sudah menikah dan muncullah Sungyeol, anak kecil di depanku yang sungguh imut ini adalah anak kami berdua.

“Sehun-ah, bagaimana kita berhenti dulu pergi ke toko lainnya untuk bertanya tentang Madam Rose gila itu? Lagipula bukan Sungyeol saja, aku juga sudah lelah.” Saranku sambil menatap Sehun.

“Arasseo. Kau dan Sungyeol duduk di bangku itu dulu saja.” ucap Sehun sambil menunjuk kursi bench cantik berwarna cokelat hazel yang terbuat dari kayu di dekat toko photo studio.

“Memangnya kau mau kemana?”

“Ke toilet. Mau ikut?” tanya Sehun sambil tersenyum yaah.. seperti yang ku tahu, penyakit jahil milik Sehun kumat lagi. Aku jadi mengingat kejadian saat di rumah kami. Saat Sehun bertanya apa aku mau mandi bersamanya hingga Sungyeol yang mengajak kami mandi bertiga. Omoo ayah dan anak sama-sama membuatku hampir gila! Terutama Sehun, ia benar-benar jahil dan aku tidak pernah tahu bahwa ternyata Sehun juga… mesum. Mesum dan jahil, benar-benar sifat yang kontras untuk seorang Oh Sehun.

“Aniya!” aku mulai kesal dengan Sehun yang selalu seenaknya melontarkan pertanyaan jahil khas miliknya. Ku lihat Sungyeol sudah duduk di kursi yang tadi Sehun tunjuk dan bersender dengan santainya. Kelihatannya kakinya benar-benar pegal akibat hampir sejam kami bertiga berjalan-jalan tanpa sekalipun duduk.

“eomma! Appa! sini duduk sama Sungyeol! Kulsinya empuk loh…” ajak Sungyeol dengan nada oh-so-unyu sekali.

Aku bermaksud menghampiri Sungyeol yang sekarang masih melambai-lambai ke arah kami. Namun tangan Sehun masih menahan tanganku.

“Lepaskan tanganku, Sehun-ah!”

“Tidak mau.”

“Wae!?”

“Cium dulu, baru aku lepas tanganmu.” Senyum jahil Sehun mengembang lagi.

“M-mwo?” mukaku terasa panas saat mendengar kalimat Sehun yang selalu tidak terduga.

Aiiish! Namja ini!

“ADAAAW!” Sehun langsung melepaskan genggaman tangannya karena kedua tangannya beralih memegangi kaki kanannya yang tadi ku injak dengan sekuat tenaga. Pasti rasanya sakit sekali.

“Sakit kan? Makanya jangan menjahiliku terus, nappeun namja!”

Aku pun berbalik menghampiri Sungyeol yang sekarang terlihat khawatir.

“Eomma! Kenapa eomma menginjak kaki appa?” Sungyeol melihat Sehun yang masih memegangi kakinya sambil berjongkok.

“Appamu nakal, Sungyeollie. Jadi jangan meniru sifat appamu itu ya hehe.” Aku pun duduk di sebelah Sungyeol yang sekarang menatapku heran. Sementara ku lihat Sehun yang sudah berdiri menuju toilet menatapku dengan tatapan awas-kau yang membuat Sungyeol bingung.

“Tapi bukankah eomma yang bilang kalau aku milip sekali sama appa?”

“Muka kalian memang sangat mirip, sayang. Tapi sifatmu tidak boleh mirip dengannya ya hahaha.”

“Ne, eomma.”

Setelah itu, kami pun terdiam karena sama-sama lelah. Ku lihat Sungyeol yang mengantuk akhirnya malah tertidur sambil duduk. Aigoo dia sungguh lucu!

Aku pun mengamati setiap toko-toko yang ada di mall yang ku sadari semakin besar dan luas, serta banyak sekali atau bahkan hampir semua tatanan toko yang dulu kuhafal sekarang berubah. Yang hanya ku tahu masih ada adalah restoran milik eomma Sehun. Ngomong-ngomong tentang eomma Sehun, aku belum melihatnya lagi saat terakhir kali di pesta ulang tahunku kemarin, atau 12 tahun yang lalu. Apa Sehun sama-sama merindukan eommanya seperti aku merindukan eommaku ya?

Toko itu menjual sepatu yang lucu-lucu… aku jadi ingin membelinya. Ah! tapi gaun berwarna ungu yang di jual di toko sebelahnya juga lucu! Boneka kero kero pi itu besar sekali!

Saat aku masih asyik mengamati barang-barang yang di pajang di depan toko-toko itu, aku melihat seorang namja berambut hitam acak-acakan yang memakai head set yang besar di kedua telinganya dan namja tersebut berada di lantai atas.

Namja itu terlihat tidak asing….

Siapa ya?

Deg!

Tiba-tiba saja seluruh tubuhku menegang saat menyadari bahwa namja di lantai itu adalah seseorang yang sangat ingin ku temui sejak pertama kali terbangun di masa depan ini, orang yang seharusnya tidak boleh aku sukai di masa ini, namun tetap saja aku mengakui bahwa aku masih mempunyai perasaan yang sama sampai detik ini karena debaran yang begitu kencang di dadaku muncul saat aku melihatnya.

Namja itu…

Namja berkulit cokelat yang aku sukai selama 4 tahun…

Namja yang tidak pernah menyadari perasaanku…

Kim Jongin.

Aku pun bangkit dari kursiku.

Entah apa yang ku pikirkan, namun saat itu juga aku langsung berlari untuk menemuinya.

Aku sama sekali tidak memikirkan apa yang akan ku katakan jika aku sampai di lantai atas dan bertemu dengannya dari dekat.

Yang ku pikirkan sekarang hanyalah…

Aku ingin melihatnya dari dekat.

Author POV

Haeyeol berlari untuk mengejar sosok Jongin yang berada di lantai dua, ia tidak memedulikan apapun kecuali namja itu.

Dan ia tidak sadar, bahwa seseorang yang lebih penting dari namja itu telah ditinggalkannya. Yaitu, anak kandungnya dan Sehun, Oh Sungyeol.

“Eommaaa!” Sungyeol berteriak memanggil eommanya yang berlari entah kemana, ia pun ikut berlari mengejar eommanya yang tanpa sadar meninggalkannya. Ia terus berlari meskipun ia selalu saja tidak sengaja menabrak orang-orang yang lebih tinggi darinya dan harus meminta maaf.

Namun, kedua kaki mungil milik Sungyeol tidak mampu lagi mengejar sosok eommanya yang sudah menghilang di tengah kerumunan banyak orang. Kedua pelupuk matanya terasa sangat panas dan ia merasa ketakutan karena ia sadar bahwa ia tersesat, air matanya menetes membasahi pipinya.

Sungyeol menangis namun ia menutup wajahnya agar tidak ada orang lain yang melihatnya, karena ia ingat saat Sehun, appanya, bilang bahwa seorang anak lelaki tidak boleh menangis. Namun, tetap saja rasa sakit karena eommanya meninggalkan dia sendiri membuat air matanya semakin mengalir deras.

“Eomma… Kenapa eomma meninggalkan Sungyeol?”

Sehun POV

“Siaal! Lama sekali antriannya!” aku mengeluh karena antrian yang panjang di toilet tersebut.

Toilet tersebut tidak menyediakan tempat kencing yang terbuka, jadi para namja harus mengantri di toilet yang tertutup dan hanya berjumlah dua. Kata seorang ahjusshi di sebelahku, ini semua karena toilet untuk lelaki yang ada di lantai lain itu mampet atau tidak ada tisu toiletnya. Ya ampun! Ternyata mall ini hanya terkenal dengan megah dan toko-tokonya saja, sementara toiletnya terbengkalai seperti di SD ku dulu!

Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya sampai lah aku di antrian yang pertama, namun lelaki yang tadi di mengantri di depanku tidak keluar-keluar juga.

Heran, lama sekali lelaki yang menggunakan toilet di depanku ini? Pingsan mungkin? Lagi boker? atau malah mandi?

Ceklek

Pintu toilet di depanku pun terbuka. Akhirnyaa…

Aku pun melihat name tag yang ada di pria berotot yang tadi lama sekali di kamar mandi, namanya… Bang Yongguk?

Pria yang bernama Bang Yongguk itu menoleh ke arahku, sepertinya ia sadar bahwa sejak tadi aku memperhatikan name tagnya.

“Bos? Kenapa ada di sini?” tanya pria itu sambil menatapku kaget.

Apa katanya tadi? Bos?

“Hah? Bos?” tanyaku sambil menunjuk diriku sendiri.

“Aduuh masa bos lupa bahwa aku ini bawahanmu yang setia sih? ada-ada saja. Ah, bos, jeongmal mianhae tadi aku lama sekali di toilet soalnya muncrut akibat makan oseng-oseng mercon bikinan istri saya, Tiffany.” Ucap Yongguk sambil menggaruk-garuk tengkuknya.

Oseng-oseng mercon? Pffft! Mendengar namanya saja sudah membuatku ingin tertawa!

Tapi tunggu, apa yang ia bilang tadi? Bawahan? Aku bos dari lelaki ini?

“Oseng-oseng mercon?” tanyaku sambil menahan tawa.

“Kalau mau ketawa ya ketawa aja deh bos. Jangan dibiasain jaim deh, ini bukan di kantor. Oseng-oseng mercon tuh oseng-oseng yang pedes banget entah tuh si Tiffany pake cabe gendot berapa, tapi kasian kan istri udah cape-cape bikin ga dimakan. Oh ya, bos, gimana strategi yang aku sama Chanyeol hyung bikin? Ga di tolak sama Haeyeol-sshi kan malemnya?”

Pertanyaan Yongguk yang satu ini membuat alisku mengkerut bingung. Kenapa Yongguk kenal dengan Chanyeol hyung? dan yang paling mengherankan adalah… ditolak Haeyeol malamnya? Ditolak apaan?

“Strategi? Strategi apa?” tanyaku yang benar-benar tidak mengerti dengan pertanyaan Yongguk yang ambigu.

“Strategi di tempat tidur! Bos kenapa sih hari ini? aneh banget, masa ga ingat?”

“STRA-STRATEGI DI TEMPAT TIDUR!?” aku mengulangi kalimat Yongguk yang begitu mengejutkan dan membuatku menganga tak percaya. Mukaku terasa panas karena orang di sekitarku melihatku dengan pandangan aneh.

“Hei!!! Mau masuk ke toilet tidak sih? sejak tadi kami menunggumu untuk masuk!” seorang Ahjussi di belakangku terlihat sangat marah.

Ah! aku baru menyadari bahwa sekarang aku berada di toilet dan di belakangku masih banyak lelaki lain yang mengantri dengan wajah yang sama kesalnya dengan Ahjussi di depanku.

“Mi-mianhae!” aku segera masuk ke dalam toilet dan melaksanakan tugas suciku. Aaah… leganya!

“Bos, aku duluan ya!” terdengar suara Yongguk yang begitu keras dari luar pintu toilet. Terdengar juga ahjussi yang bilang ‘ngomongnya keras banget sih!’ dan Yongguk bilang ‘ehehe, mianhae ahjussi.’

Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang aku ingin tanyakan pada pria bernama Yongguk yang ternyata adalah bawahanku di kantor yang aku sendiri aku tidak tahu bekerja menjadi apa, tetapi tidak mungkin kan aku keluar dan mencegah Yongguk untuk tidak pergi dengan boxer bercorak kucing berwarna ungu yang anehnya aku pakai tanpa sadar sesudah mandi tadi.

Sejak kapan aku suka warna ungu? Pasti boxer ini Haeyeol yang membelinya. Ckckck sepertinya aku yang di masa depan memang tidak bisa membantah permintaan Haeyeol, apalagi dinding di sekitar dalam rumahku hampir semuanya berwarna ungu kecuali kamarku, kamar mandi dan dapur.

Dan.. Sejak kapan aku suka kucing? Aku sangat benci binatang itu! atau mungkin lebih tepatnya takut. Itu semua karena saat SD, Jongin membawa kucing hitam entah dari mana dan tiba-tiba saja kucing itu mencakar kakiku sampai berdarah, sejak saat itu aku takut sekali pada kucing. Mungkin kalau Haeyeol tahu bahwa aku mempunyai phobia seperti ini, ia pasti akan mengolok-olokku. Aku harus hati-hati agar ia tidak mengetahui phobia ku ini dan malah berbalik menjadi yang menjahiliku dengan kucing karena selama ini aku selalu menjahilinya.

Haeyeol POV

Aku terus berlari ke lantai 3 yang begitu padat di penuhi oleh pengunjung karena di sana terdapat diskon di sebuah toserba.

Sosok Jongin semakin tidak terlihat karena terhalang oleh pengunjung lainnya.

“Jongin!” aku terus memanggil namanya, berharap ia akan menoleh, namun sepertinya ramainya mall tersebut membuat suaraku tidak terdengar olehnya. atau karena ia memakai head set?

Karena kedua mataku hanya fokus mencari Jongin, akhirnya aku malah menabrak seseorang.

“Mianhae! Aku tidak sengaja.” Ucapku sambil membungkukkan badan tanpa melihat orang yang aku tabrak.

“Gwenchana- ah, Haeyeol eonni? Kenapa ada di sini?” tanya seorang gadis berambut panjang yang sangat… sangat cantik.

Tapi siapa dia?

Aku sama sekali tidak mengenalnya.

“aku sedang jalan-jalan bersama Sehun dan Sungyeol.” Jawabku apa adanya sambil masih mengamati penampilan yeoja di depanku ini. Ia mempunyai tubuh sempurna, kedua kakinya panjang dan mata yang indah. Mungkin jika aku menjadi namja, aku pasti akan langsung jatuh cinta pada yeoja ini.

“Ooh. Lalu mana Sehun oppa dan Sungyeol-ah? Kenapa Haeyeol eonni ke sini sendiri saja?”

Pertanyaan yeoja itu langsung menyadarkan kesalahan fatal yang telah aku lakukan. Aigoo! Aku malah meninggalkan Sungyeol!

“Gomawo sudah mengingatkanku! Sampai nanti!” aku langsung berlari untuk menemui Sungyeol tanpa memedulikan teriakan yeoja yang aku tidak tahu namanya itu.

Sial, kenapa aku bisa lupa terhadap anakku sendiri?

Lift di penuhi banyak pengunjung, akhirnya aku menuju lantai bawah dengan eskalator yang sama dipenuhi oleh banyak orang dan membuatku harus berdesak-desakan.

Setelah sampai di eskalator yang terakhir, aku langsung berlari menuju tempat dimana tadi Sungyeol duduk yang berada di dekat toilet pria.

Aku pun menghentikan langkahku saat melihat…

Sungyeol tidak ada.

Hatiku terasa mencelos menyadari bahwa aku kehilangan anakku.

Dan itu semua akibat ulahku.

Sehun yang baru keluar dari toilet melihat kursi yang tadi aku dan Sungyeol duduki itu kosong lalu ia langsung melihatku dengan pandangan bingung dan menghampiriku.

“Sungyeol mana?”

Aku hanya terdiam, tidak tahu harus menjawab apa.

“Haeyeol-ah.. Sungyeol dimana?” Sehun mengguncang-guncangkan kedua pundakku karena kurasakan kekhawatiran yang begitu besar yang tersirat dari kedua matanya.

“Sehun-ah… Mianhae..” aku sudah tidak dapat menahan air mata yang kubendung sejak tadi. Sejak aku menyadari kebodohan terbesarku, yaitu mengejar sosok Jongin dan meninggalkan anak kandungku, Sungyeol. Air mataku pun akhirnya jatuh.

“Apa maksudmu? Cepat katakan! Sungyeol dimana!?”

Aku tahu reaksi yang akan di berikan Sehun saat aku menjawab pertanyaannya. Ia pasti akan menganggapku brengsek, karena sudah meninggalkan anaknya sendiri demi mengejar lelaki lain yang bukan suaminya.

Tidak, aku memang ibu yang brengsek.

Seharusnya aku sadar bahwa ini adalah masa depan, dimana yang harus ku pedulikan sekarang harusnya adalah suamiku Sehun dan anakku Sungyeol. Tapi, melihat sosok Jongin yang membutakan akal sehatku, membuatku tidak berpikir sesaat dan ingin melihatnya dari dekat.

“Sungyeol hilang…” jawabku lemah sambil menangis.

Sehun POV

“Sungyeol hilang…” jawaban Haeyeol membuatku menahan nafas.

Apa katanya tadi?

Sungyeol hilang?

“Apa!? Kenapa bisa? Memangnya tadi kau kemana, Haeyeol-ah!?” aku tidak dapat mengendalikan amarahku yang muncul tiba-tiba saat Haeyeol bilang bahwa Sungyeol menghilang.

Haeyeol tidak menjawab, ia hanya menunduk dan menangis.

“Haeyeol-ah… Jawab aku.” Pintaku sambil memohon, namun Haeyeol tetap diam dan menunduk, yang terdengar hanya isakan tangis miliknya.

Author POV

Sepertinya akan percuma jika bertanya pada Haeyeol yang tidak menjawab dan hanya menangis seperti ini. Sehun yang mengerti keadaan Haeyeol yang sekarang pun akhirnya menghela nafas.

Ia berusaha menetralkan diri dari kemarahannya karena Haeyeol. Ia tidak mengerti mengapa Sungyeol bisa menghilang, entah apa alasannya, yang jelas saat ini ia harus tetap tenang. Bagaimanapun, Haeyeol sekarang adalah istrinya. Dan ia sebagai suaminya harus mengerti istri dengan baik. Ia pun tidak tahu sejak kapan ia berpikir harus berusaha mengerti Haeyeol.

“Sudahlah, tidak apa-apa. Jangan menangis lagi. Ayo kita cari Sungyeol.” Sehun menyentuh kedua pipi Haeyeol yang basah karena air matanya dan tersenyum.

Haeyeol tidak menyangka reaksi Sehun akan seperti ini, ia mengira bahwa Sehun akan terus bertanya padanya dan memarahinya, namun ia salah.

Yang ia lihat sekarang bukanlah Oh Sehun yang selalu menjahilinya, namun, ia melihat Oh Sehun yang sekarang dengan lembutnya menghapus air mata di pipinya dengan jarinya sambil tersenyum menenangkannya.

“Aku tidak tahu kenapa Sungyeol bisa hilang padahal terakhir kali kalian duduk di kursi itu, tapi lebih baik kita bicarakan ini di rumah jika kau sekarang memang tidak bisa memberitahukannya padaku.” Haeyeol tidak mengira Sehun begitu mengerti dirinya. Haeyeol pun mengangguk.

Mereka berdua pun mencari Sungyeol.

“Sehun-ah, bagaimana kalau kita berpencar saja? aku ke lantai 2 dan kau tetap di lantai ini.” usul Haeyeol.

Namun, Sehun menggeleng cepat.  “Jangan berpencar, lebih baik kita mencarinya bersama-sama.”

Tiba-tiba saja tangan Sehun menggenggam tangan Haeyeol.

“Se-sehun?”

“Aku tidak mau kalau kau menghilang juga.”

Sehun menggenggam tangan Haeyeol yang sekarang merasakan lagi perasaan yang begitu ganjil baginya. Haeyeol tidak pernah tahu bahwa Oh Sehun bisa menenangkannya hanya dengan senyumannya. Sehun ternyata sungguh baik. Ia memang terlihat marah padanya tadi, namun dengan cepat ia menghiburnya.

Ia masih bisa merasakan sentuhan jari Sehun yang dengan pelan menghapus air matanya. Dan kehangatan yang tadi Sehun berikan sungguh membuatnya tersentuh. Kehangatan yang bahkan dapat menyentuh hatinya hingga degupan yang begitu asing baginya lagi-lagi muncul.

Tapi kali ini, degupan itu sama sekali tidak mengganggu baginya. Ia mungkin saja akan merasakan lagi setiap Sehun menggenggam tangannya, menampakkan senyum untuknya, dan mungkin saja, setiap Sehun berada di dekatnya ia akan terus merasakan degupan itu.

***

Sementara itu, namja bernama Kim Jongin itu sekarang berada di depan kedai es krim dekat pintu keluar mall tersebut yang berada di lantai 1, ia sedang mengingat segala kenangan bersama yeoja yang begitu berarti baginya. Begitu berarti namun terpaksa ia tinggalkan. Jongin tahu mungkin saja sekarang yeoja itu telah menikah dengan namja lain yang lebih pantas untuknya. Karena Jongin juga mengerti, tidak mungkin yeoja itu kembali padanya karena kesalahan terbesar yang Jongin lakukan. Tapi itu semua bukan kemauannya untuk meninggalkan yeoja itu.

Jongin menghela nafas, Seoul yang ia tinggalkan 8 tahun yang lalu begitu banyak yang berubah sejak ia harus tinggal di Amerika karena alasan tertentu. Namun tidak dengan kedai es krim ini yang meskipun dekorasi dan dinding catnya berubah, tetapi aroma serta suasana di kedai tersebut tidak berubah. Tetap ramai dengan diiringi lagu-lagu rock kesukaan yeoja itu.

Ia ingat semuanya.

Ia masih ingat dengan jelas wajah yeoja yang ia cintai itu.

Tawanya yang khas dan senyumannya yang manis membuat Jongin begitu merindukan kebersamaan mereka.

Ia ingat saat yeoja itu selalu pergi ke tempat ini jika ingin membeli es krim Blueberry kesukaannya.

Serpihan memori yang indah memutarkan berbagai kenangan mereka yang manis di tempat ini.

Dan yang paling ia ingat adalah, di tempat inilah pertama kali ia mencium bibir mungil milik yeoja itu.

Saat Jongin bermaksud untuk memasuki kedai es krim itu, matanya terkejut melihat anak kecil namja yang menutup kedua wajahnya. Namun Jongin tahu bahwa anak kecil itu sedang menangis.

Jongin menghampiri anak kecil yang masih tetap menutup wajahnya itu.

“Kenapa kau menutup wajahmu seperti ini?” tanya Jongin lembut pada anak kecil itu.

“Sungyeol tidak mau ada yang lihat kalau Sungyeol nangis. Kata appa, anak lelaki tidak boleh menangis.” Jawaban polos dari anak kecil itu membuat Jongin spontan tertawa.

“Hahahaha! Kau ini lucu sekali. Sudahlah, tidak apa-apa lagipula aku tahu bahwa kau sedang menangis.”

Jongin POV

Akhirnya anak kecil itu menyingkirkan kedua tangannya dari wajahnya sambil masih menghapus air matanya.

Aku benar-benar kaget saat melihat wajah anak kecil bernama Sungyeol di depanku ini sangat mirip dengan wajah sahabatku.

Anak kecil ini benar-benar mirip dengan Sehun!

“Ahjusshi kenapa?” tanya Sungyeol sambil menatapku dengan sisa-sisa air matanya.

Ah, anak kecil yang mirip dengan seseorang kan ada banyak, lagipula setiap orang mempunyai 6 orang lagi yang wajahnya mirip dengan mereka di dunia ini.

Aku yang tersadar dari keterkejutanku pun hanya menggeleng dan tersenyum. Meskipun rasanya tidak rela jika aku yang mungkin masih bisa dibilang muda ini harus dipanggil ‘Ahjussi’ oleh anak ini. Setidaknya, wajahku tidak terlalu menampakkan bahwa aku adalah namja berumur 30 tahun kan?

“Tidak apa-apa. Kenapa kau tadi menangis? Dimana orangtuamu?”

Anak kecil itu tiba-tiba terdiam dan menangis lagi dengan lebih keras. Aku jadi merasa bersalah dan menghiburnya, banyak orangtua yang melihatku dengan pandangan bermacam-macam.

“Aduh, itu ayahnya jahat banget ya, ninggalin anaknya dan bikin anaknya nangis sepert itu.”

“Ngomong-ngomong ibunya dimana ya?”

“Ayahnya ganteng banget yaa! Tapi kok ga mirip dengan anak kecil itu?”

Begitulah bisikan dari orangtua dan anak muda yang berada di sekitar kedai es krim tersebut.

Aku kan bukan ayah dari anak ini! Haaah….

“Sudah, sudah jangan menangis lagi. Aku belikan es krim saja. mau?”

Sungyeol langsung berhenti menangis dan berwajah bahagia.

“MAUUU!” jawabnya dengan keras membuat kami lagi-lagi menjadi pusat perhatian para pengunjung.

“Ya sudah, mau pesan es krim rasa apa… emm.. Sungyeol?”

“Ne, namaku Sungyeol. Sungyeol mau yang lasa bluebelly!”

Blueberry. Lagi-lagi mengingatkanku pada yeoja itu. Meskipun aku ingin sekali tertawa saat anak ini ternyata cadel dan tidak bisa menyebutkan ‘r’. Blueberry menjadi bluebelly.

Hmm, anak kecil ini juga lagi-lagi mempunyai kesamaan dengan Sehun. Sama-sama cadel. Hanya saja, Sehun itu cadel ‘s’, sementara anak kecil ini cadel ‘r’.

Kami berdua pun duduk di meja kecil yang khusus untuk 2 orang di ujung kedai tersebut. Tempat ini adalah tempat favorit saat aku dan yeoja itu sering berkunjung di sini. Tempat ini berada di ujung mall, banyak orang yang tidak melihatnya karena ukuran kedai ini tidak terlalu luas dan terhalang oleh restoran pizza. Seperti biasa, kedai es krim ini selalu memutar musik rock yang sangat keras, kesukaan yeoja itu.

Setelah pesanan kami di sediakan di meja kami berdua, Sungyeol terlihat sangat senang dan memakan es krim blueberry yang di sajikan di cup itu dengan lahapnya. Aku pun tersenyum menyadari bahwa Sungyeol mirip dengan yeoja itu, ia juga terlihat sangat bahagia padahal yang ia makan hanyalah es krim blueberry biasa.

“Sungyeol-ah, kenapa kau suka sekali es krim blueberry?” tanyaku sambil masih memakan es krim rasa cokelat kesukaanku.

“Soalnya eomma Sungyeol juga suka!” jawabnya antusias.

Eommanya? Apa jangan-jangan anak ini….

Tidak. Tidak mungkin. Banyak orang yang menyukai es krim blueberry, bukan hanya anak ini dan yeoja itu saja.

Sungyeol yang tadinya terlihat sangat senang tiba-tiba berubah menjadi murung kembali.

“Kau kenapa?”

“Ahjusshi, eomma Sungyeol jahat sekali….” tiba-tiba saja air mata Sungyeol mengalir dan ia pun terisak.

“Jangan menangis, Sungyeol-ah. Memangnya eomma Sungyeol salah apa?” tanyaku sambil menghapus air matanya menggunakan tisu.

“Eomma… ninggalin Sungyeol.”

Jawaban anak itu membuatku kaget.

“Apa? Kenapa bisa?”

“Engga tau. Tadi Sungyeol ketidulan di kulsi, pas bangun Sungyeol lihat eomma lali ninggalin Sungyeol. Padahal Sungyeol udah teliak dan ngejal-ngejal eomma, tapi eomma engga noleh ke Sungyeol sama sekali. Akhilnya Sungyeol telsesat di sini.”

Aku mengelus kepala Sungyeol dan membiarkan anak itu melanjutkan kembali tangisannya.

Pasti rasanya sakit sekali ditinggalkan oleh ibunya padahal ia masih sekecil ini.

Anak ini mengalami hal yang sama denganku. Aku seperti melihat cerminan diriku sendiri.

Saat itu eommaku meninggalkan appa yang sakit dan aku, anaknya yang saat itu masih berumur 10 tahun serta kedua adikku yang masih kecil. Rasanya separuh duniaku hancur, ibu yang selalu berada di sisi kami ternyata mengkhianati appa dan pergi meninggalkan kami.

Membuatku harus bekerja sejak SD demi menghidupi keluarga karena appa yang selalu sakit-sakitan.

Untung saja keluarga Sehun membantuku. Aku benar-benar berhutang banyak pada keluarganya. Kira-kira, Sehun sekarang ada di mana ya?

Semoga saja Sehun sudah menikah dengan seseorang yang ia cintai. Entah siapa itu, pasti yeoja itu sangat beruntung karena bisa menikah dengan Oh Sehun yang mempunyai segalanya. Bukan hanya ketampanan saja, kebaikannya juga lah yang membuatnya populer saat masih SMP, SMA hingga kuliah.

Haeyeol POV

Sudah hampir setengah jam aku dan Sehun mencari Sungyeol di toko-toko yang menjual mainan, robot, VCD transformer, mobil-mobilan dan segala jenis toko yang menjual barang yang di sukai oleh Sungyeol namun nihil. Sungyeol tidak ada di antara toko-toko tersebut.

Aku semakin panik. Bagaimana jika Sungyeol di culik?

“Sehun-ah.. maafkan aku. Karena kecerobohanku, Sungyeol jadi menghilang…” mataku terasa panas kembali karena membendung air mata yang tadinya sudah berhenti.

“Sudahlah.” Sehun mendekatkan wajahnya dan memegang wajahku dengan tangannya. Saat itu juga aku langsung menahan nafas melihat wajah Sehun yang semakin dekat.

“Semuanya akan baik-baik saja. oke?” tanyanya sambil tersenyum.

Aku mengangguk dan merasakan panas di wajahku saat aku menyangka bahwa tadi Sehun…

Sepertinya Sehun menyadari perubahan sikapku dan pipiku yang bersemu merah, ia pun menampakkan senyum jahilnya kembali.

“Kau kira aku akan menciummu ya?” tanyanya tepat sasaran.

“Ti-tidak! Kenapa aku harus berpikir seperti itu?” bantahku, namun karena aku berkata dengan terbata-bata, Sehun semakin sadar dengan aku yang salah tingkah. Aargh! Sial!

Sehun semakin mendekatkan wajahnya padaku, membuatku mundur hingga kepalaku menyentuh dinding. Jantungku serasa copot saat bibir Sehun hampir menyentuh bibirku.

“Kalau begitu, mau kucium sekarang?” tanya Sehun sambil menunjukkan senyum miring andalannya.

“A-andwae! Sehun-ah, kita dilihat oleh semua orang tahu!”

I don’t care about them, honey. Do you want me to kiss your lips now?

KYAAA! Ada apa dengan Sehun? Kenapa ia tiba-tiba menjadi seagresif ini?

“ANIYAAA! CUKUP, SEHUN-AH!” aku mendorong Sehun menjauh lalu membuka mataku yang sejak tadi menutup.

“Hahahaha, mukamu lucu sekali Haeyeol-ah.” Sehun tertawa terbahak-bahak membuatku sebal.

“Apanya yang lucu hah!? Kau lihat tidak, semua orang sekarang melihat kita karena tingkah lakumu yang gila itu!” ucapku marah karena kelakuan Sehun yang selalu tidak bisa aku tebak.

“Ini hukuman karena kau sudah teledor dan membuat anak kita berdua menghilang.” Ucapnya tegas dan matanya menatapku serius tiba-tiba. Aku merasakan ketegasan yang dalam di kedua bola mata Sehun yang membuatku serasa menciut dan merasakan penyesalan yang mendalam.

“Maafkan aku…” aku menyesal dan menundukkan kembali kepalaku.

“Aku akan memaafkanmu jika Sungyeol bisa kita temukan. Jika Sungyeol tetap menghilang dan kita tidak menemukannya, maka-” Sehun mendekatkan wajahnya lagi padaku, namun ia sekarang berbisik ke telingaku. Terpaan nafas Sehun yang hangat membuatku berdebar-debar.

“Aku akan benar-benar menciummu dan…”

“Kau harus membuat anak lagi bersamaku. Bagaimana?” Sehun lalu menunjukkan evil smirk miliknya.

Ucapan Sehun langsung membuat jantungku terasa hampir copot.

MEMBUAT ANAK LAGI BERSAMANYA!?

“Dasar namja mesum! Tentu saja kita pasti bisa menemukan Sungyeol! Dan… AKU TIDAK MAU MEMBUAT ANAK LAGI DENGANMU!” ucapku dengan suara keras yang membuat para pengunjung yang asyik menonton kami terkejut. Ya, sejak tadi sudah banyak pengunjung mall yang menonton kami layaknya film Twilight Saga di layar tancap. Aku sudah tidak peduli lagi dengan para pengunjung itu, karena yang sekarang ku pedulikan adalah kekesalanku terhadap Sehun.

“Masa istrinya bilang ga mau bikin anak lagi sih? Kasihan sekali suaminya yang tampan itu.”

“Kalau istrinya ga mau, bikin anak sama Noona saja deh~”

“AAH! SEHUNNIE NIKAH SAMA GUE AJA DEH!” Itulah teriakan author yang lagi-lagi muncul di chapter ini hehehe. *kata pembaca: lu ngeganggu aja thor!* *hehe maaf maaf* *author di bacok readers pake tongkat wushu punya taro eh, tao*

“Pantas saja suaminya tidak mencium istrinya tadi! Padahal lagi seru-serunya… aku juga udah siap-siap nih foto adegan ciuman mereka pake kamera XLR ku yang baru!”<- ampuun ini orang niat banget ya -__-

“Fungsi istri kan ngelahirin anak? Masa suami yang harus ngelahirin anak sih?”

Banyak sekali gumaman aneh yang terdengar oleh kedua telingaku yang tentu saja kebanyakan menyalahkanku. Tapi sesungguhnya yang salah kan Sehun? Jiwaku ini masih remaja berumur 18 tahun meski tubuhku adalah orang dewasa berumur 30 tahun, mana mungkin aku mau bikin anak dengannya? Sinting.

“Baiklah, cukup. Ayo kita mencari Sungyeol lagi.” Ajak Sehun sambil menggenggam tanganku kembali namun aku berusaha melepaskannya.

“Lepaskan, nappeun namja!” aku yang kesal karena kelakuan Sehun tadi berusaha melepaskan genggaman Sehun yang begitu erat.

“Apa kau mau para orang tua itu menggumamkan yang aneh-aneh lagi tentangmu? Atau kau mau aku cium sungguhan? Kalau kau mau keduanya, aku akan melepaskan tanganmu. Bagaimana?”

Menyebalkan! Kenapa namja ini selalu saja membuatku harus menurut padanya?

Aku akhirnya diam dan mendengus sebal. Lebih baik berpegangan tangan dengannya daripada di cium olehnya. Meski sebenarnya lebih baik tidak dua-duanya.

“Good girl.” Ucap Sehun sambil terkikik geli.

Aargh! Aku kesal sekali!

***

 “Haeyeol-ah, bagaimana kalau kita pergi ke tempat pengumuman itu?” Sehun menunjuk tempat pengumuman dimana petugas tersebut akan mengumumkan kehilangan seseorang ataupun barang di mall tersebut dan di salurkan ke speaker di seluruh penjuru mall tersebut.

Aku pun mengangguk. Lalu kami pun masuk.

Terdapat 2 petugas lelaki di ruangan tersebut serta beberapa orangtua bahkan anak kecil dengan berbagai wajah yang cemas dan khawatir. Mungkin orangtua itu juga kehilangan anak sama sepertiku sementara anak kecil itu mungkin tersesat dan menunggu orang tuanya.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya petugas namja bername tag Daehyun yang tadinya asyik makan tteokpokki.

“Saya mau mencari anak saya yang hilang tadi di lantai 1.” Jawab Sehun.

“Ooh, bagian anak hilang di urus oleh bapak yang di sebelah sana. Yixing!” petugas Daehyun itu memanggil petugas satu lagi yang tadinya asyik memakai tusuk gigi untuk mencari daging yang nyelap di gigi dan gusinya. Hiiii!

Kami pun menghampiri petugas yang saat dari dekat ternyata wajahnya tampan juga. Name tag petugas itu adalah Zhang Yi Xing. Sepertinya ia adalah orang cina.

“Siapa nama anak anda yang hilang pak? Ah, agasshi ini anak anda juga? Cantik sekali.” Petugas yang bernama Zhang Yixing itu melihatku dengan tatapan berbinar-binar.

Apa? Anak?

Apa mata petugas itu buta sampai bisa salah mengira bahwa aku juga anak Sehun?

Memangnya aku tidak terlihat sebagai istrinya ya?

Hah!? Kenapa juga aku mau di lihat oleh petugas ini sebagai istri Sehun!? Mungkin aku sudah gila.

Tiba-tiba saja Sehun menggenggam tanganku dan mengangkat kedua telapak tangan kami bersamaan, memperlihatkan cincin emas pernikahanku dengan Sehun yang bertengger di jari manis kami. “Ia bukan anakku, ia adalah istriku.” Ucap Sehun dengan datar diiringi tatapan dingin yang membuat petugas bernama Yixing itu merasa sangat bersalah. Entah mengapa aku merasa sangat senang saat mengetahui reaksi Sehun yang terlihat cemburu saat petugas itu menggodaku.

“Mi-mianhae! Jeongmal mianhae! Saya kira istri anda adalah anak anda karena ia sangat mungil.” Ucap Yixing sambil menampakkan senyum kaku meminta maaf.

“Mwo? Mungil?” tanyaku tak terima dibilang mungil. Memang aku kurang tinggi, tapi tidak seharusnya kan ia berkata seperti itu!

“Iya, anda sangat mungil. Aduh, sudahlah kita lupakan saja yang kita bicarakan barusan. Sekarang, tolong sebutkan nama anda dan anak kalian berdua yang hilang beserta ciri-cirinya.” Yixing lalu bersiap-siap menulis di sebuah note kecil.

“Nama saya Oh Sehun. anak kami adalah Sungyeol, Oh Sungyeol. Ia anak lelaki berumur 5 tahun. ciri-cirinya ia memakai baju berwarna biru bergambar power ranger hitam dan celana panjang berwarna merah. Dan yang paling terlihat adalah, wajahnya sangat mirip denganku.” Ucap Sehun singkat.

“Anak lelaki anda wajahnya sangat mirip dengan anda? Waah senangnya! Kalau saya sih malah anak perempuan yang mirip dengan wajah saya, sementara anak lelaki saya wajahnya mirip dengan ibunya. Jadi anak perempuan saya sering di bilang tampan sedangkan anak lelaki saya sering dipuji si cantik. Terbalik bukan? Tapi, anda memang harus berterimakasih kepada istri anda karena melahirkan anak lelaki yang pasti tampan seperti anda.” Ucap Yixing sambil menunjukkan senyumnya yang manis karena ternyata ia mempunyai dimple yang menggemaskan. Kalau saja aku belum menikah dengan Sehun atau jatuh cinta terhadap Jongin, pasti aku bisa-bisa menyukai Ahjussi tampan ini.

“Ya, kau benar ahjussi. Tapi sayangnya istriku ini tidak mau lagi membuat anak kedua bersamaku.” Sehun lalu memasang senyum evil miliknya itu.

Wajahku memanas seketika. APA KATANYA TADI?

AAAH! AKU MALU SEKALI!

“Wae? Agasshi, kewajibanmu sebagai istri adalah melayani suami. Lagipula mempunyai 2 anak tidak akan terlalu merepotkan kecuali mempunyai 4 anak sepertiku nah itu baru sangat merepotkan! Seharusnya-” aku yang tidak tahan lagi dengan pembicaraan tentang ‘membuat anak’ ini akhirnya memotong kalimat Yixing Ahjussi.

“STOP! Kami di sini untuk mencari anak kami yang hilang, jadi Ahjussi, cepat umumkan ciri-ciri anak kami supaya kami cepat menemukannya!” ucapku tegas.

“Baiklah, maafkan aku agasshi. Kalau menyangkut soal anak, mulutku memang tidak bisa berhenti, hehe.”

Yixing Ahjussi pun mulai berbicara melalui microphone “Di beritahukan bahwa anak dari bapak Oh… Oh siapa ya? Pak, nama anda Oh apaan? Saya lupa hehehe.

WUAHAHAHAHA!

Semua orangtua dan anak kecil yang tadinya bermuka cemas langsung tertawa terbahak-bahak termasuk aku sendiri mendengar pertanyaan bodoh dari Yixing Ahjussi yang lupa dengan nama lengkap Sehun. Oh Sehun.

Sementara Sehun hanya menggeram menahan malu dan kekesalannya pada Yixing Ahjussi karena secara tidak langsung mempermalukannya. “Oh Sehun!” jawab Sehun dengan sekeras mungkin.

Yixing tersenyum meminta maaf dan melanjutkan pengumumannya melalui microphone.

“Di beritahukan bahwa anak dari bapak Oh Sehun yang bernama Oh Sun.. gyeol? Ya, Oh Sungyeol, anak lelaki berumur 5 tahun yang memakai baju berwarna biru bergambar power ranger hitam dan celana panjang berwarna merah menghilang. Jika para pengunjung sekalian menemukan anak tersebut, bisa menghubungi kami di telepon atau langsung datang ke costumer service di lantai 1 ini. Terima Kasih.”

Yixing Ahjussi pun mengulang pengumuman tersebut 2 kali.

“Kalian berdua duduk saja untuk menunggu apakah ada orang yang menemukan anak kalian berdua. Kalau dalam setengah jam tidak ada juga yang menemukan anak kalian, saya akan mengulangi lagi pengumumannya.” Ucap Yixing Ahjussi.

Saat kami melihat tempat duduk yang di sediakan, ternyata hanya tersisa 1 tempat duduk lagi. Aku dan Sehun pun berlomba untuk bisa duduk di kursi itu seperti anak kecil yang membuat kami dilihat dengan tatapan aneh oleh para orangtua dan anak kecil di ruangan tersebut.

Sial! Sehun yang menang!

“Sehun-ah kau ini namja kan? Jadi kau harus mengalah kepada yeoja! Aku ingin duduk di situ!”

“Aku tidak mau. Sejak tadi kaki ku sangat pegal setelah mencari Madam Rose, mengantri di toilet dan mencari Sungyeol.” Ucap Sehun dengan senyum penuh kemenangan yang menurutku sangat menyebalkan. “Bagaimana kalau kau duduk di pangkuanku?”

Apa katanya tadi? Duduk di pangkuannya?

“Aniya! Memangnya aku bayi hah? Ayolah sehun-ah kau saja yang berdiri! Aku mau duduk!”

Sehun menggeleng. “Tidak mau. Kau duduk saja di atas kaki ku. Lagipula tubuh ‘mungil’ milikmu itu pasti sangat hampang.”

Aargh! Namja ini benar-benar menyebalkan!

Aku melihat lantai di bawahku, ternyata lantai ruangan ini sangat kotor. Jadi tidak mungkin aku duduk di lantai. Lalu aku melihat lagi sekitar ruangan ini yang semua tempat duduknya di duduki. Tidak mungkin kan aku mengusir anak kecil dari tempat duduk?

Akhirnya aku berjongkok karena tidak kuat dengan rasa pegal di kedua kakiku. Setidaknya ini bisa mengurangi sedikit rasa pegalku.

Tiba-tiba saja, kurasakan seseorang mengangkat kedua pahaku dan saat ku sadari, ternyata Sehun telah menggendongku ala bridal style.

“Yaa! Sehun-ah apa yang kau lakukan!?” seruku dengan wajah yang mungkin saat ini semerah tomat karena melihat tatapan orangtua dan anak kecil serta ke dua petugas itu yang melihat kami sebagai pusat perhatian.

“Kan sudah ku bilang, duduk saja di pangkuanku. Kau ini memang yeoja yang keras kepala. Aku tahu kakimu pegal sama dengan yang aku rasakan sekarang, jadi untuk sekarang, menurutlah padaku karena aku juga tidak mau duduk di lantai karena kotor.”

Sehun menurunkanku lalu akhirnya dengan terpaksa aku pun duduk tepat di atas pahanya.

Aku pun menunduk tidak berani melihat tatapan semua orang yang ada di ruangan itu. Sudah keberapa kalinya aku selalu dipermalukan oleh kelakuan Sehun.

“Ternyata kau memang hampang sekali. Syukurlah, jadi kakiku tidak perlu merasa pegal dengan posisi kita seperti ini.” ucap Sehun.

“Kau kira aku seberat apa?”

“Seberat gorila.” Jawab Sehun sambil memasang senyum mengejek khasnya.

“Kau menyamakanku dengan gorila? Yaaa! kau ini-”

“Ssst!” Sehun menyentuh bibirku dengan jari telunjuknya. “Kau ini berisik sekali. Sejak tadi tidak henti-hentinya berteriak!”

“Ini semua kan karena kamu yang selalu mengejekku! Nappeun namja!”

Jongin POV

Musik rock di kedai tersebut disetel sangat keras sehingga membuatku pusing mendengarnya. Namun anak kecil bernama Sungyeol ini kelihatan terbiasa malah lebih mengejutkannya mulutnya juga mengikuti lagu Saosin yang berjudul Seven Years tanpa suara.

“Kau tahu lagu ini?” tanyaku tidak percaya.

“Ne. Ini lagu kesukaan eommaku. Kalena eomma seling mendengalkan lagu ini di komputel, Sungyeol jadi suka juga.”

“Mwo? Eommamu suka sekali musik rock?”

Sungyeol mengangguk.

Aneh. Semua ini aneh. Kenapa eomma Sungyeol mempunyai persamaan dengan yeoja itu? Setelah suka sekali es krim blueberry, eommanya juga menyukai musik rock.

Apa semua ini hanya kebetulan saja?

Tiba-tiba terdengar pengumuman yang suaranya dapat mengalahkan lagu-lagu rock kedai es krim tersebut.

“Di beritahukan bahwa anak dari bapak Oh Sehun yang bernama Oh Sun.. gyeol? Ya, Oh Sungyeol, anak lelaki berumur 5 tahun yang memakai baju berwarna biru bergambar power ranger hitam dan celana panjang berwarna merah menghilang. Jika para pengunjung sekalian menemukan anak tersebut, bisa menghubungi kami di telepon atau langsung datang ke costumer service di lantai 1 ini. Terimakasih.”

Apa? Oh Sehun?

Jadi… Sungyeol adalah anak Sehun? Pantas saja wajah Sungyeol mirip sekali dengan Sehun!

“Sungyeol-ah, nama appamu Oh Sehun?” tanyaku memastikan walau aku tahu jawabannya.

“Ne. Kenapa Ahjussi bisa tahu?”

“Tadi ada pengumuman bahwa appamu mencarimu. Sekarang, ayo kita ke sana untuk bertemu dengannya.”

Haeyeol POV

Aku semakin tidak sabar menunggu. Dimana Sungyeol sekarang?

Adakah orang yang mendengar pengumuman ini dan menemukan Sungyeol?

Atau Sungyeol… memang tidak ada di mall ini?

Tidak! Kemungkinan terakhir itu yang paling membuatku sangat takut dan panik.

Semoga saja ada orang yang menemukan Sungyeol dan membawanya ke sini.

Aku pasti akan sangat berterimakasih pada orang yang membawa Sungyeol ke sini!

Tiba-tiba saja, seorang anak kecil berlari menghampiriku dan Sehun yang masih dengan posisi konyol, aku tetap duduk di atas paha Sehun sejak tadi.

Anak kecil itu adalah anakku.

Sungyeol!

“Eommaa! Kenapa eomma meninggalkan Sungyeol? Huaaaa” Sungyeol langsung menangis tersedu-sedu, aku pun bangkit dan memeluk Sungyeol dengan sangat erat.

“Maafkan eomma, Sungyeollie… eomma memang salah. Eomma tidak sengaja, tadi eomma melihat seseorang yang eomma kenal dan mengejarnya lalu eomma tidak sadar bahwa eomma sudah meninggalkanmu. Mianhae…” ucapku sambil merasakan air mata yang meleleh di pipiku.

Sehun pun ikut memeluk kami berdua. “Syukurlah… ku kira kau di culik, Sungyeollie. Kau adalah anak appa dan eomma satu-satunya yang sangat kami sayangi. Maukah kau memaafkan kesalahan eommamu ini?”

Sungyeol menatapku dengan matanya yang berkaca-kaca lalu mengangguk. Kami bertiga pun kembali berpelukan.

“Siapa yang menemukanmu?” tanyaku pada Sungyeol.

“Ahjussi tampan di yang masih ada di lual yang menemukanku. Tadi ia bilang ia mau beli sesuatu dulu dan menyuluh Sungyeol masuk ke sini.” Jelas Sungyeol.

Aku dan Sehun berterimakasih pada kedua petugas yaitu Yixing Ahjussi dan Daehyun Ahjussi. Sekarang, giliran orang yang menemukan Sungyeol lah yang harus menerima ucapan terima kasih kami berdua. Kami bertiga pun keluar dari ruangan tersebut.

“Haeyeol?”

seorang namja yang tengah berdiri di depan kami bertiga terlihat sangat terkejut.

Deg!

Jantungku terasa hampir berhenti berdetak saat melihat namja yang sekarang berada tepat di depan mataku.

Namja yang membuatku meninggalkan anakku tanpa sadar.

“Jo.. Jongin?”

Author POV

Jongin merasa seluruh badannya terasa membeku mengetahui bahwa eomma Sungyeol serta istri Sehun adalah  yeoja yang dicintainya. Di cintainya meski sudah 8 tahun ia tidak bertemu dengannya karena ia terpaksa tinggal di Amerika.

Udara di sekitar Jongin terasa menipis. Dunia seakan terasa berhenti berputar detik itu juga. Ia merasakan rasa sakit yang luar biasa saat menyadari kenyataan terpahit di depan matanya saat melihat Sehun, sahabatnya sendiri, menggenggam tangan Haeyeol.

Sakit. Sekarang yang menguasai seluruh hatinya adalah perasaan sakit yang menggerogoti hatinya dan mungkin saja saat ini telah muncul lubang yang menganga di sana. Di hatinya yang sekarang telah tertoreh luka yang dalam.

Namun seulas senyum pun ia paksakan meski harus mengabaikan rasa sesak di dalam dadanya.

“Jongin? Kenapa kau ada di sini?” Sehun bertanya dengan nada terkejut dan jika ia tidak salah dengar, Sehun juga bertanya dengan datar disertai kedua bola matanya yang menatap ia dengan dingin seperti bukan Sehun yang selama ini ia kenal.

“Aku..” dengan susah payah, Jongin berusaha menjawab pertanyaan Sehun. Tenggorokannya terasa tercekat melihat Sehun semakin erat menggenggam tangan Haeyeol. “Aku.. tidak sengaja menemukan anakmu di dekat kedai es krim. Akhirnya aku mengantarnya ke sini  untuk bertemu denganmu dan..” Jongin mengalihkan pandangannya pada Haeyeol yang masih menatapnya dengan pandangan tidak percaya. “dan Haeyeol.”

“Terimakasih karena kau telah menemukannya. Kami berhutang budi padamu.” ucap Sehun dengan nada yang sama datarnya tadi.

Sehun melihat ke arah Haeyeol yang masih terdiam menatap Jongin. Mencerna bahwa yang ia lihat sekarang adalah Kim Jongin di masa depan yang terlihat begitu berbeda dan semakin tampan.

“Jongin, aku-” belum sempat Haeyeol menyelesaikan kalimatnya, Sehun sudah menyelanya.

“Terimakasih, Jongin. Sampai nanti.” Sehun menggenggam tangan Haeyeol seakan menyuruh Haeyeol ikut bersamanya.

“Tu-tunggu, Sehun-ah! aku belum…”

“Ayo kita pulang ke rumah, hari sudah sangat sore.” Sehun menatap Haeyeol dengan tatapan yang sama seperti saat ia menatap Jongin dan itu membuat Haeyeol merasakan takut pada Oh Sehun untuk pertama kalinya. Sehun yang sekarang benar-benar berbeda dengan Sehun yang selalu menjahilinya. Dengan tatapan itu pun, akhirnya Haeyeol pun menurut saat tangannya tetap digenggam oleh Sehun.

“Ahjussi tampan, telimakasih sudah mentlaktilku es klim! Dadaaah!” ucap Sungyeol sambil melambaikan tangan yang masih tidak menyadari keadaan di antara kedua orangtuanya dan Jongin.

Jongin terpaksa tersenyum dan melambaikan tangan seperti Sungyeol. Sehun sudah tidak menoleh ke arahnya lagi sementara Haeyeol masih melihatnya dengan tatapan yang tidak terbaca.

Rasa nyeri yang ia abaikan pun datang kembali saat melihat yeoja yang ia cintai pergi bersama sahabatnya serta anak mereka.

Jongin tidak pernah menyangka selama 8 tahun meninggalkan Seoul membuat banyak hal yang tidak terduga baginya terjadi. Termasuk Haeyeol yang menikah dengan Sehun.

Ia yakin ia pasti akan baik-baik saja.

Jika Haeyeol menikah dengan pria manapun yang memang ia cintai.

Kecuali menikah dengan sahabatnya, Oh Sehun.

Ia sudah mengalami kenyataan saat eomma kandungnya meninggalkannya, mengalami semua kepahitan hidup saat ia harus menafkahi keluarganya sejak kecil.

Tapi kenyataan yang terpahit dari semua kenyataan yang di laluinya adalah melihat orang yang di cintainya menikah dengan sahabatnya sendiri dan ia sama sekali tidak mengetahuinya selama 8 tahun ia tidak berada di Seoul.

Mungkin ini karma baginya. Karma karena telah meninggalkan Haeyeol.

Tapi bukan kemauannya melepas gadis yang ia cintai itu.

Itu semua karena paksaan dari seseorang.

Seseorang bernama Cho Hyeri.

“Park Haeyeol… kenapa kau harus menikah dengan Oh Sehun sahabatku?”

Jongin menghela nafas dengan berat. Mencoba melupakan ketiga orang yang baru tadi ia lihat. Namun ia tidak bisa. Kepalanya berdenyut-denyut merasakan sakit seperti halnya hatinya sekarang ini.

Bolehkah ia berharap bisa memutar waktu menjadi 8 tahun yang sebelumnya?

Seperti mengetahui keadaannya saat ini, lagu Katy Perry yang berjudul The One That Got Away pun mengalun yang berasal dari kafe dekat tempat ia berdiri.

All this money can’t buy me a time machine

(Semua uang ini tak bisa untuk membeli mesin waktu)

Can’t replace you with a million rings

(Tak bisa menggantikanmu dengan sejuta cincin)

I should have told you what you meant to me

(Harusnya kukatakan padamu betapa berartinya kau bagiku)

Cause now I pay the price

(Karena kini harus kubayar semua itu)

 

In another life, I would make you stay

(Di kehidupan lain, aku kan membuatmu tak pergi)

So I don’t have to say

(Maka aku tak harus bilang)

You were the one that got away

(Engkaulah satu hal istimewa yang hilang)

The one that got away

(Satu hal istimewa yang hilang)

“Sial, lagu ini…” Jongin pun pergi menjauh dari kafe tersebut, tidak ingin mendengar lagu yang seperti mengisahkan keadaan dirinya saat ini.

Cause now I pay the price? Mungkin… lagu itu benar.

She was… the one that got away from me.

Haeyeol POV

Sejak bertemu dengan Jongin tadi, Sehun terlihat sangat berbeda dan menakutkan yang tentu saja membuatku bingung mengapa ia tiba-tiba berubah seperti itu.

Saat ini kami bertiga sudah sampai di rumah kami. Sungyeol yang kelelahan akhirnya tidur di kamarnya sendiri sementara sekarang aku dan Sehun berada di ruang tamu dalam keadaan yang kaku. Kaku karena tidak ada seorang pun di antara kami yang mengucapkan sepatah kata apa pun.

“Sekarang katakan padaku” Sehun memecah keheningan dengan suara yang datar.

“Apa alasanmu bisa kehilangan Sungyeol?”

Mendengar pertanyaan Sehun membuatku merasakan sesak dan penyesalan yang tadi ku pendam pun menyeruak kembali.

“Aku…” Sehun menatapku lurus seperti sangat ingin mengetahui jawabanku. Jawabanku yang pasti akan sangat melukai dirinya.

“Saat itu, aku dan Sungyeol duduk di kursi seperti yang engkau terakhir lihat. Ketika aku melihat-lihat toko di sekitarku tiba-tiba saja aku melihatnya.”

“Siapa?”

“Jongin.”

Sehun POV

“Ketika aku melihatnya di lantai 2, aku segera berlari untuk mendekatinya. Aku tidak sadar bahwa Sungyeol mungkin saja mengejarku dari belakang. Saat aku bertemu seorang yeoja dan bertanya tentangmu dan Sungyeol di lantai 2 itu, aku baru sadar bahwa aku meninggalkan Sungyeol. Setelah aku terburu-buru turun ke lantai 1, ternyata Sungyeol sudah tidak ada.” Jelas Haeyeol dengan muka tertunduk yang terlihat sangat menyesal.

Mendengar pengakuan Haeyeol membuat rasa nyeri yang amat sangat yang ku rasakan.

Ia meninggalkan anak kami berdua hanya untuk menghampiri Jongin?

“Maafkan aku Sehun-ah. Aku memang ibu yang jahat. Bisa melupakan anak kita demi mengejar namja lain. Kau boleh menghukumku apa saja. Aku akan menerimanya.” Ucap Haeyeol pasrah dengan mata yang berkaca-kaca.

Kami berdua terdiam sebentar. Hanya keheningan yang mencekam menyelimuti keadaan kami berdua di ruangan ini. Entah mengapa, mendengar jawaban Haeyeol seperti mendengar bahwa ia mengkhianatiku. Dan ia meminta maaf karena itu.

“Berjanjilah kau tidak akan berbuat seperti itu lagi.” Ucapku tegas.

“Baiklah. Aku janji.”jawabnya sambil mengangguk.

Aku pergi ke kamarku sementara Haeyeol masih termenung. Lalu ia pun pergi ke dapur.

Sesampainya di kamar, aku langsung menyandarkan tubuhku di atas ranjang yang sangat empuk dan nyaman sambil memikirkan kejadian hari ini yang begitu membuatku kepalaku terasa pening.

Saat aku melihat Jongin di depan mataku, entah mengapa tubuh dan mulutku bergerak sendiri. Yang ku tahu adalah aku menatapnya tidak suka dan berkata dengan nada yang sangat datar sementara Jongin sepertinya terkejut dengan kehadiranku. Aku menyadari bahwa mungkin saja di masa depan, aku membenci sahabatku Jongin. Tapi… kenapa?

Apalagi saat aku menyadari tatapan terkejut dan… tatapan kerinduan dari bola mata hitam milik Haeyeol. Aku tahu pasti Haeyeol sangat ingin bertemu dengannya dalam jarak sedekat tadi. Tapi aku tidak ingin ia mengucapkan sepatah kata apa pun pada Jongin yang menatapnya dengan pandangan sendu yang aku tidak tahu mengapa ia menatap Haeyeol seperti itu.

Aku merasakan perasaan yang tidak rela saat Haeyeol bilang ia mengejar Jongin sampai melupakan Sungyeol. Sekuat itukah keinginannya untuk bertemu Jongin di masa ini?

Aku tahu bahwa Haeyeol memang masih menyukai Jongin. Tapi aku tidak mau menyerah lagi seperti dulu. Sudah cukup aku mengalah pada perasaanku dan membiarkan Haeyeol menyukai Jongin hingga 4 tahun lamanya. Sama dengan perasaanku yang juga ku pendam pada Haeyeol.

Kali ini aku yang harus memilikinya.

Bukan hanya statusku sebagai suaminya tetapi tentu saja hatinya dan seluruh yang ada pada dirinya harus menjadi milikku seutuhnya.

Author POV

Haeyeol yang sekarang ada di dapur untuk memakan cemilan terheran melihat sebuah baju tidur berwarna ungu yang ada di dalam tas berukuran besar di atas meja makan. Sejak kapan tas ini di taruh? Bukannya tadi ia ingat mengunci pintu sebelum pergi?

Terlihat secarik kertas berwarna putih yang menarik perhatian Haeyeol dan langsung dibaca olehnya.

Haeyeollie ini baju tidur yang kau pesan padaku. Bagaimana? Bagus kan?

Tadi aku masuk ke rumahmu menggunakan kunci cadangan seperti yang kamu suruh kemarin.

Pakailah baju tidur ini malam ini. Kau pasti akan terlihat sangat cantik.

Semoga rencana kalian akan berhasil

Dan semoga saja aku tidak terlambat memberi baju ini sebelum kalian melakukannya.

-Yura, your best friend

Haeyeol terbengong membaca tulisan di kertas kecil itu yang ternyata berasal dari Yura.

Kenapa Yura punya kunci cadangan rumahnya?

Dan yang paling mengherankan adalah tulisan:

Semoga rencana kalian akan berhasil dan semoga saja aku tidak terlambat memberi baju ini sebelum kalian melakukannya

Apa maksudnya? Melakukan apa?

Haeyeol yang benar-benar tidak mengerti akhirnya mengabaikan kertas itu.

“Waaah, baju ini lucu sekali. Meskipun agak tipis tapi warna ungunya bagus sekali.”

Haeyeol pun akhirnya memakai baju tidur berwarna ungu berenda di kamar Sungyeol yang sedang tidur karena ia tidak mungkin berganti baju di kamar Sehun, bisa-bisa namja itu menggodanya lagi.

Tetapi Haeyeol sama sekali tidak melihat satu kertas lagi yang ditulis oleh Yura yang terselip di dalam tas besar itu.

Semoga kalian berhasil membuat anak kalian yang kedua!

Buat anak perempuan ya!

Pasti kalau anak kalian perempuan akan sangat cantik sepertimu.

Have a great night with your husband. Kekeke.

Yura, your beautiful best friend

***

Sehun yang bermaksud pergi ke dapur untuk minum terkaget saat melihat penampilan Haeyeol di depannya.

Haeyeol memakai baju tidur berwarna ungu yang minim dan berenda. Memang baju tidur itu bukanlah lingerie, tapi tetap saja sama karena baju tidur itu memperlihatkan tubuh Haeyeol yang mungil berlekuk indah terutama bagian atas gadis itu yang membuat Sehun menelan ludah.

“Haeyeol-ah kenapa kau memakai pakaian seperti itu?” tanya Sehun sambil mau tidak mau matanya tetap terkunci pada tubuh Haeyeol yang terlihat sangat seksi.

“Baju tidur ini Yura yang memberinya. Tadi di dapur ada tas besar dan isinya ya baju tidur ini. Lucu kan?”

Lucu? Yang lebih lucu bagi Sehun adalah istrinya sendiri. Baju tidur itu seperti memang dibuat hanya untuk Haeyeol.

Haeyeol yang terlalu polos tidak menyadari tatapan buas dari kedua mata Sehun.

Ia tidak menyadari bahwa sebenarnya Sehun sedang menahan sesuatu yang dimiliki oleh pria manapun saat melihat istrinya berpakaian yang menggodanya. Sesuatu yang bernama nafsu.

Meski Sehun tahu Haeyeol sama sekali tidak bermaksud seperti itu.

Hmm She is so sexy…

Sehun yang bergelut dengan pikirannya itu mulai menyadari apa yang baru saja ia pikirkan.

MWO!? Haeyeol seksi? Aigoo sejak kapan aku berpikiran aneh seperti ini?

Andwae! Aku tidak boleh terus-terusan menatap tubuhnya itu tapi…

What a great body.

AAARGH! Aku sudah gila!

Pikiran Sehun yang semakin kacau membuat Sehun tampak seperti orang yang depresi di mata Haeyeol. Ada apa dengan namja itu?

“Baju itu jelek. Tidak cocok untukmu. Cepat ganti bajumu dengan piyama yang lain.” Sehun yang berhasil mengontrol pikirannya akhirnya dapat menjawab dengan jelas.

Sebenarnya baju itu cocok untuk Haeyeol. Namun ia tidak mau terus-menerus mendapat derita menahan nafsunya sejak tadi seperti saat ini saat melihat Haeyeol memakai baju itu.

Haeyeol langsung mengerutkan alisnya. “Jelek? Baju ini bagus sekali tahu! Dasar nappeun namja!”

Haeyeol yang marah tidak memperdulikan saran Sehun, ia malah menyalakan televisi di ruang tamu tersebut.

“Hei sudah kubilang ganti bajumu Haeyeol-ah!” Sehun tidak mau menyerah membujuk istrinya itu.

“Wae? Menurutku baju ini tidak aneh malah aku sangat menyukainya. Sampai kapan pun kau protes, aku tetap akan tidur memakai baju tidur ini.”

Dan jawaban keras kepala dari Haeyeol pun membuatnya menyerah. Lebih baik ia pergi ke kamar sebelum ia melakukan hal-hal yang dilakukan suami pada istrinya yang tidak mungkin di lakukan olehnya pada Haeyeol.

Sehun yang belum terlalu mengantuk melihat-lihat foto pernikahannya dengan Haeyeol di kamarnya. Ia melihat Haeyeol yang sangat cantik yang berbalut gaun putih dan dirinya sendiri memakai kemeja hitam itu terlihat sangat bahagia di foto berukuran besar itu.

Sehun menyadari bahwa sepertinya mereka yang ada di masa depan memang saling mencintai.

Setelah itu, Sehun terheran melihat sebuah tumpukan CD di atas rak buku miliknya. Terdapat beberapa CD yang ada tulisannya salah satunya adalah Our Wedding, First Pregnancy, dan masih banyak lagi. Sebuah CD bertuliskan Our Precious Honeymoon menarik perhatian Sehun.

Ia memasukkan CD tersebut kedalam DVD player dan terpampanglah wajah Haeyeol di layar televisi lebar yang ada di kamarnya itu.

Annyeonghasehun!” sapa Haeyeol di layar tv yang membuat alis Sehun berkerut heran. Annyeonghasehun?

Lalu terdengar suara lelaki yang ternyata adalah dirinya sendiri yang sedang duduk di atas ranjang ukuran king size berwarna biru laut. “Annyeonghaseyo kali! Jangan memakai namaku sembarangan, chagiya!

Ahaha biarin! Malam ini aku dan Sehun akan berbulan madu. Lihat, kamar di cottage ini bagus sekali kan?” Haeyeol memutarkan handycam miliknya ke seluruh penjuru kamar tersebut.

Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar Sehun dibuka. “Sehun-ah kau sedang menonton apa?” ternyata itu Haeyeol. Haeyeol yang melihat dirinya sendiri di layar tv lebar itu langsung ternganga.

“Kenapa aku ada di situ?” tanya Haeyeol yang sekarang sudah duduk di sebelah Sehun. Sehun menyadari bahwa yeoja ini masih belum mengganti bajunya dengan baju tidur minim tadi yang membuat Sehun merasakan perasaan bergejolak saat Haeyeol berada di dekatnya.

“Kenapa kau belum mengganti bajumu?” tanya Sehun balik.

“Terserah aku kan mau pakai baju apa. Jawab pertanyaanku, CD apa yang sedang kita tonton ini? Kenapa kita berdua ada di sana?” Haeyeol masih menatap layar tv yang sekarang menampilkan dirinya sendiri menyorot pemandangan laut di malam hari dari jendela kamar cottage tersebut.

“Lebih baik kau tidak menontonnya. Kau nonton di ruang tamu saja.” ucap Sehun sambil ikut menonton kembali.

“Kenapa-” baru saja Haeyeol ingin bertanya mengapa ia tidak boleh menonton CD tersebut, sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di layar tv.

Sehunnie, kau juga harus ikut terekam dari dekat. Ayo si- AAH HMMPH

Di layar tv tersebut, tiba-tiba saja Sehun mencium bibir Haeyeol dengan penuh gairah. Tanpa di sangka oleh mereka berdua, Haeyeol pun membalas ciuman Sehun. Lama sekali ciuman mereka, hingga Sehun beralih mendaratkan ciumannya pada leher jenjang milik istrinya itu.

Sehunnie… handycamnya belum di.. matikan..

Tidak apa-apa yeobo… biar handycam itu merekam semua yang kita lakukan malam ini.

Setelah Sehun yang berada di layar tv berkata seperti itu, ia membuka kancing kemejanya dan selanjutnya…

“KYAAA! MATIKAN TVNYA, SEHUN-AH! MATIKAAAN!”

Haeyeol berteriak sambil menutup mukanya karena tidak kuat melihat adegan selanjutnya yang membuat muka Haeyeol terasa sangat panas. Bisa-bisanya ia melihat adegan seperti itu dan yang paling membuatnya malu adalah dirinya dan Sehunlah yang melakukannya.

Namun bukannya menuruti perintah Haeyeol, Sehun yang sekarang berada di depannya malah menatapnya dengan pandangan…

Pandangan yang sama dengan Sehun yang berada di layar tv.

Pandangan yang seperti menginginkan Haeyeol malam ini.

Ternyata, adegan menggairahkan yang dilakukan oleh dirinya dan Haeyeol tanpa sadar membuat Sehun tidak dapat menahan lagi sesuatu yang ingin dilakukannya pada Haeyeol. Terlebih karena Haeyeol memakai baju tidur minim itu.

Haeyeol yang menyadari tatapan Sehun langsung merasa ketakutan.

“Se-sehun-ah? Kenapa kau menatapku seperti i- KYAAA!”

Sehun menggendong Haeyeol ala bridal style dan menurunkan Haeyeol di ranjang tersebut dengan posisi dirinya berada di atas istrinya.

“Sehun-ah apa yang kau lakukan!?”

Haeyeol yang panik mencoba melarikan diri, namun tangan Sehun yang mencengkeram kedua pergelangan tangannya membuatnya tak berkutik.

Wajah Sehun semakin dekat dengan wajah Haeyeol, membuat jantung Haeyeol hampir meledak. Ia merasa Sehun akan melakukan semua adegan yang ada di CD itu. CD itu masih menampilkan dirinya dan Sehun yang mendesah dan sedang melakukan sesuatu di atas ranjang.

Sehun mendekatkan wajahnya ke arah leher Haeyeol, ia bermaksud mencium leher istrinya itu namun ia urungkan niatnya tersebut. Lalu ia beralih untuk berbisik di telinga istrinya. Sementara, Haeyeol merasa mabuk akan wangi feromon dari tubuh Sehun yang begitu kuat. Aroma tubuh Sehun hampir membuatnya lupa diri.

Can we start again?

Pertanyaan Sehun membuat Haeyeol kebingungan.

W-What do you mean?

Our precious honeymoon.

TBC!

Kyahahaha akhirnya selesai juga chapter 3 yang super duper panjang ini!

Sebenarnya ini tadinya mau jadi chapter 3 dan 4. Chapter 3 nya bakal bersambung pas Haeyeol ketemu Jongin tapi karena ngeliat banyak komen dari pembaca yang bilang pingin ada NC dan panjangin FF ini yang emang udah panjang, akhirnya di satuin deh. Semoga engga mengecewakan ya hehehe soalnya ini di rombaknya cuma seharian lho hahaha. akibatnya sekarang author sakit panas, sakit leher dan encok lho huhuhu. Mian ya kalau bahasa inggrisnya acak-acakan kekeke.

Eh kalian ngerasa feelnya dapet banget ga pas Jongin tau bahwa Haeyeol nikah sama Sehun? Author sampai ikutan ngerasa nyesek lho entah kenapa hahaha. Karena pengalaman pribadi mungkin? Uups *keceplosan* atau engga? hahaha

Tapi yang paling sedih sih pas Haeyeol ninggalin Sungyeol dan Sungyeol ngejar eommanya itu. Itu… itu bener-bener bikin nyesek. Kasian banget kamu, Sungyeollie 😦 biar author yang jadi eomma kamu dan istrinya Sehun deh hehehe *di tatap laser sama haeyeol*

 NC-17 itu kaya gini bukan? soalnya author jujur aja, baru pertama kali bikin FF yang ada NCnya kekeke. Dodol banget ya ini author. Segini NCnya terlalu frontal ga sih? Mending segini-segini aja apa mesti dibanyakin? Wuahaha *walah ini author parah amat* atau mending di ga adain aja NCnya?

Ahaha Makasih banget ya udah baca FF sesat ini dan inget JANGAN LUPA KOMEN! Karena komen merupakan bentuk bahwa pembaca menghargai apa yang udah author buat dengan susah payah dan pasti author bakal balas semua komennya!

Oh ya, saya juga mau minta doa dari para pembaca semoga saya lulus UN dan diterima di jalur undangan! Amin! 😀

Kamsahamnidaa buat yang udah baca! Don’t be Silent Reader! Saranghae yeorobuuun! :*

Oh ya TERIMAKASIH YAAA BUAT YANG UDAH MAMPIR KE WP AUTHOR

sono

MAKASIH UNTUK 2.630  ORANG YANG LIAT WP AUTHOR INI DALAM 3 BULAN

Image

KAMSAHAMNIDA BUAT READERS YANG BACA UNPRTEDICTABLE FUTURE *kecup basah satu-satu*

Image

GOMAWO BUAT YANG UDAH NYARI NAMA AUTHOR DI GOOGLE ADA 16 ORANGAN WKWKWK *meluk sampe bengek 16 orang yang nulis*

Image

son

MAKASIH UNTUK 1284 ORANG INDONESIA DAN MESKIPUN CUMA 4 ORANG KOREA YANG LIAT WP AUTHOR INI YA GAPAPALAH WKWK

Mian ini post di bawah ganggu banget hehehe oh ya liat harlem shake kelas author yang rada sinting ya di http://www.youtube.com/watch?v=XGkiihqJAt8 dijamin ngakak deh hehehe

POKOKNYA MAKASIH BUAT PARA PEMBACA FF DI WP AUTHOR INI! NEOMU NEOMU KAMSAHAMNIDAA! *bow bareng BaekYeol dan HunHan* *tebar bunga bangKAI*

Advertisements

449 thoughts on “Unpredictable Future (Chapter 3)

  1. Ini kayak aku yang jadi ceweknya *apaan ini ?* /slaped/ Soalnya bias aku itu Kai and Sehun…
    Author, gaya penulisannya udah bagus, tapi kalo boleh saran percakapannya lebih lugas lagi ^^
    Overall aku cukup suka sama FF ini ! keep writing >_<
    aku juga minta pwd di part yang kamu protect. Thanks XD

  2. Daebak!! Ini keren banget.. >_<
    Aku pengen baca kelanjutannya,, sumpah pas ni cerita putus,, langsung gregetan.. -_-
    Mutusnya pas lagi seru2nya.. :3

    Krimin pass lanjutannya ya min.. ^^
    Ini ff pertama yg lanjutannya dikasih pass dan aku mau baca.. 😀
    padahal sebelumnya klu udh kaya gini, males baca.. :3

    Semangat thor,, trusin yya,, klu bisa buat novelnya.. ^^

    #Fighting

  3. Kasihan Sungyeol anak2 lucu gitu dibiarin wkwkwk >.<
    Haeyeol lihatlah anakmu itu ! kasihan hanya gara2 bang jongin dia hilang kan :*
    Sehun mulai dehh pikirannya!! berhenti Thehun itu tidak baik #ketularanCadelnyaSehun
    tapi jadi penasaran sm cerita selanjutnya !!!
    sepertinya akan terjadi perebutan Haeyeol nihhhh !!!
    Chapter ini keren thorr !!! (y)

  4. Wahhh… untung madam rose-nya udah nggak ada,,, *lega* jadi mereka nggak bisa balik ke masa lalu lagi deh Xd
    Haeyeol-nya tega, ninggalin sungyeol Cuma buat ngejar kkamjong si item ><
    Kasian haeyeol-nya sampek nangis kaya gitu… u,u

  5. eon maaf banget baru post comen.
    ini baru tau cara ngirim komen soalnya 😀
    ff UF ini daebak banget deh!!!
    cast nya juga sesuai dgn harapan aku :;)
    udah lama banget nyari ff kai sama sehun dan alur ceritanya juga aku suka sama banget kaya imajinasiku selama ini hehehe :))
    1000 jempol buat eonni 🙂

  6. maaf eon baru bisa ngepost komen:-)
    buat ff uf ini pokoknya 1000 jempol deh
    castnya sesuai dengan yg diharapkan dan alur cerita sama bahasanya juga super duper daebak!!!! 🙂

  7. Wooaaahh bias aku ada disini :p
    BangKAI nya kasian yahh 😀
    Oiya author minta password chapter 4,5,6nya boleh gaaa? Hahaha #digorokauthor
    Jebaaaaaall :’)
    Aku udah penasaran sama next chapt nya 🙂

  8. aah, sehuun ..
    enggak murahan dan enggak norak, kereen ceritanya …
    big thumbs for the author 🙂
    mana ide ceritanya kereen lagi…
    fighting, author! 🙂

  9. wah eon ff nya deabak bagus asikk dan seru lagi . .
    , , ,akku reader baru disini eh pas buka ff nya chap 4 harus pakai pw. .minta donk eon? ? ?

  10. huwaaahhh yg segini aja cukup eonni author (?) NCnya, pingsan nih lama2 =_=”

    btw ffnya ‘GOOD JOB’ banget! keren, aku suka, PWnya tlong dikirim ne eonn, aku udh mention eonn di twitter
    sekian ^^

  11. Authorr ini aku @meiliana_c ff-nya keyen sumpah!!
    thethun nya unyuuu wkkwkwkwk
    boleh bagi password chapter 4,5,6 nggak?? wkwkwkwkkw
    makasih thor ^-^

  12. Tau nggak eon, aku jatuh bangun tau nggak waktu si thehun jadi mesum.. cemburu pastinya iya tapi.. aku juga seneng ngeliat mereka bisa bersama ^-^
    eon tanggung jawab, tissue di rumah habis gara-gara nge-iklashin thehun buat haeyeol *gubrak dijejelin sambel sama author

  13. kyaaaaa..> < eish ini bagian ahirnya gantung…imaginasi yadongku udah kemana-mana..
    ,our precious honeymoon haha
    ..masih penasaran ama masalahnya jongin sama cho hyeri..
    ,oke next chap minta pw dulu nih ama authornim hehe^ ^
    ..

  14. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    keeleeenn huaaa mau baca lanjutan’a yang pasti nc XD
    *tawa epil

  15. thorr:” elap ingus*eh maap maksudnya elap airmata :” keren thor keren:” hadoh haeyeol kenapa ninggalin anak semanis seungyeol :” kalau appa nya ditinggalin gapapa biar aku culik*eh. eh ada kkamjjong :” sebenernya apa yg terjadi dimasalalu nya kkamjjong sm haeyeol sm sehun? aku penasaran nih.. apa jangan” dulu haeyeol sm kkamjjong punya hubungan khusus? tapi pisah karna kkamjjong mau lanjutin kuliah nya diamerika tapi haeyeol benci atau apa?? aaarrrggghhh.. aku penasaran ditunggu next chap nya^^

  16. 6 Kata buat ff ini yaitu DAEBAK
    Crita’a bgus bngt Thor lnjut yah ,,, maap bru read&comment 🙂
    # minta PW 4,5,&6 nya donk Thor 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s