The 12 Extraordinary Vampires (Chapter 3)

Tittle: The 12 Extraordinary Vampires

Author: Santi Fauzia (@santifauziaa)

Main Cast:

Park Hyojin

Oh Sehun

Park Chanyeol

Xi Luhan

Kai

Support Cast:

Kris

Byun Baekhyun

Bang Min Ah

Choi Junhong (Zelo) as Park Junhong

Im Yoon Ah (Yoona) as Park Yoon Ah

All member EXO

Genre:

Romance, Fantasy, a little bit Comedy, Action.

Rating:
PG 15

Length:

Chaptered

vampires

Annyeonghaehun! Alohaa! *emangnya hawai thor?*

Chapter 3 kali ini author panjangin sampai 7.600 words untuk hadiah perpisahan *elah apaan nih* karena bentar lagi author mau UN kekeke. Di sini Zelo jadi adik Hyojin dan Yoona jadi kakaknya. Maklum, soalnya author lagi suka banget sama Zelo akibat mv One Shot sih mihihi. Ada yang suka Zelo juga? Yang ga tau Junhong itu siapa, dia itu nama aslinya Zelo B.A.P. Maaf ya Tiffany jadi peran antagonis, sebenarnya author suka Tiffany kok Cuma apa boleh buat hehehe. Buat cast yang lain, seperti Jo Twins, Jessica dan yang lainnya masih ada di chapter lain jadi sabar ya! ada bonus gambar GIF di bawah ff ini hehehe lihat ya maaf ngeganggu.

Jangan lupa KOMEN ya chingudeul! Sesudah chapter ini mungkin saya bakal hiatus buat UN hehehe. But thank you for your support and love for all this time! Your comments is my life, eh salah, light! :3

DON’T COPAS, DON’T BE PLAGIATOR AND DON’T BE SILENT READER!

Saranghae yeorobun! :*

CHAPTER 3

Tubuhku terasa mati rasa melihat Chanyeol yang meminum kantong darah itu dengan nikmatnya seperti seseorang yang meminum minuman keras.

Tidak mungkin!

Chanyeol tidak mungkin adalah seorang vampir darah murni!

“Aaah… sudah habis. Padahal ini persediaan terakhirku hari ini. Ternyata golongan darah O memang yang paling nikmat di antara golongan darah yang lain.”

Ucapan Chanyeol langsung membuatku merinding karena selain golongan darahku adalah O, mendengar Chanyeol berkata ‘nikmat’ pada cairan menjijikkan yang paling ku benci dan ku takuti, yaitu darah saja sudah membuatku ngeri.

Ku lihat dari tirai yang berwarna biru itu, ada api yang menyala yang berasal dari tangan Chanyeol, Chanyeol langsung menghanguskan kantong darah itu sampai habis tak bersisa.

Berarti….

Chanyeol memang benar vampir darah murni.

Dan ia adalah vampir darah murni yang di bicarakan oleh Sehun.

Tiba-tiba ku lihat dari balik selimut, Chanyeol seperti menyadari bahwa aku memperhatikannya. Ia tiba-tiba menoleh ke arahku yang masih terbalut oleh selimut dan tempat tidur kami hanya dibatasi oleh tirai berwarna biru tua.

“Siapa itu? Aku tahu kau melihat apa yang aku minum tadi. Dan kau pasti mendengar ocehanku tentang darah.”

Chanyeol yang mengatakan kalimat barusan dengan nada dingin yang tak pernah ku dengar darinya membuatku semakin merasa bahwa ia bukan Park Chanyeol yang selama ini ku kenal.

“Hmm… kau manusia kan? Lumayan, aku masih agak lapar…”

Deg!

Jantungku terasa berhenti berdetak mendengar kalimat yang Chanyeol ucapkan.

Ku harap aku salah dengar, namun ternyata tidak.

Ketakutanku semakin menguasai seluruh tubuhku. Tuhan, seperti inikah ternyata Park Chanyeol sahabatku sejak kecil?

Seperti inikah Park Chanyeol yang selalu tertawa dan bercanda denganku?

Benarkah ia Park Chanyeol yang selalu tersenyum lebar dengan giginya yang rapi dan selalu berada di sisiku?

Ku pikir aku yang sangat mengenalnya, namun aku salah.

Aku tidak tahu apa-apa tentangnya.

Chanyeol pun turun dari tempat tidur, ku dengar langkahnya yang semakin mendekat membuatku semakin ketakutan.

Bagaimana reaksi yang harus ku berikan saat Chanyeol menemukan bahwa orang yang di balik selimut ini adalah aku, Park Hyojin, sahabatnya?

Apa harus…

Hyojin?”

Cha, chanyeol…”

Kau melihat semuanya?”

Ah.. iya. Maaf aku tadi tidak sengaja melihatmu meminum emm.. kantong darah dan mendengarmu bilang bahwa darah itu.. enak.”

Berarti…” Chanyeol tiba-tiba sudah berada di sebelahku dan bersiap menancapkan taring tajamnya yang keluar dari deretan giginya yang putih bersih. Deretan gigi rapi itu adalah daya tarik Chanyeol dan selalu memperindah senyuman lebarnya, namun sekarang tidak bagiku. Kedua taring tajamnya membuatnya tampak lebih mengerikan.

Akan ku hisap darahmu sekarang juga. Lagipula golongan darahmu O kan? Hmm sepertinya darah darimu akan membuatku kenyang beberapa hari.” Lalu Chanyeol menggigit leherku dengan ganasnya.

TIDAAAAK!

Andwae, andwae! Chanyeol pasti tidak akan berbuat seperti itu padaku, mungkin seperti…

Hyojin?”

Ah, Chanyeol. Aku tadi lihat apa yang kau minum dan aku bersumpah akan menutup mulut dan menjaga rahasia ini selamanya. Kumohon jangan hisap darahku!”

Dasar konyol! Tentu saja aku tidak akan meminum darah sahabatku sendiri! Tapi…” Chanyeol secepat kilat sudah duduk di sampingku.

Wae?”

Chanyeol tersenyum miring, senyum yang selalu tampak jika ia berniat menjahili seseorang. Ia lalu berbisik di telingaku.

Kau harus melakukan perjanjian darah denganku dan…”

Dan?”

Kau harus menikah denganku.”

Me.. Menikah dengan Chanyeol? KYAAAA!

AAAARGH SADARLAH PARK HYOJIN!

Semua lamunan ini benar-benar membuatku gila!

Ku dengar Chanyeol membuka tirai warna biru tua itu.

“SREEEK”

AAAA! TIDAAAK! APA YANG HARUS KU LAKUKAN!?

Namun, tiba-tiba saja mulutku di bekam oleh tangan yang terasa sangat dingin. Mataku terbelalak saat melihat di depan mataku ada seorang vampir darah murni yang baru ku ketahui saat istirahat tadi.

Oh Sehun!?

Sejak kapan ia ada di sini?

Dan… kenapa tiba-tiba ia membekam mulutku seperti ini!?

Sehun menaruh jari telunjuk di bibirnya menandakan supaya mulutku tidak mengeluarkan suara apapun.

Aku melihat Chanyeol yang menatap kami berdua dari balik selimut.

Debaran jantungku memompa dengan kerasnya karena membayangkan apa reaksi Chanyeol yang akan di lakukan pada kami berdua.

Tapi, Chanyeol hanya terdiam sesaat dengan pandangan bingung lalu berkata “Hah? Kenapa tidak ada siapapun? Aku yakin tadi ada manusia yang pura-pura tidur di sini.”

Apa? Kenapa Chanyeol tidak melihat kami berdua-

Menyadari Sehun yang menatapku, sekarang aku tahu mengapa kemampuan vampir darah murni yang di katakan oleh Kris sunbae adalah vampir yang terkuat di kalangan vampir lainnya. Aku sadar bahwa sekarang kami berdua tidak terlihat karena kekuatan Sehun.

Chanyeol terdiam sesaat, namun akhirnya ia menutup tirai biru tua itu kembali. “Aneh, firasatku tidak pernah salah. Apa ini hanya karena aku kelelahan terus berburu saat malam ya?”

Setelah berkata seperti itu, ku dengar langkah Chanyeol semakin menjauh lalu ia berkata ‘sial, padahal aku masih lapar’ dan pintu ruang UKS pun ditutup. Sepertinya Chanyeol benar-benar sudah pergi dari ruang UKS.

Mungkin aku bisa saja bernafas lega jika saja Sehun sekarang sudah menjauh dariku karena saat ini posisi kami masih seperti tadi, Sehun berada di atasku yang sedang terbaring dan kami berdua masih terbalut oleh selimut.

Perlahan tangan Sehun pun terangkat sehingga aku bisa menghembuskan nafas meski sekarang jantungku berdebar dengan gila karena ia tiba-tiba saja menunduk dan menyejajarkan wajahnya denganku. Bahkan meski wajahnya terlihat agak samar pun tidak bisa ku pungkiri bahwa Oh Sehun memang mempunyai wajah yang tampan.

“Hei, sekarang kau sudah tahu kan?” tanyanya di depan wajahku.

“M-mwo?” tanyaku terbata karena semakin lama wajahnya semakin mendekat.

“Sekarang kau tahu kan bahwa vampir darah murni itu adalah pujaan hatimu, Park Chanyeol?”

“Ne. Lalu kenapa? Sehun-sshi, menjauhlah. Lagipula Chanyeol sudah pergi.” Aku berusaha bangkit dan menyingkirkan kedua tangan Sehun yang berada di sekitar kanan dan kiri dekat kepalaku, bermaksud untuk mengunciku supaya tidak kabur. Kedua mata Sehun lalu beralih ke arah leherku.

“Bolehkah aku meminum darahmu?”

DEG

Entah keberapa kalinya dalam hari ini jantungku sudah bermaraton akibat kelakuan dan perkataan Sehun di tambah mengetahui bahwa Chanyeol adalah vampir.

“Andwae! Kita sudah berjanji bahwa kalian bertiga tidak akan meminum darahku!”

Just a little bit, okay?” tanyanya dengan nada memohon yang membuatku muak.

“Shireooo! Janji adalah janji! Kata Chanyeol, seseorang yang paling hina adalah orang yang tidak dapat menepati janjinya! Sekarang, cepat menjauh!” aku langsung mendorong tubuh Sehun hingga ia hampir terjatuh ke lantai, lalu aku pun berhasil bangkit dari tempat tidur.

“Lagi-lagi Chanyeol.” Sehun dengan cepat langsung berdiri tegap.

“Wae!? Kau tidak suka?” aku pun turun dari tempat tidur, bersiap untuk meninggalkan Sehun.

“Tentu saja aku tidak menyukainya. Keluarganya adalah musuh keluargaku.” Ucap Sehun dengan sinar mata yang begitu gelap dan yang terlihat di sana hanyalah kebencian mendalam yang membuatku membatalkan niatku untuk melarikan diri karena amarah di dalam diriku langsung meluap ketika ia bilang membenci keluarga Chanyeol yang sudah sangat dekat dengan keluargaku.

Bahkan aku sering di anggap oleh orang tua Chanyeol sebagai anak mereka karena mereka selalu memperbolehkanku menginap di rumah Chanyeol jika eomma dan appaku tidak pulang karena bekerja.

“Mwo!? Musuh keluargamu? Bagaimana kau tahu keluarga Chanyeol?” tanyaku frustasi. “Setahuku Eunhyuk Ahjussi dan Sooyoung Ahjumma sangat baik padaku dan keluargaku! Kenapa keluargamu harus memusuhi mereka?”

“Orang baik? Kau sama sekali tidak tahu siapa mereka sebenarnya. Kau saja baru tahu kan Chanyeol itu vampir darah murni?” pertanyaan yang diajukan Sehun langsung menohok tepat di hatiku. Ia benar. Aku pun terdiam dan menundukkan wajahku karena tidak tahu harus berkata apa.

Aku terlalu shock mengetahui bahwa Chanyeol adalah seorang vampir. Terutama ia adalah vampir darah murni seperti Sehun.

Dan jujur saja, aku merasa sudah di bohongi oleh sahabatku sendiri selama ini. Terlebih lagi saat mendengar ia ingin meminum darahku di balik tirai biru tua itu dengan nada yang sangat menakutkan untuk ku dengar dan itulah yang membuatku merasakan nyeri di dadaku.

Mataku terasa sangat panas. Sangat panas karena aku menahan butiran air mata yang sekarang membuat pandanganku mulai kabur. Jika saja Sehun tidak berada di depanku sekarang, mungkin saja aku sudah menangis sejadi-jadinya.

Kenapa Chanyeol dan keluarganya membohongiku selama ini? Apa kebaikan mereka padaku selama ini hanyalah palsu?

“Sebenarnya keluarga Chanyeol adalah…” Sehun terdiam dan tidak meneruskan perkataannya, membuatku mendongak melihat Sehun yang semakin lama semakin mendekat dan membuatku sangat terkejut.

Karena sekarang, ia sedang memelukku.

Spontan jantungku langsung berdenyut dengan gila karena lagi-lagi merasakan tubuh Sehun yang begitu dingin.

“Sehun-sshi… apa yang kau lakukan?” tanyaku terbata. Aku sama sekali tidak mengerti dengan perlakuan Sehun yang selalu tiba-tiba seperti sekarang ini. Semoga saja ia tidak meminta darahku lagi karena jika ia melakukannya, aku benar-benar akan sangat marah.

“Aku tahu kau pasti sangat terkejut bahwa orang yang kau sukai selama ini adalah vampir. Maafkan aku atas perkataanku tadi.” Ucap Sehun dengan nada yang lebih lembut dan aku yakin ia meminta maaf dengan tulus. Aku pun mengangguk lalu ia pun mengusap rambutku dengan perlahan.

Membuatku semakin tidak kuat merasakan getaran di dadaku yang semakin lama semakin cepat seiring gerakan jemari Sehun yang ringan terasa sangat lembut mengusap ujung kepalaku.

Waktu terasa sangat lama di saat kami berpelukan namun entah mengapa aku tidak mau terlepas dari dekapan Sehun yang meskipun terasa dingin, tapi di satu sisi terasa sangat nyaman. Aku merasakan perasaan aman dalam pelukannya.

Sehun pun menghentikan gerakan jemarinya yang tadi mengusap rambutku, lalu berkata “Kenapa jantungmu berdebar keras sekali sejak tadi? Apa kau mulai… menyukaiku?”

Deg!

Dan pertanyaannya pun sukses membuat jantungku berulah kembali. Aku pun langsung melepas pelukannya, sementara Sehun tertawa terbahak-bahak. Aku tak menduga tawa Sehun dapat membuatku berdebar seperti saat mendengar tawa Chanyeol saat aku bercanda dengannya.

Sehun yang tertawa lepas seperti sekarang ini membuatnya terlihat bahwa ia bukanlah vampir yang menakutkan dan berwajah dingin seperti saat aku pertama kali bertemu dengannya. Kedua matanya yang menyipit serta suara tawanya yang tidak biasa membuat ia lebih terlihat bebas dan… hidup.

Sehun ternyata tidak sedingin yang ku kira.

Namun aku harus segera menghentikan kegiatanku mengagumi suara tawanya sebelum ia mengira bahwa aku menyukainya. Karena yang ku sukai adalah Chanyeol. Ya, aku yakin aku masih menyukainya.

“Apa maksudmu hah!? Itu… itu karena tubuhmu dingin sekali jadi spontan jantungku berdebar karena tubuhku ikut menggigil!” aku mulai berbohong pada Sehun, sebenarnya aku sendiri tidak mengerti mengapa jantungku serasa hampir copot saat Sehun memelukku. Padahal biasanya Chanyeol lah yang selalu membuatku merasakan hal seperti tadi.

“Benarkah? Kalau kau merasa tubuhku sangat dingin, kenapa kau tidak langsung melepas pelukanku dan malah membiarkan aku menikmati debaran jantung seorang mind reader sepertimu?” tanya Sehun dengan senyum miring khas miliknya.

“Itu karena… karena…” Sial! aku mulai kehabisan akal untuk memberikan alasan.

“Karena kau menyukaiku bukan?” tanya Sehun dengan nada yang diiringi tawa geli.

“Bukaaan! Aku tidak menyukaimu! Yang ku sukai hanya Park Chanyeol!” jawabku dengan hampir berteriak karena entah mengapa saat itu aku merasa sangat gugup. Benar-benar aneh.

“Baiklah, baiklah. Aku menyerah. Padahal, akan lebih mudah jika kau menyukaiku.”

Jawaban Sehun langsung membuatku bingung. “Apa maksudmu?”

“Karena aku yakin kau akan menyesal jika terus menyukai Chanyeol.”

Author POV

Minah mulai mendekati kerubungan para penggemar Luhan pujaan hatinya dan Kris. Selama ini Minah selalu melihat Luhan dari kelas Luhan yang bersebelahan dengan kelasnya. Mengamati gerak-gerik Luhan adalah sarapannya setiap hari.

“Luhannie~ foto bareng denganku yaa!”

“Jangan Luhan sunbae! Ini makan kue buatanku saja!”

“Kris sunbae boleh aku minta tanda tanganmu?”

Teriakan para penggemar Luhan dan Kris membuat telinga Minah sakit namun ia tetap berusaha untuk memasuki kerumunan itu lebih ke dalam lagi. Namun, seorang yeoja populer yang terkenal dengan kecantikannya bernama Tiffany tiba-tiba mendeliknya dengan tatapan tidak suka.

“Hei jangan seenaknya nyempil dong! Pake dorong-dorong segala!” seru Tiffany marah. Minah heran padahal Tiffany sendiri yang sejak tadi mendorong-dorong penggemar Luhan dan Kris supaya menyingkir, tapi sekarang ia malah menyalahkan kesalahnnya sendiri pada orang lain?

“Aku tidak mendorongmu. Lagipula sejak tadi kau yang berkelakuan tidak pantas seperti itu!” ucap Minah dengan keras sambil menegakkan kepalanya. Minah memang tidak takut dengan siapapun, ia terkenal tidak mau kalah dan sangat pemberani, kecuali pada vampir dan cerita horror.

Tiffany yang terkejut atas reaksi Minah langsung menatapnya tajam. Bahkan jika Minah tidak salah lihat, kedua bola mata Tiffany sepersekian detik tadi berwarna… merah?

Namun saat Minah mengerjap-ngerjapkan matanya, kedua mata Tiffany warnanya biasa saja. Berwarna cokelat pekat ditambah kemarahan yang ditujukan padanya. Minah merasakan aura yang sangat gelap dan menakutkan dari tatapan Tiffany, ia seperti bukan manusia biasa.

Tiffany tiba-tiba mendorong Minah sekuat tenaga, hingga Minah hampir terjatuh membentur lantai. Minah menutup kedua matanya akibat takut yang ia rasakan terhadap dorongan Tiffany dan takut akan rasa sakit kepalanya yang akan membentur lantai dengan keras.

Tapi sudah lebih beberapa detik ia menutup mata dan tidak merasakan rasa sakit apapun, yang ia rasakan adalah sesuatu yang dingin di balik punggungnya. Minah membuka kedua matanya dan terkesiap melihat bahwa sekarang tubuh bagian belakangnya ditahan oleh sebuah tangan yang ramping, yaitu tangan lelaki pujaan hatinya, Xi Luhan. Luhan lalu menarik punggung Minah ke dalam pelukannya dan berhasil membuat Minah melambung tinggi karena bahagia.

Minah POV

Rasanya jantungku hampir jatuh karena sekarang Luhan sunbae memelukku.

Sejak kapan Luhan sunbae bisa menahanku supaya tidak jatuh?

Bukankah ia tadi berada dalam kerumunan para penggemarnya?

Tidak mungkin kan ia bisa lari dengan cepatnya diantara kerumunan yang padat seperti tadi?

Ah, aku tidak peduli. Yang penting sekarang Luhan sunbae memelukku. KYAAA! Feels like heaven!

Tapi kenapa tubuhnya… dingin sekali?

Ini kan musim panas?

“Gwenchana?” Luhan sunbae melepaskan pelukannya dan menatapku dengan tatapan khawatir tanpa kepura-puraan. Tuhan, apakah namja yang aku sukai ini sangat mengkhawatirkanku?

Aku benar-benar gadis yang beruntung, kalau aku mengantar Hyojin ke UKS tadi, pasti aku tidak akan mengalami kejadian luar biasa seperti ini.

“Ne. Aku tidak apa-apa Luhan sunbae. Terimakasih.” Ucapku tulus dengan senyum semanis mungkin.

“Kau harus hati-hati ya, kalau tidak bisa saja kau membentur lantai.” Luhan sunbae tersenyum lalu menepuk-nepuk kepalaku dengan cara yang lucu dan menggemaskan. Kalau saja Luhan sunbae tidak ada di depanku sekarang, saat ini aku pasti sudah berteriak-teriak dan meloncat kegirangan seperti orang gila.

Luhan sunbae lalu mengalihkan pandangannya pada yeoja menyeramkan yang tadi mendorongku dengan kekuatan layaknya bukan seorang manusia biasa. Masih bisa ku rasakan pundak kananku yang di dorongnya terasa nyeri dan berdenyut-denyut. Tiffany tidak main-main saat mendorongku tadi, sungguh menakutkan.

“Kau, minta maaflah padanya.” Ucap Luhan sunbae pada Tiffany yang sekarang menatap Luhan sunbae dengan bingung dan cemas.

Apa? Kenapa Luhan sunbae bisa tahu bahwa yang mendorongku adalah Tiffany?

Padahal tadi saja aku hanya bisa melihat kepalanya yang tenggelam dalam kerumunan tadi. Aneh.

“Kenapa aku harus minta maaf? Yeoja itu yang lebih dulu mencari gara-gara terhadapku!” jawab Tiffany sengit. “Luhan oppa, kenapa kau membela gadis manu- ma, maksudku gadis macam ini?”

“Gadis macam ini? Jaga cara bicaramu, Tiffany. Aku tidak mengira kau adalah gadis yang dapat mendorong gadis lainnya sekuat tadi hingga ia bisa saja membentur tanah jika aku tidak menahannya.” Ucap Luhan sunbae dengan nada serius yang lantang dan selama ini belum pernah ku dengar darinya. Karena cara bicara Luhan sunbae biasanya lembut dan pelan.

“Ya, kau harus minta maaf padanya, Tiffany. Kau yang bersalah dan aku melihat dengan jelas tadi bawa kau yang mendorongnya lebih dulu.” Bahkan Kris sunbae yang terdiam sejak tadi pun ikut berbicara.

Tunggu, Luhan sunbae dan Kris sunbae mengenal Tiffany? Ada hubungan apa antara mereka bertiga?

“Apa!? Tapi… tapi oppa… Aaargh! Sampai kapan pun aku tidak mau minta maaf padanya! Cih!” Tiffany meninggalkan kami dan para kerumunan penggemar yang menatap dengan pandangan tidak suka dan bingung. Ternyata wajah cantiknya tidak sebanding dengan kelakuannya yang menyebalkan seperti itu.

“Tolong maafkan dia ya. Dia memang menakutkan jika marah. Lebih baik kau tidak berurusan dengannya lagi.” Ucap Luhan sunbae tulus. “Oh ya, siapa namamu?”

“Namaku Bang Min Ah. Panggil aku Minah saja, sunbae.”

Luhan sunbae tiba-tiba mengulurkan tangannya. “Aku Xi Luhan. Panggil saja aku Luhan meski kau sudah tahu namaku, tapi lebih baik jika kita berkenalan secara resmi bukan?”

Aku pun menyambut uluran tangannya yang dingin dan rasanya aku sangat bahagia saat ini.

Hyojin POV

“Kenapa aku akan menyesal jika terus menyukai Chanyeol?” tanyaku dengan tingkat penasaran yang begitu tinggi.

“Aku tidak bisa mengatakannya sekarang.” Jawaban Sehun langsung membuatku kesal. Setelah membuatku penasaran seperti ini, ia malah tidak mau menjawabnya?

“Ya! Oh Sehun! Jawablah pertanyaanku tadi!”

“Aku akan menjawabnya asal kau biarkan aku minum darahmu sekarang juga. Bagaimana?”

Dan pertanyaan Sehun berhasil membuatku harus menghentikan rasa penasaranku. Lebih baik penasaran daripada darahku di minum olehnya bukan?

“Baiklah, tidak usah kau jawab saja. Lagipula meskipun Chanyeol adalah vampir, aku masih tetap akan menyukainya.”

Kurasa.

“Oke jika itu keputusanmu. Tapi biar aku beri 3 saran untukmu. Satu, jangan sampai menyerahkan darahmu untuk di minum olehnya.” saran Sehun langsung membuatku mengkerutkan alis karena bingung.

“Tentu saja aku tidak mau darahku di minum olehnya! Siapa juga yang mau menyerahkan darahku padanya?”

“Bagus. Kedua, berhati-hatilah saat kau berkunjung ke rumah keluarganya, atau ku sarankan, lebih baik jika kau jarang main ke rumah Chanyeol saja karena menurutku akan berbahaya bagimu. Mulai saat ini, keluarga Chanyeol mulai meminum darah manusia dari darah pendonor darah. Kau juga masih ingat kan ceritaku saat istirahat tentang Chanyeol yang minum 3 kantong darah?”

“Ya, aku ingat. Bukankah kalian bertiga juga ke rumah sakit untuk kantong darah itu?”

“Memang. Tapi kami membatasi diri hanya butuh 1 kantong darah dalam 1 hari penuh, jika kurang kami harus berburu dan minum darah binatang. Sementara keluarga Chanyeol meminum banyak kantong darah sekaligus memburu juga. Jadi bisa saja jika mereka sangat lapar, kau bisa jadi sasaran mereka selanjutnya karena darahmu yang sangat harum itu. Lalu saranku yang ketiga dan paling penting…” Sehun berhenti meneruskan kalimatnya dan menatapku serius.

“Apa saran ketiganya?”

Mata Sehun menyipit diiringi senyum yang ganjil bagiku. “Cobalah untuk menyukaiku. Bagaimana?”

Dadaku berdetak cepat mendengar pertanyaan Sehun tadi.

“Ya! Apa.. apa maksudmu!?”

“Maksudku adalah, lebih baik kau melupakan Chanyeol dan mulai menyukaiku. Aku tidak keberatan menikahi manusia sepertimu.” Jawaban Sehun langsung membuat jantungku berjumpalitan.

“Menikah!? Siapa juga yang ingin menikah denganmu!? Dasar vampir gila!”

Aku segera menuju ke pintu UKS untuk keluar dari ruang yang membuatku terus memutar-mutar ulang tentang Chanyeol yang meminum kantong darah tadi dan bermaksud menghindar dari Sehun.

“Hei, tunggu.” Sehun menahan tanganku, membuatku terpaksa harus menoleh padanya.

“Apa lagi? Kalau tentang menyukaimu itu, aku menolak dengan tegas!” ucapku lantang.

“Hahahaha bukan, yeoja pabo. Lagipula tadi aku hanya bercanda. Besok saat bel istirahat ke dua nanti, pergilah ke atap sekolah tadi. Luhan akan mengajarimu cara membaca pikiran lebih akurat.” Sehun lalu melepaskan tangannya.

“Yeoja pabo!? Seenaknya kau memanggilku! Tapi… Baiklah. Aku akan pergi ke atap sekolah besok.” Aku pun pergi ke kelas meninggalkan Sehun yang masih berada di ruang UKS. Aku menoleh ke belakang karena heran mengapa ia tidak ikut pergi ke kelas bersamaku, namun aku terkejut saat Sehun ternyata sudah ada di sebelahku.

“Bagaimana kalau kita pergi ke kelas bersama-sama?” tanya Sehun.

“Pergi saja ke kelas sendiri! Jangan mengikutiku!” aku pun berlari karena tidak tahan dengan Sehun yang selalu mengikutiku. Namun aku pun berhenti karena perlu bertanya satu hal pada Sehun yang sejak tadi ingin kutanyakan padanya. Seperti yang ku duga, Sehun sudah berdiri dengan tegap di belakangku padahal aku sudah berlari dengan sekuat tenaga tadi.

“Sehun-sshi, kenapa kau tadi tiba-tiba bisa ada di ruang UKS?”

“Tentu saja karena aku adalah vampir darah murni. Aku tahu kau berada dalam bahaya. Karena sekarang kau adalah mind reader yang penting bagi kami, aku harus melindungimu.”

Author POV

“Terima kasih atas pertolonganmu tadi, Sehun-sshi.” Jawab Hyojin dengan tulus diiringi senyum yang Sehun baru lihat dari wajah yeoja di depannya ini. Senyum yang hangat dan menyilaukan.

Seakan terkesima akan kecantikan Hyojin yang baru ia sadari saat ini, Sehun malah tetap terpaku menatap wajah Hyojin yang semakin lama dilihat olehnya semakin cantik.

Ia tidak pernah tahu bahwa ada kecantikan manusia yang dapat menandingi kecantikan vampir dan kecantikan itu dimiliki oleh gadis di depan matanya yang ternyata adalah mind reader dan tidak menyadari bahwa mind reader seperti dia sedang di perebutkan oleh para vampir darah murni karena kemampuannya yang langka.

Sehun segera menyadari lamunannya yang semakin melantur. “Sama-sama. Lain kali berhati-hatilah jika kau melihat Chanyeol meminum kantong darah lagi atau dia akan menemukanmu.”

Hyojin mengangguk lalu ia pun berjalan kembali. Namun ia pun menoleh dan bertanya pada Sehun. “Bukankah kau ingin pergi ke kelas bersama denganku?”

“Bukankah tadi kau menghindar karena tidak mau jika aku terus mengikutimu?” tanyanya balik.

“Memang.” Hyojin terkekeh. “Anggap saja ini karena sebagai balasan karena kau sudah menolongku.”

Sehun tersenyum lalu mereka berdua pun pergi ke kelas bersama-sama.

Saat melihat di balik jendela kelas mereka, ternyata guru fisika yang cantik namun terkenal sangat galak bernama Min seonsaengnim sedang mengajar kelas mereka. Sekali ada murid yang terlambat masuk ke kelasnya, ia akan memarahinya tanpa ampun dan menghukum muridnya untuk berdiri sambil mengangkat tangan di depan kelas selama 2 jam pelajaran. Sungguh guru yang kejam.

“Sehun-sshi, Min seonsaengnim sudah masuk. Lebih baik kita bolos saja daripada di hukum.” Saran Hyojin.

“Kau ini kenapa takut sekali terhadap guru seperti itu? Lagipula kau lupa siapa aku? Aku adalah Oh Sehun, vampir darah murni.” Kedua bola mata hitam Sehun berubah seketika menjadi berwarna biru. Sehun menggerakkan tangannya ke atas perlahan, lalu terlihatlah angin yang samar-samar berhembus.

Sehun menggenggam tangan Hyojin menyuruhnya untuk mengikutinya ke dalam kelas sementara Hyojin masih takut akan kemarahan Min seonsaengnim yang segera akan mereka hadapi.

Namun ternyata Min seonsaengnim malah tetap mengajar dan menulis di papan tulis sementara Sehun dan dirinya lewat begitu saja. Hyojin melihat teman-temannya yang lain termasuk Minah hanya fokus melihat Min seonsaengnim yang menerangkan pelajaran. Hyojin pun sadar bahwa ia dan Sehun tidak terlihat karena kekuatan Sehun, sama seperti saat mereka berada di ruang UKS tadi.

Sebenarnya ada satu lagi pertanyaan di benak Hyojin yang ingin ia tanyakan pada Sehun. Apakah alasan Sehun menolongnya hanya karena ia adalah mind reader atau… ada alasan lain di balik hal itu?

Namun Hyojin mengurungkan niatnya untuk bertanya karena Sehun pasti akan memberikan syarat harus memperbolehkannya meminum darah miliknya sebelum menjawab pertanyaannya.

Hyojin POV

“Aku menggunakan hipnotis, jadi mereka tidak akan sadar bahwa kita baru saja masuk kelas.” Sehun pun lalu duduk di bangkunya. Ia sebangku dengan namja populer di kelasku lainnya, yaitu Kim Jong In atau yang lebih sering dipanggil Kai.

Setelah kami berdua duduk, Sehun pun menjentikkan jarinya lalu kedua bola matanya pun kembali menjadi berwarna hitam kembali. Setelah jentikkan jari Sehun tadi, Minah langsung menoleh ke arahku. “Hyojin-ah, bukannya tadi kau pergi ke UKS ya?”

“Ha- Hah? Tidak kok, aku sejak tadi ada di sebelahmu. Kau terlalu konsentrasi memperhatikan Min seonsaengnim sih hehehe.” Aku mengutuki diriku karena sudah 2 kali berbohong pada sahabatku ini. Tapi apa boleh buat? Mana mungkin aku mengatakan yang sebenarnya kepada Minah?

“Oh ya? Hmm… benar juga. Sepertinya aku terlalu takut di marahi oleh Min seonsaengnim jika tidak memperhatikan pelajarannya hingga tidak menyadari kau sudah ada di sebelahku.” Ucap Minah sambil terkikik. Syukurlah, ternyata kemampuan hipnotis milik Sehun sangat membantuku.

“Hyojin-sshi! Cepat jawab soal nomor 14 ini!” seru Min seonsaengnim sambil menunjukku.

Sial, sepertinya ia tahu bahwa aku mengobrol dengan Minah.

Bagaimana ini? Aku sama sekali paling buntut dalam pelajaran menyebalkan bernama Fisika ini.

Aku melihat Sehun yang berkata ‘gunakan kemampuan mind readermu, baca pikiran orang yang paling pintar di kelas ini’ tanpa suara, hanya dengan gerakan mulutnya saja entah mengapa aku sudah tahu.

“Ayo cepat ke depan. Makanya jangan mengobrol saat saya mengajar.” Ucap Min seonsaengnim dengan sinis.

Aku pun akhirnya terpaksa menurut dan mulai maju ke depan. Mataku menelusuri kelas dan aku pun melihat murid yang jenius dalam fisika maupun pelajaran lainnya bernama Do Kyungsoo, sedang mengerjakan soal horror di papan tulis tersebut dan menulisnya di buku tulis miliknya. Dasar murid jenius.

Seakan menyadari sesuatu, aku pun mulai menghembuskan nafas perlahan seperti apa yang di lakukan Luhan sunbae saat menyentuh dahiku dan mengetahui bahwa aku adalah seorang mind reader.

Aku mulai mengarahkan pandanganku pada Kyungsoo, lalu mulai mencoba membaca pikirannya. Namun, pikiran para murid di kelasku menghalangiku untuk menemukan mana pikiran Kyungsoo sebenarnya.

Huuuh! Aku sama sekali tidak mengerti apa yang di ajarkan oleh guru galak itu

Tidak mengerti? Aku pun setuju terhadap murid yang berpikir seperti itu.

Perutku lapar sekali! Aku ingin cepat-cepat makan Yangnyeom Tongdak di kantin daripada terpaksa memperhatikan pelajaran ini!

Baekhyun kemana ya? Padahal memandang dia lebih menyenangkan daripada di ajar oleh Min seonsaengnim”

Waw siapa yang berpikir seperti itu? Pasti yeoja itu menyukai Baekhyun yang menurutku serampangan dan suka sekali mengolok-olokku karena perasaanku terhadap Chanyeol. Oh ya dimana ya namja usil itu? Tidak biasanya ia bolos kelas terutama pelajaran sakral kesukaannya ini.

Aigoo Sehun tampan sekali. Kai juga. Sehun dan Kai memang bagaikan pangeran di kelas ini.”

Kai, daripada menggigit pensil seperti itu, lebih baik gigit aku saja. Bite me, Kai! khukhukhu”

Sehun kau memang namja yang paling sempurna terutama kulit putihmu itu aah~ I want to touch you~”

Hiii! Ternyata pikiran-pikiran murid yeoja di kelasku ini sangat mengerikan. Bisa-bisanya berpikir cabul di saat belajar seperti ini. Terutama yang berpikir tentang Sehun tadi. Kalau ia tahu Sehun adalah vampir, bagaimana reaksinya ya?

Aduuuh pingin kentut.”

Kentut? Bwahahaha! Aku menahan tawaku membaca pikiran murid di kelasku yang random tadi lalu mulai mencoba membaca pikiran Kyungsoo lagi. Namun nihil. Aku tidak bisa membaca pikirannya. Apa ia adalah vampir?

Ah mana mungkin murid teladan seperti dia termasuk vampir.

“Kenapa kau diam saja Hyojin-sshi? Bukankah soal ini sangat gampang? Kemarin saya sudah membahasnya!”

Gampang dari Zimbabwe!?

Sudah tahu aku selalu mendapatkan nilai doremi dalam pelajaran ini, tapi malah menyuruhku ke depan untuk mengerjakan soal torsi yang jelas-jelas aku tidak bisa.

Karena aku tidak dapat membaca pikiran Kyungsoo, akhirnya aku mengarahkan pandanganku pada Dasom, yeoja cantik yang juga adalah juara 2 di kelasku ini dan masih mengerjakan soal di buku tulisnya.

Aku mengambil spidol dan seiring Dasom mengerjakan soal, tanganku pun bergerak dengan sangat lincah. Ajaib! Aku bisa mengetahui semua cara mengerjakan soal tersebut sampai selesai hingga terdapat jawabannya.

Bola mata Min seonsaengnim melotot dan menatapku dengan tidak percaya disertai mulut yang menganga, sama halnya dengan beberapa teman sekelasku terutama Minah yang sangat tahu bahwa aku sangat payah dalam pelajaran ini. Kecuali tentu saja Sehun yang sekarang tersenyum seakan tahu bahwa aku sudah berhasil menggunakan kemampuan mind reader milikku ini.

“Bagaimana kau bisa… mengerjakannya?” tanya Min seonsaengnim dengan tatapan terheran-heran.

Aku pun menunjukkan senyumku yang penuh dengan kemenangan. Karena selama kelas 1 SMA saat aku di suruh ke depan mengerjakan soal, pasti akan selalu kosong karena tentu saja aku tidak bisa dan yang ku lahap setelah itu adalah kemarahan guru di depanku ini yang sudah membuatku muak.

“Tentu saja karena aku belajar, seonsaengnim. Tidak selamanya aku tidak bisa mengerjakan soal di depan papan tulis yang selalu kau tawarkan padaku selama ini.” ucapku dengan nada yang tenang namun cukup membuat Min seonsaengnim menatapku sengit karena tentu saja aku menambahkan nada sinis yang biasanya ia tujukan padaku.

Memang aku murid kurang ajar, tapi siapa juga murid yang tidak kesal saat terus di remehkan oleh guru karena ketidakmampuannya?

Aku pun kembali duduk ke tempat dudukku di sebelah Minah yang sekarang menatapku takjub.

“Sejak kapan kau bisa mahir Fisika? Waaah chukkae Hyojin-ah!” ucap Minah sambil menjabat tanganku dan bertepuk tangan tidak jelas. Sepertinya Minah mempunyai kesamaan dengan Luhan sunbae yaitu bertepuk tangan pada hal yang menurutku tidak terlalu penting.

“Kalau begitu saat istirahat nanti ajarkan aku fisika ya! Aku sama sekali tidak mengerti.”

“Aniya, aku masih tidak terlalu bisa fisika. Tanyakan saja pada Dasom atau Kyungsoo hehe.”

Aku langsung menolak permintaan Minah itu mentah-mentah. Tentu saja karena saat mengerjakan soal tadi aku secara tidak langsung ‘meminjam otak’ Dasom si cantik jenius itu.

“Yaaah kau ini. Padahal akan lebih mudah jika kau yang mengajarku. Ya sudah lah kalau begitu.”

Aku pun tersenyum meminta maaf lalu kami berdua akhirnya terpaksa kembali berkonsentrasi pada pelajaran abstrak yang di berikan oleh Min seonsaengnim.

Baru ku sadari ternyata menjadi mind reader menyenangkan juga! Kalau begitu sejak sekarang aku bisa membaca pikiran orang lain? Ahahaha aku benar-benar berterimakasih pada Luhan sunbae yang memberitahu bahwa aku adalah seorang mind reader.

Ternyata ada untungnya juga aku bertemu ke tiga vampir itu saat istirahat tadi.

Author POV

Seorang namja bertubuh tinggi dan berambut bergelombang itu sedang menikmati suasana di sekitarnya dengan mendudukkan diri di bawah pohon besar yang melindunginya dan satu sahabatnya dari terik sinar matahari yang paling di benci oleh mereka berdua.

“Chanyeol-ah, mau sampai kapan kita bolos? Karena kau, aku terpaksa membolos dari pelajaran fisika, pelajaran favoritku.” Ucap namja berambut kecokelatan bernama Byun Baekhyun.

“Sampai bel pulang saja. Hari ini aku malas sekali sekolah.” Jawab namja berambut bergelombang bernama Park Chanyeol sambil menghembuskan nafas.

Chanyeol dan Baekhyun, dua sahabat yang terkenal dengan sebutan BaekYeol di sekolah itu memang sangatlah dekat bagai surat dan perangko. Mereka sudah berteman sejak kecil. Karena itu Baekhyun mengenal Hyojin dan tahu bahwa yeoja itu sangat menyukai sahabatnya.

Sekarang mereka berdua berada di bukit belakang sekolah, membolos hanya karena alasan Chanyeol yang menurut Baekhyun tidak logis. Chanyeol bilang bahwa saat ia berada di UKS tadi dan sedang meminum kantong darah, ia merasa ada manusia di balik tirai sebelahnya. Namun saat ia membukanya, ternyata sama sekali tidak ada siapapun di atas kasur tersebut. Bahkan keberadaan manusia itu pun tiba-tiba menghilang.

Padahal Chanyeol yakin firasatnya sebagai seorang vampir darah murni tidak pernah keliru dan Baekhyun pun percaya.

Chanyeol yang merasa bahwa kemampuannya sebagai vampir darah murni mulai menurun akhirnya menjadi tidak bersemangat seperti biasanya dan memaksa Baekhyun untuk ikut bolos bersamanya. Baekhyun sebagai pengikut sekaligus sahabatnya akhirnya ikut dengannya.

“Kau ini! Aku tidak mau terus membolos dan tidak melakukan apa-apa di sini! Kalau saja ada hal seru yang bisa kita lakukan, pasti aku tidak akan bosan seperti ini.” keluh Baekhyun. Chanyeol yang mendengar keluhan Baekhyun langsung mendapat ide yang ia tunjukkan dengan cengiran derp khasnya, membuat Baekhyun langsung merasakan firasat buruk. Biasanya ide Chanyeol selalu tidak wajar baginya.

“Kenapa kau tersenyum seperti itu, Yeol? Kau tahu, setiap kali kau tersenyum, aku merasakan firasat tidak enak. Atau hanya karena gigi-gigi besarmu itu ya?”

Chanyeol langsung menjitak kepala Baekhyun dengan sekuat tenaga. Jika Baekhyun adalah manusia biasa, mungkin saja sekarang kepalanya sudah benjol karena Chanyeol memukulnya dengan kekuatan seorang vampir.

“Ya! Kenapa kau memukul kepalaku keras sekali!? Sakit tahu!” Baekhyun pun membalas jitakan Chanyeol dengan agak berjinjit karena tubuh menjulang Chanyeol. Sementara Chanyeol malah semakin melebarkan senyumnya dan membuat Baekhyun mulai merinding.

Apa ia salah memilih vampir darah murni untuk di ikuti? Mana ada vampir yang malah tersenyum saat di jitak olehnya?

Seingatnya, tenaga yang ia tadi kerahkan untuk menjitak dahi Chanyeol tadi setara saat ia tidak sengaja menonjok mobil Yesung seonsaengnim hingga penyok parah karena saat itu ia sangat kesal mendapat nilai jelek saat fisika. Vampir darah murni memang berbeda, padahal saat ia dipukul kepalanya oleh Chanyeol rasanya agak sakit dan masih berdenyut.

“Jangan menyinggung soal gigiku ini. Aku punya ide bagus.” Ucap Chanyeol sambil lagi-lagi tersenyum. “Kau mau melakukan hal yang seru bukan?”

“Ya, lalu apa idemu itu master Chanyeol?” tanya Baekhyun yang di akhir kalimat terkikik geli karena saat itu adalah ketiga kalinya ia memanggil Chanyeol dengan sebutan ‘master’. Menurutnya Chanyeol sangat tidak cocok di panggil dengan panggilan seperti itu.

“Sudah kubilang hentikan memanggilku dengan sebutan master seperti itu, kau kan sahabatku. Cukup panggil namaku saja.” ucap Chanyeol kesal lalu meneruskan “Bagaimana kalau kita mencari mangsa? Aku masih sangat lapar.”

Hyojin POV

Sepulang les, aku berpamitan terhadap Park Junhong. Adik laki-lakiku satu-satunya yang juga bersekolah di sekolah di Joon Sang sama sepertiku hanya saja ia kelas 1 SMA.

“Hyojin noona, ayo kita pulang sama-sama saja. Sekarang sudah malam.” Ucap Junhong sambil menunjukkan wajah khawatir.

“Jangan khawatir, Junhong-ah! Aku mau pergi bertemu eonni dulu. Tiba-tiba aku merindukannya.” Junhong langsung melotot saat aku berkata ‘eonni’.

“Tapi noona, ini sudah malam! Kau tidak takut pergi ke sana sendirian? Kalau begitu aku juga akan ikut. Aku juga merindukan Yoona noona….” Junhong langsung tertunduk. Masih bisa ku lihat matanya yang berkaca-kaca. Aku menjadi agak bersalah karena membuatnya mengingat kembali dengan kakak kesayangan kami yang sudah tiada.

“Jangan, Junhong-ah. Lebih baik kau pulang ke rumah. Nanti eomma dan appa akan heran melihat kita berdua yang sama-sama menangis saat pulang nanti.”

“Aku takut terjadi apa-apa padamu, noona. Di sana tidak aman.”

“Junhong-ah aku yakin tidak apa-apa. Kau lupa siapa kakakmu ini? Kakakmu ini kan juara satu taekwondo nasional!” hiburku sambil menepuk-nepuk dada, membuat Junhong yang tadinya berwajah murung langsung tertawa melihat tingkahku.

“Tapi itu kan saat noona masih kelas 3 SMP. Itu sudah 2 tahun yang lalu.”

“Oh ya, dimana ke tiga temanmu yang biasanya bersamamu? Kenapa juga kau tidak membawa motor ninjamu seperti biasa?” tanyaku penasaran. “Aku malah agak khawatir kau bergaul dengan mereka. Terutama Bang Yongguk, adiknya Minah itu terlihat sangat menyeramkan. Aku heran mengapa Minah dan Yongguk bisa menjadi kakak adik padahal mereka sama sekali tidak mirip.”

Junhong pun terkekeh. “muka Yongguk memang terlihat sangar, tapi sebenarnya ia sangat baik, noona. Himchan dan Daehyun juga anak yang baik-baik. Meski tampang mereka seperti anak nakal, mereka semua baik dan berteman dengan mereka sangat menyenangkan. Mereka bertiga masing-masing ada perlu, jadi tadi mereka tidak masuk les. Sedangkan tentang motor ninjaku, aku meminjamkannya pada Yongguk karena ia bilang keperluannya sungguh mendadak. Benar tidak apa-apa kau pergi sendiri ke sana?”

“Dasar! Kau ini memang terlalu baik, Junhong-ah. Besok kau harus segera mengambil motormu di rumah Minah ya. Tenang saja. Aku masih mahir dalam taekwondo kok. Kau ini jangan terlalu sering mengkhawatirkanku, lama-lama kau mirip seperti eomma!” aku pun mengelus rambut adikku yang begitu halus. Aku sangat menyayangi adikku yang satu ini. Ia sangat polos dan seperti bayi. Namun menyangkut diriku, ia sering mengkhawatirkanku layaknya eommaku karena kejadian 2 tahun yang lalu.

Junhong terkikik geli. “Aku mengkhawatirkanmu kan wajar, noona. Baiklah, berhati-hatilah. Hubungi aku jika kau ingin aku menjemputmu. Oh ya noona, kenapa kau tidak memanggilku dengan sebutan Zelo lagi?”

“Karena hari ini aku hanya ingin memanggil nama lengkapmu saja, chagiya…” aku mencubit kedua pipi Junhong dengan gemas. Kulitnya yang sangat putih dan wajahnya yang imut membuatku selalu gemas terhadap adikku yang satu ini.

Junhong langsung melepaskan tanganku dengan kesal. “Appo, noona! Jangan memperlakukanku seperti anak kecil terus! Aku sudah bukan anak kecil lagi!”

“Tapi selamanya kau adalah adik kecilku, Junhong-ah hahaha.” Setelah berpamitan dengan Junhong yang berwajah kesal, akhirnya aku pun pergi ke tempat di mana seseorang yang sangat ku rindukan terbaring damai dalam tanah. Tempat yang menyeramkan namun cukup menguras emosi saat melihat batu nisan yang berada di sana. Di tempat bernama pemakaman.

Aku memang tidak takut pergi ke sana sendirian padahal sekarang sudah cukup gelap untuk berkunjung ke tempat ini. Di mana jasad orang yang meninggal terkubur di dalam tanah merah.

Aku terduduk dan mengelus sebuah pigura besar berwarna cokelat tua yang berisi foto orang yang sangat berarti bagiku. Foto seorang wanita yang berparas sangat cantik, wajah yang sempurna dan senyum yang dapat memikat laki-laki manapun di dunia. Wanita dalam foto itu adalah kakak perempuanku satu-satunya yang bernama Park Yoon Ah. Ia meninggal 2 tahun yang lalu dengan keadaan yang sangat tragis.

Bulir air mata pun terjatuh dari sudut kedua mataku melihat nisan yang bertuliskan nama kakak kesayanganku ini. Ku gigit bibirku dengan sekuat mungkin. Berharap bisa mencegah isak tangisku tidak semakin keras.

Semilir angin yang dingin menusuk kulit dan wajahku. Ku sadari bahwa sekelilingku sudah cukup gelap namun rasa rindu pada kakakku melebihi rasa takutku berada di sini.

Kakakku meninggal di depan mataku dengan berlumuran sesuatu yang sungguh menyeramkan bernama darah. Karena itulah, sejak hari itu aku sangat takut akan darah.

Melihat cairan merah itu selalu mengingatkanku pada hari kematian kakakku.

FLASHBACK

Saat itu adalah musim dingin dan salju pun sedang turun. Aku dan Yoona eonni pergi berlibur ke villa bersama dengan Junhong dan Suho oppa, namjachingu eonniku. Aku dan eonni duduk di tengah sementara Suho oppa menyetir dan Junhong duduk di depan.

“Eonni, aku kesal sekali saat orang-orang membandingkanmu denganku. Mereka selalu bilang bahwa kau sangat cantik sementara aku biasa-biasa saja.” keluhku pelan agar Suho oppa dan Junhong yang sedang asyik mengobrol dan berada di depan tidak mendengarnya.

“Kau ini bicara apa Hyojin-ah? Kita ini sama-sama memiliki kecantikan yang di turunkan oleh eomma. Menurutku, kau lebih cantik dariku. Malah aku iri padamu yang sangat mahir dalam taekwondo. Aku memang payah dalam olahraga bela diri.” Ucap Yoona eonni sambil terkekeh.

“Benarkah? Tapi eonni punya namjachingu setampan Suho oppa sementara aku saja belum pernah pacaran.”

“Bagaimana dengan Chanyeol? Kau seharusnya menyatakan perasaanmu padanya. Maka kau bisa berpacaran dengannya.” Yoona eonni mencubit pipiku, hal yang biasa ia lakukan padaku. Karena kebiasaan Yoona eonni lah aku jadi melampiaskannya pada Junhong yang selalu ku cubit pipinya.

“Sakit, eonni! Eonni benar tapi bagaimana jika Chanyeol tidak mempunyai perasaan yang sama padaku? Selama ini kan kita berdua adalah sahabat. Aku takut ia menjauhiku setelah mengetahui aku mempunyai perasaan padanya.”

“Maka cepat katakanlah. Kau mau menunggu sampai 100 tahun pun ia tidak akan tahu jika kau tidak mengatakannya.” Yoona eonni mengacak rambutku. Lalu aku pun mengangguk.

Sebenarnya aku dan Yoona eonni sering di banding-bandingkan karena kecantikan Yoona eonni yang di atas rata-rata. Sebelum menyukai Chanyeol, aku juga sempat menyukai Suho oppa. Tapi saat aku ingin mengatakan bahwa aku menyukai Suho oppa pada Yoona eonni, Yoona eonni dengan senyum bahagia mengatakan bahwa ia saat itu resmi berpacaran dengan Suho oppa. Padahal setahuku ia menyukai Donghae sunbae saat itu.

Dengan senyum pahit aku pun menyetujui hubungan mereka meskipun rasanya sakit sekali mengetahui bahwa orang yang ku sukai berpacaran dengan kakakku sendiri. Aku semakin menganggap bahwa sesuatu yang berharga bagiku selalu di rebut oleh Yoona eonni. Tepat saat itulah, Chanyeol yang tahu perasaanku pada Suho oppa menghiburku dan selalu ada di sisiku. Dan sejak itu, aku mulai menyukai Chanyeol yang selalu setia membantuku.

Aku pernah merasa ingin Yoona eonni menghilang saja dari hidupku. Tapi aku menangkis semua perasaan dengki dan kebencian itu dengan selalu mendekatan diriku padanya. Yoona eonni adalah kakakku yang sangat baik, meski sudah beberapa kali orang yang aku sukai selalu saja menyukainya. Itulah sebenarnya alasan mengapa aku tidak mempunyai namjachingu, karena setiap namja yang mendekatiku hanya bermaksud untuk mendekati Yoona eonni. Kecuali Chanyeol.

Chanyeol bilang ia tidak tertarik dengan Yoona eonni dan aku percaya karena ia lebih menganggap Yoona eonni sebagai kakaknya.

“Apa? Kenapa remnya tidak berfungsi?” ucapan Suho oppa menyadarkanku dari lamunanku.

“Kenapa Suho?” tanya Yoona eonni khawatir.

“Remnya tidak berfungsi! Bagaimana ini-”

“Hyung! AWAAAS!” teriakan Junhong yang keras dan pagar pembatas jalan pun adalah yang terakhir kali ku ingat sebelum di sekitar pandanganku gelap gulita.

***

Kedua kelopak mataku terasa sangat berat. Aku mencoba membuka mataku dan semua rasa sakit menyerang di seluruh bagian tubuhku. Kedua kaki ku terasa mati rasa, tulang-tulangku terasa remuk. Saat ku sadari, ternyata aku berada di tepi sungai.

Apa yang terjadi?

Kenapa aku bisa ada di sini?

Saat melihat sekelilingku, anehnya tidak terdapat mobil yang tadi kami kendarai. Kemana mobil itu?

Ini semua sangat aneh.

Aku berusaha bangun meskipun rasa nyeri di dahiku semakin menggila. Sesuatu yang cair berwarna merah menghalangi pandangan mata kiriku. Aku menyentuh mataku.

Darah? Kenapa ada darah di dahiku?

Aku segera mencari-cari ketiga orang lainnya yang tadi berada di dalam mobil bersamaku dengan panik. Pandanganku yang kabur mulai menyulitkanku mencari mereka. Aku terkejut saat menoleh ke belakang dan mendapati Yoona eonni yang berada agak jauh dariku, terbaring kaku dengan keadaan yang sangat mengenaskan.

Dengan susah payah aku pun menggeliat menuju Yoona eonni. Setelah melihat dengan jelas, aku pun menangis histeris melihat keadaannya di depan ke dua mataku.

Leher Yoona eonni berlumuran darah. Terlihat kulit lehernya yang seperti di sobek dengan lebar dan darah segar masih mengalir dari sana. Mulut, dahi serta hidungnya pun ikut mengeluarkan cairan mengerikan itu.

Aku yakin tidak mungkin karena terjatuh dari mobil saja leher Yoona eonni bisa terluka separah itu. Luka itu seperti ada seseorang yang sengaja melukainya dengan pisau atau suatu benda tajam yang lainnya. Tapi tidak masuk akal bukan jika salah satu di antara kami yang melakukannya?

Siapa yang tega melakukan ini pada eonniku?

“Yoona eonni… Bangun…” ucapku lemah sambil terisak.

“Kumohon bertahanlah. Jangan mati…”

Aku tahu Yoona eonni masih hidup karena darah masih mengalir dari lehernya. Cukup lama tidak ada sahutan darinya dan itu membuatku semakin tidak kuat untuk menangis dengan sekeras-kerasnya.

Perlahan Yoona eonni membuka matanya sedikit dan ia pun tersenyum kecil. “Maaf.. kan a… ku Hyojin-ah…”

“Kenapa eonni harus minta maaf padaku? Sudah.. jangan bicara lagi…” aku mengelus pipi Yoona eonni dengan pelan meski aku merasakan rasa takut yang amat sangat saat melihat darah pun ikut mengalir ke pipinya yang terlihat sangat pucat.

“Maafkan aku.. karena merebut segala yang berharga bagimu… Kini kau bisa lega… karena sekarang…” Yoona eonni terdiam dan air mata menetes di kedua matanya yang bercampur dengan darah. Menyeramkan, namun eonniku masih terlihat sangat cantik bagiku. “Sekarang… aku akan pergi dari kehidupanmu…”

“Apa maksudmu, eonni!? Hentikan ocehanmu itu! Aku sangat menyayangimu… Yoona eonni…” butiran kristal dari mataku semakin deras.

Yoona eonni tersenyum sekilas lalu menutup kedua matanya. Detik itu juga, bisa ku rasakan tubuh Yoona eonni yang hangat semakin lama semakin dingin dan… kaku.

“Eonni, bangun!” aku mengguncang-guncangkan kedua bahu Yoona eonni, namun tidak ada respon apapun.

“Bangun eonni…”

“Aku yang seharusnya minta maaf. Maafkan aku karena selalu iri padamu, maafkan aku yang pernah menganggapmu sebagai pengganggu dalam hidupku, maafkan aku yang pernah berharap bahwa kau lebih baik…” aku menelan ludah. Tenggorokanku terasa kering. Tidak mampu meneruskan kata mengerikan yang pernah aku ucapkan pada diriku sendiri.

Menghilang.

Aku menyesal pernah berharap bahwa aku ingin Yoona eonni menghilang dari hidupku. Kini keinginan itu terkabul di saat aku menyadari bahwa sebenarnya aku sangat menyayanginya.

Dan aku tidak ingin kehilangannya.

Tanganku yang menyentuh pundak Yoona eonni tidak sengaja terkena darah yang mulai berhenti mengalir dari leher putihnya. Saat aku melihat telapak tanganku, aku bergidik ngeri menyadari banyak sekali darah Yoora eonni.

Melihat keadaan sekeliling, Junhong dan Suho oppa pun terbaring dengan keadaan yang tidak terlalu parah seperti Yoona eonni, namun tubuh mereka pun sama-sama di lumuri oleh banyak cairan mengerikan itu. Leher Suho oppa juga memiliki luka sayatan tetapi luka Yoona eonni lebih lebar. Sementara Junhong dahinya hanya berdarah sama sepertiku.

Salju di sekitar tanah itu pun berwarna merah. Merah terkena darah dari ke tiga orang yang berarti bagiku, terutama dari Yoona eonni yang sekarang terbaring tidak berdaya dan berwajah sangat pucat.

Dengan keberanian terakhir, aku pun mendekatkan jariku pada hidung Yoona eonni. Tidak ada sehela nafas pun yang ke luar dari sana. Aku masih belum percaya.

Aku pun mendekatkan telingaku pada dada Yoona eonni.

Tidak ada detakan jantung sama sekali. Nihil.

Seluruh tubuhku terasa membeku. Detik itu juga, bernafas pun terasa menyakitkan dan sesak.

Yoona eonni…

Sudah meninggal.

Author POV

Hyojin yang masih belum menerima kenyataan bahwa Yoona sudah meninggal tetap memaksa kakaknya bangun.

Mencoba mempercayai bahwa keajaiban itu ada.

Meski ia juga tidak yakin apakah kakaknya itu akan terbangun jika ia terus berteriak seperti itu.

“Bangun eonni… Jangan tinggalkan aku sendiri…”

Isak tangis Hyojin adalah satu-satunya yang terdengar di tepi sungai itu. Salju yang turun menumpuk di atas kepalanya tidak ia pedulikan. Udara dingin yang menusuk hingga menyusup sampai ke tulangnya pun tidak membuatnya menyerah untuk terus berteriak memanggil kakaknya supaya ia terbangun meski itu mustahil.

Tanah yang di kelilingi oleh salju berwarna merah dan kakaknya yang telah menghembuskan nafas terakhirnya dengan bersimbah darah itu pun menjadikan trauma yang begitu menakutkan bagi Hyojin.

Melihat darah selalu mengingatkannya akan saat ia melihat leher kakaknya yang mengalirkan darah dengan banyaknya. Namun ia tidak dapat berbuat apa-apa selain menangis melihat kakaknya terbaring lemah dan akhirnya meninggal. Ia selalu menyesali keinginannya saat ia ingin kakaknya menghilang.

Sejak itulah Park Hyojin selalu menganggap bahwa kematian kakaknya adalah akibat keinginannya sendiri.

Dan sejak itulah ia sangat takut pada darah dan warna merah.

***

Setelah Hyojin terus berteriak di tepi sungai selama hampir 4 jam, ada dua orang lelaki yang menemukan Hyojin serta ke tiga orang lainnya di tepi sungai itu. Mereka mengantar Hyojin, Junhong, Suho dan Yoona ke rumah sakit.

Junhong di rawat di ICU, Hyojin harus menginap karena luka di dahinya dan kakinya yang terluka.

Sementara Hyojin juga harus mengalami kenyataan pahit karena bukan hanya Yoona saja yang pergi meninggalkannya, tetapi namjachingu kakaknya juga, Suho, ikut menyusulnya.

Yoona dan Suho telah meninggal dunia di hari itu.

FLASHBACK END

Hyojin POV

Kejadian mengerikan itu terus berputar di kepala ku dan hampir membuatku gila jika saja Chanyeol, Minah dan Junhong tidak menghiburku dan selalu berada di sisiku.

“Eonnie, beristirahatlah dengan tenang. Aku akan mengunjungi eonni lagi nanti.” Ucapku lalu mengelus batu nisan bertuliskan nama kakakku itu dan menaruh setangkai bunga lilly putih kesukaannya di atas batu nisan tersebut.

Aku pun meninggalkan pemakaman yang ternyata mempunyai aura yang cukup menyeramkan.

Setelah berjalan beberapa menit, aku melihat di gang kecil seorang wanita yang sedang bermesraan dan melakukan sesuatu yang belum pernah ku lihat bersama kekasihnya. Wajah kekasihnya tidak terlihat karena rambut panjang wanita itu serta gang itu agak gelap.

Aku segera mengalihkan pandanganku ke depan kembali karena menurutku tidak pantas melihat sesuatu yang tidak seharusnya ku lihat.

Tapi aku pun berhenti meneruskan langkah kakiku saat menoleh kembali karena kekasih perempuan itu ternyata adalah…

Adikku!

“Junhong-ah?” aku kaget saat melihat Junhong yang menatapku namun aku bingung mengapa ia menatapku dengan pandangan yang seperti… meminta tolong?

“Hyojin noona… cepat.. LARI!” teriak Junhong sekeras mungkin.

Saat aku menyadari, ternyata wanita itu bukan bermesraan dengan Junhong, melainkan ia sedang…

OH GOD!

Wanita itu sedang menggigit leher Junhong dengan ganasnya, meminum darah yang mengalir segar dari leher adikku itu. Wanita itu adalah vampir!

Aku tidak mungkin meninggalkan adikku satu-satunya. Dengan keberanian diri, aku pun mulai mendekati wanita itu, entah bagaimana caranya aku ingin menyingkirkan taring tajamnya dari leher Junhong.

Tepat saat itu, wanita berambut panjang itu menoleh ke arahku, wajahnya tidak terlalu kelihatan jelas namun yang bisa ku lihat hanyalah kedua bola matanya yang berwarna merah sepekat darah. Ia pun maju dan aku dapat melihat wajahnya dengan jelas.

DEG

Jantungku terasa berhenti berdetak saat melihat wajah vampir wanita yang meminum darah dari leher Junhong. Ia menatapku dengan pandangan datar dan darah Junhong yang berada di sekitar mulutnya.

Aku mengenal wanita itu.

Wanita yang sangat ku rindukan dan sangat ingin ku temui.

Wanita yang mempunyai kecantikan yang luar biasa dan selalu membuatku iri.

Wanita itu…

Tidak mungkin!

“Yoona… Yoona eonni?”

TBC!

Wuahahaha panjang sekali bukan chapter 3 kali ini? Sepertinya author punya kebiasaan manjangin chapter di chapter 3 seperti halnya Unpredictable Future hahaha.

Rame ga? Penasaran ga? *author kepo*

Soalnya menurut author sih rame hehehe *ditimpuk readers*

Ya seperti yang sudah-sudah sampai mulut berbusa author bilang bakal hiatus lama tapi ga jadi-jadi karena baca komen. Tapi! Mulai saat ini udah fix HIATUS supaya fokus UN.

Doakan saya untuk lulus dengan hasil yang memuaskan ya! *kata pembaca: iyee.. bosen gue lu nulis beginian* wkwkwk

TERIMAKASIH BANYAK BUAT YANG UDAH BACA FF THE 12 EXTRAORDINARY VAMPIRES DAN UNPREDICTABLE FUTURE DI WP AUTHOR INI. TUNGGU COME BACK AUTHOR YA! *emangnye exo?*

PINGINNYA SIH COME BACK PAS EXO JUGA COME BACK HUHUHU SEE LOO MAN EH SALAH, LEE SOO MAN KENAPA SIH ENGGA NGEBIARIN EXO CEPETAN COMEBACK? KEBURU UBANAN INI RAMBUT NUNGGUNYA! *ngeluh mulu ini author*

Mau nanya nih! Kris itu beneran keluar dari exo ga sih? Author ga mau dan ga relaaaa!

Kalau ada yang di tanyakan ke twitter @santifauziaa aja oke!

Oh ya liat nih gambar gif yang unyu-unyu. Chanyeol suami author ini ternyata pinter matematika lho! hehehe buktinya dia lagi ngajarin maknae Sehunnie matematika sementara Kai kelihatan engga tertarik dengan muka ‘dafuq what is dat’ alias ‘apaan tuh?’ hahaha

tumblr_mkb7vtNhA41qe7lq8o1_250  tumblr_mkb7vtNhA41qe7lq8o2_250

tumblr_mkb7vtNhA41qe7lq8o3_r1_250

tumblr_mkb7vtNhA41qe7lq8o4_r1_250

Chanyeol dan Sehun lucu bangeet unyunyuu! Kai kamu tuh ya hahaha sama banget kaya author yang pas merhatiin matematika pasti mukanya kaya gitu wkwkwk.

Sehun si maknae jahil

tumblr_mk95yqSgQL1rx4v18o1_250   Kai dan Chanyeol meragain jadi model kaya waktu itu mereka meragain fashion show. Kai dan Yeollie lucu banget sih terutama Kai yang udah ga tahan ngakak sejak tadi!

Dan reaksi maknae jahil kita:

tumblr_mk95yqSgQL1rx4v18o2_250

Ketawa ngakak di balik eomma Kyungsoo hahaha XD

Lalu selanjutnya, Sehun nyuruh Tao buat ngasih fan service pas di mbc idol star championship 2013, exo pasangan sama girls day! pada udah nonton belum readers?

tumblr_mk95yqSgQL1rx4v18o3_250

Sehun: Tao hyung, ayo cepet!

Tao: Iye, iye

Dan reaksi Sehun:

tumblr_mk95yqSgQL1rx4v18o4_250

Ngetawain Tao sampai jatuh segala.

Jahil banget ya Sehunnie wkwkwk padahal dia sendiri yang nyuruh Tao!

Dasar maknae jahil tapi sejahil-jahilnya Sehunnie tetep aja author suka sama dia wkwkwk. setuju kan readers?

Dan di bawah ini entah mengapa author post karena selalu berhasil bikin author ngakak.

tumblr_m1qblbp5zm1qk26qyo1_500

Widy Vierra dan pacarnya. huakakak ngerti ga kalian apa yang di bicarain Widy Vierra? Ini pake bahasa sunda karena author orang bandung dan Sunda. Biar author terjemahkan ya hehehe.

Widy: Kenalin ini pacar saya, hulu nya (kepalanya) kaya cilok di saosan.

Pacar Widy: Daripada kamu, hidung kecil kaya upil.

Huahahaha author ngakak sumpah baca editan foto ini. Ini di edit di Tumblr infowatir. silahkan kalau mau berkunjung terutama orang Sunda pasti tau twitternya hehehe. Bukan maksud ngejek Widy Vierra dan pacarnya, ini cuma buat LUCU-LUCUAN hehehe.

Lalu mari kita kembali lagi ke EXO. kalian udah tau pemotretan IVY CLUB edisi Summer kan? lucu banget ya ini couple lawak abadi BAEKYEOL!

ivy28

Kyeoptaaa! :* Chanyeol dan Baekhyun lucu banget pake kumis palsu itu hahaha

o

kolaborasi Baekyeol. Kyaaa!

Oh ya terakhir ada pesan dari Kai:

Kkamjong-exo-k-33973887-245-222

Don’t be Silent Reader atau bakal di apa-apain sama dia wkwkwk

Dan serius, ini terakhir banget:

tumblr_mk9kbpPQsn1qlpcino2_250

Wait me on Unpredictable Future and The 12 EXtraordinary Vampires next chapter. Okay? *aegyo*

MAKASIH BANGET BUAT KALIAN YANG MAMPIR SOALNYA BARU BANGUN TIDUR AJA UDAH ADA 100 VIEWS. JANGAN JADI SILENT READER YA, CHAGI! DI GIGIT SAMA CHANYEOL DAN SEHUN LHO NTAR! *kata readers: kalau di gigit sama mereka mah pasti mau lah*

KAMSAHAMNIDA MY PRECIOUS READERS! :*

*bow bareng HunHyoYeolBaekHan* *tebar confetti*

Advertisements

107 thoughts on “The 12 Extraordinary Vampires (Chapter 3)

  1. aaahh,, seru banget thorr ceritannya 🙂
    yoona jadi vampir jahat ya?? berarti suho jga dong aaaa., ANDWAE T.T adiknya jga dong 😦

    daebak ceritannya 🙂

    buat author semoga lancar ya UN nya dn dpt nilai yg memuaskan 🙂

    lanjut thor ceritanya 😀

  2. Odaebak eon!!!
    Saya suka saya suka
    eon chapter selanjutnya jangan lama 2 and yang panjang2 ya!!!
    Oh ya suho ama yoona tuh idup lagi jadi vampir gt???
    Lanjut thorr

  3. wah kebetulan banget belakangan ini aku lagi suka sama vampir-vampran(?), dan author membuat ff tentang vampire, apalagi main cast-nya SEHUN, si maknae cadel yang udah bikin aku klepek-klepek*lebehh-__-*. poko’e T.O.P B.G.T ^__^9

    thanks a lot buat author karena udah buat ff ini, hoho.

    penasaran siapa yang udah buat Yoona jadi vampir. dan berharap sehun bakal datang buat nyelamatin Hyojin.

    waiting for the next chapter ^^

  4. aku tiap comment bingung mo comment apa T.T kau commentnya Daebak! aja y soalnya saking kerennya aku gk tw hrs comment apa ._. yg penting ninggalin jejak 😀

  5. Sukaa bngett ff’a
    Aq jg lgii suka bnget baca ff exo jadi vampir hehe
    Itu gif’a exo lucu” bngettt
    Buat author keep writing ff mu keren” loh
    Daebak..

  6. Konfliknya disini udah mulai muncul dan sangat membuat orang penasaran -__-” tapi, saya paling suka sama FF bergenre begini, rasanya beda… Jadi, semangat untuk melanjutkan FF nya Hwaiting!!!!!

  7. wah author keren banget..
    tapi kok semua saudaranya hyojin jadi jahat sih…
    tapi ga papa lah…dah ada getar2 cinta nih sehun ma hyojin…
    Lanjut…

  8. My Zelos 😀 Zelo unyu muncul, KYAAA!! Zelo masih muda, pleaseuu jangan dijadiin vampire darah kotor-_- Kata aku Suho vampire deh, kayanya yang gigit Yoona emang Suho dan dia memanipulasikan dirinya sendiri supaya ga ketauan kalo dia vampire *cia omongannya*

  9. seru thor ceritanya

    itu si Yoona jadi vampire?
    apa jangan2 luka di peher Yoona itu gara2 digigit vampire?

    itu si sehun pasti dh ada rasa ya sma si hyoji…

    karena saya baru baca cus langsung ke part 4 dulu
    insyaallah nnt saya komen lagi

    ^^

  10. thor aku readers baru
    AKU SUKA FF INI KEREN BANGET~
    AKU PENASARAN!!! SEMOGA CHANYEOL YANG SAMA HYOJIN! \capslock jebol\

  11. pesannya sehun di gif itu ngenaaa banget thoorrr muahaha
    sama kaii haduh malah pengen kena hukuman nya kai nih thorr kkk #kaboorr
    uwaaaawwwww thorr demen bgt sih bikin penasaran readers kkk #digetok authorr
    uwaaa yoona vampir ? jgn ” suho juga vampir TT..TT
    jgn jgn yang ngisep tu darah chanyeol aaarrgghhh *molla
    uwaaaaa daebak bgt thoorr…
    tapi bner bner ikut merinding waktu sehun
    nempelin mulutnya ke leher nya si hyojin kyahahahaha #dzikiran brng sungyeol kkk XD
    uwahahahaha…. daebak deh thoorr !! jjang ^^
    ^^..^^

  12. thor, salam dari kainya itu loh yg bikin pada ga komen ! kan ingin di apa apain kai #plak *abaikan aja yg ini*
    ffnya keren, maaf aku lupa komen di chapter sebelumnya krna terlalu kepo dgn cerita selanjutnya,
    author yg baik maafkan saya #bow *ga jadi di apa apain kai*kecewa*
    oke thor aku kembali baca aja dan aku new reader

  13. Sumpah ep ep nya taMbah KEREN 😀 ,,selalu saja bikin penasaran 🙂

    padahal aku reader baru d’sini ,tp udah suka bnget sma ff kmu ,,, bisa” aku jadi fans ep ep mu chingu 😀 qqqqq

    terus berkarya yah ,,Ganbatte 🙂

  14. buset dah chanyeol tuh kayaknya nikmatin banget woy minum darah…
    kalo aku udah di sekolah situ barengan sama chanyeol sama sehun yang ada udah teriak-teriak “BITE ME OPPA!!”
    oh ya, pas sehun menolong hyojin, itu tuh romantis banget… apa lagi pas sehun ngebelai rambutnya hyojin sambil meluk…. tapi Sehun tuh jadi romantis karena kejailannya (?)
    Btw, baca ini itu bikin deg deg an banget! serasa nonton drama beneran!

  15. woaahh makin kesini makin seru ajj jadi skrang juhong jadi vampir darah kotor dong?
    oh tidakkkk aku tak mau #alay
    lanjutt

  16. kaget bgt thor wkt chanyeol blg darah O baunya harum … soalnya gol darahku O juga, hehe tapi kalo vampir nya kaya exo mau mau aja digigit #eh
    lanjut thor ya 🙂

  17. Keren keren keren! Daebak, amazing! Smua nya deh pkoknya..
    Galau hmpir nangis malah udah nangis gegara baca chapter 3 ini

    oh iya aku mau nanya, knpa aku mau ngoment ch 2 nya kok gk kekirim-kirim yah,aku udah 10 kali coba tpi tetep aja:'(

    aku seneng bnget kalo bca ff trus di pw, tpi kalo mau minta pw nya sama author nya cepat di bles nya.. Hehe:D jdi gk kelamaan nunggu nya, Gomawo thor

    Mianhae klo ada slah kata

  18. ahhhh eon daebak bangett,aku jadi pengen ikut gigit” kaya vampirenya *rawr*/abaikan,haha. Ahhh pokoknya no comment eon,daebak sangatt. Okee absend cukup eon,pengen baca chapter selanjutnya…..(pegangan sama kris,terbang)*wussh* /abaikan lagi wkwk

  19. ahhh
    yoona jadi vampire jangan” zelo juga bakal jadi vampire
    aniyaaaaaa
    gak nahan air mata sampe dicap gila ama sodara sendiri

  20. Waaaaaaaaaaa keren thor daebak bagus. Greget bgt….

    Jadi… maksudn yonna n mati gara” d gigit vampir gitu?? #bingung

    Udh deh dri pada bingung langsung baca chap brikutna..

    E iy thor… aku di chap sbelumnya lipa komen jadi komenya skalian disni aja ya… ff nya keren n feel nya dapet banget…>.< nyampe ga tau mau ngomong apa saking bagusnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s