The 12 Extraordinary Vampires (Chapter 4)

Tittle: The 12 Extraordinary Vampires

Author: Santi Fauzia (@santifauziaa)

Main Cast:

Park Hyojin

Oh Sehun

Park Chanyeol

Xi Luhan

Kai

Support Cast:

Kris

Bang Min Ah

Suho

Jessica

Choi Junhong as Park Junhong

Im Yoon Ah as Park Yoon Ah

All member EXO

Genre:

Romance, Fantasy, a little bit Comedy, Action.

Rating:
PG 15

Length:

Chaptered

Disclaimer: FF ini murni hasil karya imajinasi saya yang di campur dengan berbagai macam novel dan film vampir, terutama Vampire Knight, True Blood dan Vampire’s Diaries. DON’T COPAS, DON’T BE PLAGIATOR AND DON’T BE SILENT READER!

Annyeonghyohun! I’m back!

Sebenarnya aku seneng banget ternyata banyak juga yang nunggu FF ini soalnya waktu itu yang komennya dikit banget dan aku hampir nganggap FF ini gagal jadi tadinya chapter 3 nya ga akan aku post dan bakal di ganti sama FF aku yang lain hehe. Gomawo ya yang udah komen! 😀

Chapter kali ini lebih pendek supaya ga bikin mata kalian bolor dan sebenarnya saya stuck bikin FF ini jadi harap maklum yah ehehe. Asalnya chapter kali ini mau bikin poster baru, But I’m too lazy to do that, jadi pake poster yang lama deh hahaha. maaf lama post soalnya saya kena penyakit males nulis hehehe. saya pikir eunhyuk dan sooyoung ga cocok banget punya anak macam chanyeol hahaha #abaikan

Jangan lupa KOMEN ya chingudeul!

Saranghae yeorobun! :*

vampires

CHAPTER 4

Hyojin’s point of view

Rasanya jantungku hampir berhenti saat melihat dengan jelas bahwa vampir itu adalah kakak kandungku. Sementara Junhong yang tadi di minum darahnya tersungkur lemas dan jatuh terbaring ke tanah.

“Yoona… Yoona eonni?” aku bertanya dengan segala keterkejutanku.

Kenapa Yoona eonni bisa menjadi vampir?

Vampir yang ternyata adalah kakakku itu pun semakin mendekat padaku.

Wajah cantiknya, rambut hitamnya yang tergerai indah, semuanya tidak ada yang berubah.

Kecuali bola matanya yang berwarna merah disertai tatapan mematikan, kulitnya yang begitu pucat dan darah Junhong yang berbekas di sekitar bibir dan mulutnya yang membuatku mual.

Langkah Yoona eonni pun terhenti tepat di depan aku berdiri.

Melihat kenyataan bahwa vampir yang ada di hadapanku sekarang ini adalah kakakku, semua perasaan takut dan senang bahwa ia masih hidup pun menjadi bercampur aduk.

Aku menatap bola matanya yang berwarna merah darah itu dan semua rasa takut langsung muncul di dalam diriku. Namun semua rasa takut itu mencair saat Yoona eonni tiba-tiba membawa tubuhku dalam pelukannya. Yang dingin.

Semua emosi yang aku pendam selama ini akhirnya menyeruak begitu Yoona eonni memelukku. Butiran kristal bening mengalir tanpa bisa aku kendalikan dari kedua mataku. Aku menangis karena ternyata eonniku masih hidup. Meski bukan dalam wujud manusia lagi. Tapi aku tahu bahwa vampir yang sekarang sedang memelukku ini adalah Yoona eonniku.

“Eonni…” aku berusaha mengucapkan kata yang sudah lama tidak aku sampaikan pada eonniku. Yaitu menyebut namanya di depan dirinya. Sudah 2 tahun lamanya. “Yoona eonni… neomu bogoshipo..” ucapku di sela-sela isak tangisku.

“Nado bogoshipo…” jawab Yoona eonni dengan nada yang entah mengapa terkesan datar dan berbeda, namun aku tidak peduli. Eonniku masih hidup dan itulah yang terpenting bagiku.

“Eonni kenapa kau menjadi vampir?” setelah aku mengucapkan pertanyaanku itu, tiba-tiba saja ku rasakan kedua bahunya bergetar. Namun aku tersentak ketika ternyata Yoona eonni bukan menangis, melainkan tertawa. Ia melepas pelukannya dan tertawa terbahak-bahak dan jujur saja tawanya sungguh membuat bulu kudukku meremang.

“Hahahaha dasar manusia bodoh!”

DEG

Betapa kagetnya aku mendengar Yoona eonni berkata seperti itu. “Apa maksudmu, eonni!?”

Yoona eonni masih tertawa, lalu tiba-tiba ia tersenyum licik dan memainkan rambutku. Tatapan matanya kini berubah menjadi seperti seorang psikopat.

“Eonni, eonni, eonni. Sungguh menyebalkan sekali hari ini. Kau dan namja yang aku hisap darahnya tadi sama saja. memanggilku dengan sebutan yang berarti ‘kakak’ seperti kalian mengenalku.”

“Eonni kau kenapa-” dalam secepat kilat Yoona eonni sudah mendorongku hingga punggungku menyentuh pagar besi lalu rasanya seluruh tubuhku bergetar hebat saat Yoona eonni mencekik leherku.

“AKU BUKAN EONNIMU!” Yoona eonni berteriak tepat di depan wajahku dengan mata merahnya yang melotot dan terkesan sangat marah. Semua badanku terasa lumpuh mendengar ucapan Yoona eonni. Lumpuh dalam ketakutan.

“Anak lelaki itu, ia tidak henti-hentinya menyuruhku untuk pulang ke ‘rumah’ bersamanya dan memanggilku ‘Yoona noona’. Akhirnya karena ia menyebalkan, aku pun menghisap darahnya yang ternyata sangat lezat.”

Rasa ngeri langsung menyerang saat aku mendengarnya. Aku menoleh dan melihat Junhong yang masih terbaring di atas tanah dengan mata menutup dan wajah yang terlihat sangat kesakitan. Kalau saja aku bisa menyingkirkan Yoona eonni, aku ingin sekali menyelamatkan Junhong.

“Kalian memanggilku eonni dan noona, sebenarnya siapa kalian hah!?” Yoona eonni semakin memperkuat pegangan tangannya pada leherku. Membuatku semakin kesulitan menghirup oksigen dan sesak nafas. Namun aku berusaha menjawab pertanyaan vampir yang sedang mencekik leherku sekarang ini meskipun rasanya sebentar lagi aku akan mati karena kehabisan nafas.

“Kami adalah.. adik kandungmu.” Ucapku dengan nafas yang tersengal-sengal.

“Adik kandungku!? Mungkin kalian salah orang. Namaku memang Yoona tapi apa kalian buta? Aku adalah vampir!” setelah itu vampir wanita yang mengaku bukan Yoona eonni itu pun melepaskan tangannya dari leherku. Aku terjatuh karena jika vampir wanita itu mencekik leherku lebih lama, pasti aku akan segera kehilangan nyawa.

Aku menghirup oksigen sekuat-kuatnya. Beruntung aku masih bisa bernafas sampai detik ini. Cengkeraman tangan vampir wanita itu sungguh kuat. Buktinya leherku masih terasa sakit saat ini.

Belum sempat aku pulih, dalam sekejap vampir wanita itu mendekat dan membuka mulutnya. Memperlihatkan taring yang terlihat sangat tajam di sana.

“Darahmu harum sekali. Setelah adikmu yang ku hisap, kau yang selanjutnya. Aku akan meminum darahmu sampai tak bersisa. Lalu kau akan menjadi sepertiku. Seperti “Yoona eonni” mu ini. bagaimana?” tanya vampir wanita itu dengan senyumnya yang licik.

“Tidak! Aku tidak mau dan kau bukan eonniku!” aku memberanikan diri untuk berteriak di depan wajahnya yang kini terlihat semakin marah.

“Kau kira apa yang bisa kau lakukan sekarang!? Tidak akan ada yang bisa menolongmu. Terutama adikmu itu, ia kini pasti sedang menderita karena sebentar lagi ia akan berubah menjadi sama sepertiku.”

Manik mata berwarna merah rubi yang menyala namun sekalius kelam itu menatapku dengan tajam, taring miliknya yang mengerikan itu sebentar lagi akan menembus kulitku yang pasti rasanya akan sangat luar biasa sakit. Bukan sakit karena ia menghisap darah di leherku nanti, namun sakit karena yang menghisap darahku adalah vampir yang berwajah sama persis dengan kakakku yang sudah tiada. Sungguh tragis memang.

Aku memejamkan mataku namun anehnya di dalam kepala ku terbayang seseorang yang tidak ku duga akan berada di fikiranku. Bukan Chanyeol. Yang terbayang saat ini di kepalaku adalah vampir darah murni itu. Oh Sehun.

Bodoh. Terkutuk kau, Oh Sehun. Kau membuatku memikirkan permintaanmu untuk mencoba melupakan Chanyeol dan memintaku untuk mulai menyukaimu. Sejak itu aku terus memikirkanmu meski aku tidak tahu mengapa.

Inilah akhir hidupku sebagai manusia. Di hisap darah oleh vampir dengan wajah mirip dengan Yoona eonni. Mungkin ini semua karma bagiku. Karena aku pernah menginginkan Yoona eonni menghilang dan ia pun meninggal. Sekarang aku harus di bunuh oleh vampir yang mirip dengannya. Meski dalam hati aku masih yakin bahwa vampir ini adalah Yoona eonni.

“Sehun… Tolong aku..” ucapku pelan sambil ku rasakan air mataku mengalir karena takut.

Selama beberapa detik saat aku memejamkan mataku aku merasa heran karena aku tidak merasakan rasa sakit apapun di leherku. Saat aku mencoba membuka kedua mataku, aku benar-benar tidak menyangka bahwa di depan penglihatanku sudah muncul seseorang yang sejak tadi mengganggu pikiranku.

Dengan senyum mengembang, seorang namja tampan itu pun berkata “Kau memanggilku?”

Sehun’s point of view

Malam adalah waktu di mana aku harus berburu mangsa ke luar. Luhan hyung dan Kris hyung juga berburu namun mereka pergi ke tempat yang berbeda denganku.

“Sehun-ah, kau tidak akan ikut berburu bersama kami?” tanya Luhan hyung sebelum mereka pergi.

“Tidak Luhan hyung. seperti biasa, aku akan berburu sendiri.” Jawabku terkekeh.

“Bolehkah aku ikut bersamamu, Sehun-ah?” ucap sebuah suara halus dari seorang yeoja berambut pirang keemasan yang bercahaya terkena sinar bulan sambil menatapku memohon. Ia bernama Jessica.

Aku hanya menatapnya datar. Jessica adalah temanku sejak kecil. Aku tahu bahwa ia menaruh perasaan padaku, namun aku memang tidak tertarik padanya.

“Tidak, Jessica. Kau berburu bersama Tiffany saja.” Jawabku sambil tersenyum tipis. Inilah mengapa aku selalu dingin kepada wanita. Karena menurutku setiap wanita yang dekat denganku selalu saja mengikutiku kemanapun aku pergi. Tentu saja karena mereka tertarik padaku dan itu bukan sesuatu yang aku banggakan.

Melainkan aku kesal akan hal itu. Sementara Luhan hyung dan Kris hyung sudah terbiasa. Namun sepertinya selamanya aku tidak akan pernah terbiasa jika seorang wanita terus mendekatiku. Itu menjengkelkan.

Jessica terlihat kecewa. “Wae?”

“Aku memang lebih bebas berburu sendiri. Kasihan kan jika Tiffany berburu sendirian.” Setelah jawabanku itu, akhirnya Jessica pun mengangguk setuju.

“Jessica, bagaimana kalau kita berburu bersama Luhan oppa dan Kris oppa saja?” usul Tiffany.

“Baiklah.” Jawab Jessica. Jessica dan Tiffany asyik mengobrol dan aku pun menghampiri Luhan hyung yang menyuruhku untuk menghampirinya.

“Sehun-ah, sepertinya Kris hari ini akan sangat senang karena Tiffany ikut berburu bersama kita.” bisik Luhan hyung dengan jahil di telingaku. Kami berdua melihat Kris hyung yang mengajak ngobrol Tiffany dengan senangnya dan terkikik geli.  Kris hyung memang mempunyai perasaan pada Tiffany. Namun sayangnya, Tiffany menyukai Luhan hyung dan Luhan hyung tidak menyadarinya. Benar-benar kisah cinta yang rumit.

“Oh ya, kenapa kau tidak ingin bersama dengan Jessica? Jessica itu salah satu vampir yang cantik dan menurutku kalian berdua cocok.” Ucap Luhan hyung dengan pelan.

“Aku kan sudah bilang, aku memang tidak tertarik padanya.” Jawabku datar.

Lalu tiba-tiba Luhan hyung tersenyum jahil membuat perasaanku tidak enak. “Apa kau tertarik pada Hyojin?”

“Apa… apa maksudmu, Luhan hyung?” entah mengapa tenggorokanku terasa kering dan aku pun merasa gugup akan pertanyaan Luhan hyung.

“Kemarin kau bercerita bahwa kau menolongnya dari Chanyeol. Kurasa ada alasan lain mengapa kau bersikeras menolongnya tanpa ia minta.” Senyum Luhan hyung semakin mengembang.

“Ia adalah mind reader milik kita. Aku rasa sudah sepantasnya aku melindunginya dari vampir darah murni lain.”

Luhan hyung pun ber-ooh ria meskipun masih tersenyum curiga.

“Luhan-ah, ayo kita pergi berburu. Apa saja yang kalian bicarakan sih?” Kris hyung kelihatan curiga menatap kami berdua yang sejak tadi berbisik-bisik sementara kami hanya tersenyum tanpa dosa.

“Tidak, kami hanya membicarakan seseorang yang sangat senang karena Tiffany ikut berburu bersamanya.” Kris hyung langsung menjitak kepala Luhan hyung. lalu ia pun tertawa melihat semburat merah dari pipi Kris hyung.

“Berhenti mengejekku, Luhan-ah.” ujar Kris hyung kesal. Lalu ia menoleh padaku. “Sehun-ah, apa kau sudah memberitahu pada Hyojin-sshi tentang siapa sebenarnya keluarga Chanyeol?”

Jika di rumah, Kris hyung dan Luhan hyung terbiasa memanggil namaku saja. Meski sebenarnya aku juga tidak nyaman saat mereka memanggilku dengan sebutan ‘Master’ padahal mereka lebih tua dariku.

Aku menggeleng. “Belum, aku akan memberitahunya jika memang sudah saatnya.”

“Ya sudah, tapi aku sarankan kau memberitahunya secepatnya sebelum ia mengetahuinya sendiri.” Setelah berkata seperti itu, Kris hyung dan tiga vampir lainnya pun akhirnya pergi berburu. Sementara aku masih berada di sini.

Aku masih ingat saat aku menjahilinya untuk mulai mencoba menyukai ku dan melupakan Chanyeol, karena keluarga Chanyeol adalah musuh bagi keluargaku. Terutama ayah Chanyeol yang bernama Hyuk Jae. Sebenarnya kedua orangtua Chanyeol adalah vampir pembunuh legendaris. Dan sepertinya Chanyeol mempunyai bakat yang sama dari ayah dan ibunya.

Aku masih memikirkan perkataan Luhan hyung tadi. Sesuatu di dalam dadaku terasa berdetak tanpa di perintah.

Sebenarnya aku hanya membohongi dan menjahilinya karena aku hanya merasa bosan. Tapi aku juga heran, mengapa aku mati-matian menolong Hyojin tanpa ia minta?

Bahkan sampai menggunakan kekuatan menghilangkan diri yang di ajarkan oleh kakakku, Kyuhyun hyung.

Apa aku mulai menyukai Hyojin?

***

Saat aku sedang meminum darah dari seekor burung merpati di sebuah menara, mataku terbelalak kaget melihat Hyojin dan seorang vampir wanita yang terlihat menyeramkan dan sedang berteriak di depan wajahnya. Hyojin pun menangis dan terlihat sangat ketakutan.

Seluruh tubuhku terasa kaku melihat Hyojin dengan keadaan seperti itu. Beraninya vampir itu bermaksud membunuh Hyojin dengan menunjukkan taringnya.

Lagi-lagi perasaan ini muncul. Sama seperti saat aku melihat Hyojin yang hampir ketahuan oleh Chanyeol di ruang UKS. Perasaan ingin melindungi Hyojin.

Aku pun melemparkan burung merpati yang sudah ku hisap darahnya tadi entah ke mana dan pergi menuju tempat Hyojin terduduk lemas sambil menangis melihat vampir wanita itu. Bermaksud untuk membunuh vampir wanita itu yang berani-beraninya ingin menggigit leher Hyojin.

Hyojin’s point of view

Oh Sehun. Ia berdiri tegak sambil mengenakan pakaian serba hitam dan jubah vampir. Rambutnya yang biasanya tertata rapi saat di sekolah itu sekarang terlihat berantakan, kedua bola matanya lagi-lagi berubah menjadi warna biru laut menyala. Sial, kenapa di saat seperti ini jantungku harus berdebar-debar melihat wujud vampir Sehun yang terlihat sungguh tampan?

Tiba-tiba Sehun menarik  Yoona eonni dan memeluknya dari belakang. Lalu tangan kiri Sehun memegang leher Yoona eonni sementara tangan kanannya memegang sebuah belati perak yang terlihat sangat tajam dan mengarahkannya pada leher Yoona eonni. “Sebenarnya siapa kau, vampir darah kotor?” tanya Sehun.

Vampir darah kotor? Apa berarti vampir itu memang Yoona eonni?

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, vampir darah murni.” Jawab Yoona eonni dengan tenang seakan tidak khawatir akan belati perak yang di pegang oleh Sehun.

“Kau sudah berani ingin mengubah Hyojin menjadi vampir darah kotor sepertimu, lebih baik kau mati dengan belati ini.”

Semua kata yang meluncur dari mulut Sehun membuatku merinding. Vampir itu bukanlah Yoona eonni, tapi aku tidak mau Sehun membunuhnya. Bagiku itu sama saja aku menyaksikan Yoona eonni terbunuh di depan mataku untuk kedua kalinya.

“Andwae! Jangan bunuh dia, Sehun-sshi!” teriakanku membuat Sehun menatapku heran. “Kenapa? Ia hampir membunuhmu dan membuatmu menjadi vampir darah kotor. Apa salahnya jika aku membunuhnya?”

“Karena dia..” tenggorokanku terasa tercekik untuk meneruskan kalimatku selanjutnya. Aku tahu ia bukan kakakku. Aku tahu. Tapi…

“dia adalah kakakku!”

Sehun terlihat sangat terkejut. “Kakakmu?”

“Lepaskan aku vampir darah murni! Dan kau, manusia! Sudah ku katakan aku bukan kakakmu!” teriak Yoona eonni marah sambil memberontak dalam pelukan Sehun.

“Diam. Atau aku akan meminum darahmu.” Setelah Sehun berkata seperti itu, Yoona eonni pun tiba-tiba berhenti memberontak dan bisa ku lihat dengan jelas rasa takut di matanya. Kenapa ia sangat takut jika di minum darahnya oleh Sehun?

“Yoona noona? Kenapa kau menjadi vampir?” sebuah suara berat dari seorang namja bertubuh tinggi yang berada di belakang Sehun dan Yoona eonni itu membuat aku terkesiap, begitu juga Sehun.

“Cha.. Chanyeol!?”

Chanyeol’s point of view

Seperti biasa, saat malam hari adalah waktunya aku berburu mangsa. Karena persediaan kantong darah di rumahku sudah habis, sepertinya malam ini aku akan meminum darah dari banyak mangsa.

“Chanyeol-ah, kau mau pergi berburu sekarang?” tanya ayahku, Lee Hyuk Jae. Sekarang aku masih berada di rumahku. Kami sekeluarga baru berunding tentang mencari mind reader. Dan keputusannya adalah kami semua harus mencari mind reader tersebut dan membuat ia mencari 6 vampir lain yang memiliki kekuatan sepertiku dan Baekhyun. Karena aku sudah tahu bahwa Oh Sehun serta pengikutnya Luhan sunbae dan Kris sunbae adalah vampir yang berkekuatan sama sepertiku. Aku mengetahuinya dari pengamatan Baekhyun karena ia sekelas dengan Sehun.

Sementara satu vampir lagi adalah namja yang terkenal playboy di sekolahku. Aku pernah melihat ia bermesraan dengan seorang perempuan di bukit belakang sekolah, lalu ia memperalat murid itu dan meminum darahnya.

Aku dan Baekhyun sering melihatnya berganti pasangan lalu membawa ‘yeojachingu’ sementaranya itu ke gudang perlengkapan olahraga sekolah dan seperti biasa, ia meminum darahnya namun untungnya namja itu tidak mengubah para yeoja itu menjadi vampir. Sepertinya ia mempunyai kemampuan hipnotis tapi aku rasa ia bukanlah vampir darah murni.

Ia bisa berpindah tempat dengan cepat dan sering meninggalkan yeoja yang ia hisap darahnya dengan bingung di gudang perlengkapan olahraga. Aku pun mengambil kesimpulan bahwa namja itu memiliki kemampuan teleportasi.

“Ne, appa. Ada apa?” tanyaku sambil merapihkan baju hitam dan jubah yang aku pakai.

“Appa ingin bertanya satu hal padamu. Tapi tolong berjanjilah jangan marah dengan pertanyaanku ini.”

“Memang apa yang ingin kau tanyakan padaku appa?”

“Kenapa kau meminum darah manusia tetapi tidak pernah sekalipun tertarik meminum darah yang sangat harum dari Hyojin-ah, sahabatmu itu?”

Pertanyaan appa langsung membuat emosi dari dalam diriku muncul.

“Ia sahabatku, appa. Dan meskipun aku anakmu, aku berbeda denganmu. Aku tidak akan meminum darah manusia sebanyak appa hingga membuat manusia itu menjadi vampir. Aku tahu batasanku saat  meminum darah manusia.” jawabku terus terang sambil menahan amarahku.

“Hmm sudah ku duga.” Tiba-tiba eommaku yang cantik bernama Sooyoung, menghampiri kami berdua dan tersenyum ke arahku. Eomma dan appaku memang terlihat sangat muda, itu semua karena kekuatan vampir darah murni. Karena itulah eommaku terkenal sebagai model di dunia manusia ini.

“Kau memang mencintai Hyojin kan?”

Sesuatu di dalam dadaku yang seharusnya mati itu mulai berdetak kembali dengan cepat mendengar pertanyaan eommaku yang sekarang tertawa melihat ekspresiku.

“Oooh, pantas saja kau mati-matian selalu menahan hasratmu meminum darah dari Hyojin sejak kalian masih kecil, ternyata kau memang…” appa dan eommaku tertawa dan tersenyum mengejek. Menyebalkan. Mereka memang serasi karena selalu saja mengenai Hyojin mereka selalu penasaran.

Ya, aku memang menahan keinginanku untuk meminum darah Hyojin karena aku mempunyai perasaan yang bisa dibilang dalam kepadanya. Ia adalah manusia pertama yang ingin berteman bahkan menganggapku sahabatnya. Sebenarnya sejak kecil aku benci jika berteman dengan manusia. dan temanku satu-satunya saat itu adalah Baekhyun, karena ia juga vampir sama sepertiku.

FLASHBACK

Saat itu aku masih berumur 7 tahun, kelas 2 SD. Aku dan Baekhyun berbeda kelas, jadi aku tidak mempunyai teman di kelas serta aku memang malas bergaul dengan manusia lainnya. Aku pun duduk di bangku paling pojok belakang. Berharap menghindari tatapan memuja dari para murid perempuan yang duduk di depan.

Tiba-tiba saja ada anak perempuan yang berambut lurus panjang duduk di sebelahku. Padahal aku paling suka duduk sendiri daripada mendengarkan celotehan memuja seperti anak perempuan yang berada di kelas sebelah yang ia tujukan padaku. Akhirnya saat itu aku menghipnotisnya untuk melupakan aku dan itu berhasil.

“Boleh aku duduk di sini?” anak perempuan berambut panjang itu menoleh padaku dan saat aku melihat wajahnya dengan jelas, rasanya ada suatu kupu-kupu yang terasa terbang di perutku. Ia tersenyum dan harus ku akui, baru pertama kalinya aku melihat seorang manusia yang begitu cantik sepertinya.

“Boleh.” Jawabku tanpa sadar sambil memperhatikan pahatan sempurna wajah anak perempuan di depan mataku ini. Dan baru ku sadari itulah pertama kalinya aku berbicara dengan seorang manusia.

“Gomawo.” Jawab anak perempuan itu masih sambil tersenyum. Kenapa senyumnya terlihat sangat hangat padahal kami belum saling mengenal?

“Kau Park Chanyeol, kan?” tanyanya tiba-tiba.

“Ne, memang kenapa?” tanyaku balik.

Ia mengulurkan tangan mungilnya sambil tetap tersenyum. “Perkenalkan, Park Hyojin imnida. Panggil aku Hyojin saja ya.”

Aku menyambut uluran tangannya dan inilah pertama kalinya juga aku menyentuh tangan seorang manusia yang ternyata berbeda. Karena tangannya sangat hangat sementara tanganku begitu dingin. “Panggil aku Chanyeol saja.” ucapku.

Ia terlihat agak kaget saat tangannya bersentuhan dengan tanganku, namun wajahnya langsung tenang kembali dan mengangguk. Ia memulai percakapan. “Chanyeol-ah, mulai sekarang kita berteman ya?”

“Hah?” aku kaget mendengar pertanyaan anak perempuan bernama Hyojin itu tiba-tiba.

“Sebenarnya sejak pertama kali aku bertemu denganmu, aku sangat penasaran denganmu dan ingin mengobrol denganmu. Kau hanya mengobrol dan tertawa dengan Baekhyun saja, sehingga banyak teman yang mengiramu hanya memilih-milih teman dan kau terlihat dingin. Tapi aku pikir kau tidak seperti itu. jadi, aku ingin mengenalmu dan berteman denganmu, Chanyeol.” Terang Hyojin panjang lebar.

Aku tidak menyangka gadis ini selalu memperhatikanku. Sebenarnya ada yang sangat mengangguku, darah Hyojin sejak pertama ia duduk di sebelahku itu sangat harum, aku takut jika terus dekat dengannya, aku akan meminum darahnya tanpa sadar. Namun, ajakan berteman dengan manusia seperti Hyojin sepertinya terlihat menarik. Lagipula di pikir-pikir membosankan juga jika di dunia manusia ini temanku hanyalah Hyojin. Jadi sepertinya aku akan mempertimbangkan keputusanku untuk berteman dengan manusia.

“Baiklah. Mulai sekarang dan seterusnya kita adalah teman.” Jawabku akhirnya.

“Asyiiik. Horee!” seru Hyojin dengan sangat menggemaskan.

Setelah itu, Hyojin dan aku mulai sering mengobrol. Ia pun mengenalkanku pada teman-teman manusianya yang lain. Awalnya aku agak kesulitan berkomunikasi, namun semakin lama aku mulai terbiasa mengobrol dengan mereka. Dengan manusia.

Ternyata hidup dan berteman dengan manusia itu menyenangkan juga. Dan itu semua berkat Hyojin.

Ia pun mengenalkanku pada keluarganya. Ia punya 1 kakak perempuan yang cantik dan adik laki-laki yang sangat lucu. Pantas saja Hyojin begitu cantik, ibu dan noonanya pun begitu. Aku ikut memperkenalkan Hyojin dan keluarganya pada keluargaku. Lama-kelamaan keluarga kami akrab. Eomma dan appa pun yang dulunya tidak mau bergaul dengan manusia mulai membuka diri mereka dan mereka pun menganggap bahwa hidup berdampingan dengan manusia itu tidak semenyebalkan yang mereka kira.

Meski aku harus menderita karena terus menahan perasaan ingin meminum darah dari Hyojin, tapi itu tidak apa-apa asal aku bisa tetap bersamanya.

FLASHBACK END

“Kalau kau mencintainya, kenapa kau tidak katakan saja?” tanya appa dengan enteng.

“Appa kira segampang itu aku mengatakannya? Lalu bagaimana jika ia mengetahui bahwa sebenarnya selama ini aku serta kalian berdua adalah vampir? Bagaimana jika ia malah takut terhadapku dan hubungan persahabatan kita berakhir? Aku tidak mau seperti itu.”

“Kau benar juga, Chanyeol-ah. Untung saja Hyojin itu sahabatmu. Kalau ia bukan sahabatmu, appa pasti sudah meminum darahnya sampai tak bersisa.”

Amarahku langsung meluap mendengar ucapan yang keluar dari mulut appaku. Aku mengepalkan kedua tanganku, berusaha untuk menahan segala emosi di dalam pikiranku. Karena aku tahu aku tidak dapat melawan ayahku yang kekuatannya jauh melebihi milikku.

“Jangan pikirkan ucapan appamu, Chanyeol-ah. Ia hanya bercanda.” Hibur eommaku sambil menyikut tangan appaku.

“Ne, aku hanya bercanda hehehe. Jangan marah Chanyeol-ah.” ucap appaku dengan senyum di paksakan. Aku yakin ia berbohong.

“Aku pergi dulu, eomma, appa.” ucapku pamit pada kedua orangtuaku.

***

Aku sedang asyik meminum darah dari seorang lelaki yang tadinya sedang berjalan melewatiku. Lalu setelah aku pikir cukup, aku pun menyentuh lehernya supaya lukanya hilang dan ia tidak menjadi vampir. Inilah kemampuan vampir darah murni. Bisa menentukan manusia yang ia minum darahnya menjadi vampir atau tidak. Manusia itu tidak akan menjadi vampir jika vampir darah murni meminum darahnya sedikit, jika banyak hingga manusia tersebut pucat bahkan mati, manusia itu akan menjadi vampir darah kotor.

Seorang manusia bisa menjadi vampir darah murni juga jika ia melakukan perjanjian darah dengan vampir darah murni tersebut dan menikah dengannya.

Kalau saja Hyojin tahu bahwa aku adalah vampir dan ia mau menerimaku, terlebih lagi, jika ia juga mempunyai perasaan yang sama denganku, aku ingin melakukan perjanjian darah dengannya. Jika saja ia mau menjadi vampir darah murni sepertiku. Kalau tidak, aku akan menghilangkan ingatannya tentangku dan keluargaku demi kebaikannya meski aku sendiri tidak mau jika hubungan sahabat kami berakhir.

Setelah menghipnotis lelaki tersebut dan membuatnya tertidur di sisi jalan, aku pun naik ke atas atap rumah seseorang dan duduk di sana. Bulan sedang bersinar begitu terang. Pantas saja kekuatanku bertambah kuat.

Tapi aku masih heran, siapa manusia yang berada di UKS itu dan tiba-tiba saja menghilang?

Aku hanya bercanda saat bilang akan meminum darahnya. Sesungguhnya aku akan menghipnotisnya supaya ia melupakan aku yang meminum kantong darah dan mengomel tentang darah. Karena tentu saja berbahaya ada seorang manusia di sekolah yang mengetahui bahwa aku adalah vampir.

Tiba-tiba tercium harum darah yang begitu aku kenal. Harum darah Hyojin.

Aku mengikuti harum darahnya dan terkejut saat melihat Hyojin terduduk bersandar pada pagar besi dari rumah seseorang dan terlihat sangat ketakutan. Dan aku lebih kaget melihat Oh Sehun berada di sana dan saat aku menajamkan mataku, Sehun sedang memegang belati perak yang bisa langsung membunuh vampir manapun dan ia arahkan pada leher seorang vampir wanita.

Vampir wanita itu…

Apa!?

Yoona noona? Kenapa ia masih hidup?

Dan kenapa ia menjadi vampir?

Hyojin’s point of view

“Cha.. Chanyeol!?” rasanya aku hampir terkena serangan jantung melihat Chanyeol dengan pakaian serba hitam seperti Sehun itu berdiri menjulang sambil masih terlihat sedikit darah di sekitar bibirnya.

Kenapa Chanyeol bisa ada di sini?

“Hyojin? Oh Sehun? Kenapa kalian ada di sini?” tanya Chanyeol sambil mengedarkan tatapan tajam pada Sehun yang juga menatapnya dengan pandangan dingin.

“Apa yang kau lakukan Oh Sehun? kau mau membunuh kakak Hyojin?” Chanyeol menatap sengit ke arah Sehun sementara Sehun hanya berkata “vampir ini bukanlah kakak Hyojin.”

“Aku bukan kakak dari manusia itu!” teriak Yoona eonni membuat Chanyeol terkejut.

Chanyeol mendekati Yoona eonni lalu bertanya “Siapa yang mengubahmu menjadi vampir darah kotor, noona?” tanyanya khawatir. Sementara Yoona eonni menatapnya tajam. “Aku memang terlahir sebagai vampir! Aku bukanlah manusia!” teriaknya lagi.

Chanyeol tiba-tiba mengeluarkan api dari tangannya membuat kami bertiga terkejut. “Jawab siapa yang mengubahmu menjadi vampir, noona. aku yakin kau adalah Yoona noona. Kalau kau bukan dia, aku akan membakar wajahmu sedikit karena kau berani membuat Hyojinku ketakutan.”

DEG

Apa kata Chanyeol tadi?

“Hentikan. Jangan lakukan itu pada Yoona, Chanyeol.” Sebuah suara halus yang sudah lama aku dengar dari pemiliknya yang sekarang tiba-tiba berdiri di belakang Chanyeol itu membuat seluruh tubuhku seketika terasa lemas.

Tidak…

Tidak mungkin…

“Suho oppa!?”

“Suho hyung?”

Suho oppa menampakkan senyumnya yang seperti malaikat, senyum yang sudah lama tidak aku lihat dari wajahnya yang begitu putih. Namun senyum itu entah mengapa sekarang terlihat seperti senyum dari malaikat kematian. “Long time no see, Hyojin, Chanyeol.” ucapnya dengan nada bersahabat. Suho oppa pun ternyata adalah vampir. Kedua bola matanya berwarna merah persis seperti Yoona eonni.

Dalam sekejap tiba-tiba saja Suho oppa merebut Yoona eonni dari pelukan Sehun. Melepas belati perak dari tangannya lalu membawa Yoona eonni dalam dekapannya sambil tersenyum puas.

“Kau lama sekali, Suho. Kemana saja kau? Aku hampir saja di bunuh oleh kedua vampir darah murni gila itu.” Ucap Yoona eonni sambil menatap Suho oppa yang tersenyum kepadanya.

“Mianhae, Yoona. Gwenchana?” Suho oppa menepuk-nepuk pundak Yoona eonni.

Sebenarnya kenyataan apa yang sekarang aku lihat di depan mataku sekarang ini?

Kenapa Suho oppa masih ingat pada aku dan Chanyeol sementara Yoona eonni tidak mengingat kami bahkan berbuat kejam padaku seperti tadi?

Kenapa mereka berdua masih hidup dan menjadi vampir?

“Apa maksud semua ini?” geram Chanyeol yang menatap Suho oppa dan Yoona eonni yang masih berpelukan. Lalu Suho oppa pun menatap Chanyeol dan melepas dekapannya dari Yoona eonni.

“Chanyeol, lama tidak bertemu. Apa kau tidak merindukan kami berdua? Terutama Hyojin. Pasti kau sangat merindukan Yoona.” tanya Suho oppa sambil menatapku.

“Apa maksudmu Suho? Kau mengenal mereka?” pertanyaan Yoona eonni semakin membuatku pusing.

Sehun yang terdiam sejak tadi hanya mengambil belati peraknya dan memasukkannya ke saku jubahnya lalu menatapku khawatir lalu ia menghampiriku.

Jantungku berdenyut dengan gila saat entah kapan namun sekarang Chanyeol menggendongku ala bridal style. “Kau tidak apa-apa Hyojin-ah?” tanyanya sambil menatap wajahku. Warna mata Chanyeol pun sama seperti Sehun. Berwarna biru namun lebih tua. Aku pun mengangguk.

“Lepaskan Hyojin. Dia milikku.”

Sepertinya hari ini jantungku akan meledak karena kalimat Sehun tadi.

Sehun menatap Chanyeol sengit , sementara Chanyeol tersenyum meremehkan.

“Milikmu? Sejak kapan, Oh Sehun? Hyojin adalah milikku sejak kecil. Benar kan, Hyojin?” Chanyeol menatapku dengan senyumnya yang mengembang. Hari ini benar-benar gila. Rasanya seperti mimpi bahwa kedua vampir ini mengklaim diriku menjadi milik mereka.

“Hei, sepertinya kehadiran kami sama sekali tidak di anggap di sini. Buktinya kalian sedang asyik memperebutkan Hyojin.” Ucap Suho oppa dengan dingin. “Kalau begitu, sepertinya kami harus segera berpamitan.”

“Tunggu, Suho hyung. Sebenarnya ada apa dengan semua ini? kenapa kau masih kenal dengan kami sementara Yoona noona tidak? Dan kenapa kalian menjadi vampir?” tanya Chanyeol beruntun sambil masih menggendongku.

“Apa kalian masih ingat saat kami berdua ‘meninggal’ di leher kami berdua ada sebuah sayatan?” pertanyaan Suho oppa langsung mengingatkanku pada leher Yoona eonni yang seperti hampir robek dan membuatku merasakan rasa takut dan mual yang bersamaan.

Dengan senyum licik, Suho oppa pun berkata

“Itu semua aku yang melakukannya.”

To Be Continued

Kyahahaha gimana? Penasaran ga?

Pendek ya? kata pembaca: “APAAN NIH!? Setelah chapter 3 yang panjang kaya lele karawang sekarang chapter 4 malah sepanjang kutu kupret!?” wkwkwk. atau malah tetep panjang?

Itu karena saya kena writer’s block dan stuck banget nulis FF ini udah 3 hari hehehe.

Akhirnya saya nurutin saran dari violetkecil eonni alias Asih Mitra eonni pas saya komen di Learn and Write Fanfiction yang ada di exo fanfiction, yaitu nonton film. Akhirnya dapet juga ide meskipun ga nyambung soalnya saya nonton X-Men, Family Guy dan Toy Story. *apa hubunganya sama ini FF ya? wkwkwk*

Di sini aku banyakin part Chanyeol soalnya dari chapter 1-3 dia ga kebagian partnya sama Hyojin mulu dan karena dia juga adalah bias aku hahaha. Btw, saya ini orangnya suka yang menyimpang, bukan menyimpang gimana, maksudnya terkadang saya condong ke HyoChan, kadang HyoHun. Kalau di unpredictable future kadang HaeHun, kadang juga JongHae. Dan aku juga suka KaiHun alias Kai Sehun. Supaya beda aja gitu hihihi.

Btw, aku seneng banget karena hari ini wordpress aku ada 1.100 views! Selamat datang buat yang baru nemu blog ini ya hahaha.

Adakah yang dukung HyoChan couple? HyoHun udah banyak lho meski sebenarnya HaeHun yang mutlak menang ngehehe.

Pasti kalian mikir keras jadi Suho tuh apaan? Kenapa Yoona jadi vampir dan jahat?

Tunggu chapter 5 yaaa!

Buat pembaca yang ga suka saya nulis FF panjang-panjang mending ga usah baca aja ya.

Jujur ada komentar yang bikin saya sakit hati banget dan itu ngebuat saya males nulis dan buka twitter seharian :’)

Entah kenapa akhir-akhir ini saya mulai malas nulis, doakan saja saya makin rajin soalnya bahaya ntar nasib ini FF sama unpredictable future gimana? Masa pembaca mau bayangin sendiri kelanjutannya? ahahaha.

Oh ya aku mau curhat waktu itu aku makan sushi sama temen aku. Ga sengaja aku pake wasabi ke sushinya banyak banget dan itu bikin aku teriak kaya kesetanan karena wasabinya terasa nyereng ke hidung hahahaha.

Maaf sekali lama update yaa!

Untuk Sequel Unpredictable Future, aku tunggu dulu komennya banyak.

JANGAN JADI SILENT READER YAAA!

Buat yang ga tau Silent Reader: pembaca yang baca FF tapi ga komen dan ninggalin jejak.

Cuma komen aja apa susahnya sih? Kalau ga punya wordpress kan bisa pake twitter account, blog atau email.

Biarin komennya Cuma segede kutu beras, yang penting sih komen.

Kalau ga bisa komen di wordpress, bisa ngemention ke twitter saya dan bilang tentang FF saya gimana. Itu sama aja kaya komen di wordpress.

Sorry nih emosi, soalnya aku udah ngegunain waktu luangku yang ga sedikit buat bikin FF tapi yang komennya dikit kan bikin saya males buat nulis. Berasa ga di hargain.

Jujur, yang lihat Unpredictable Future chapter 4 pas hari minggu itu ada 320 orang dan sekarang  291 orang. Jadi sisanya kemana nih? Tenggelem ke laut? Di makan babon?

ga percaya? nanti biar saya upload foto stats wordpress saya kalau wordpressnya ga error.

Makanya saya nulis RULES di Unpredictable Future kalau ga komen bakal di protect soalnya saya serius ga suka sama siders. Bukan main-main meskipun saya haha hehe.

Dan kalau FF ini atau Unpredictable Future chapter berikutnya bakal di protect, minta passwordnya ke twitter saya aja beserta tulis nama twitter kalian pas komen di post FF UF atau 12 extraordinary vampires di wordpress saya nanti. Repot kan? Iya. Karena itu buat para siders, tinggalkan komen ya. Satuuu aja. Ga usah banyak-banyak. Ya? nanti janji deh ga akan di protect.

Ehehe maaf nih marah-marah mulu ini author lagi kesel sih liburan diem aja di rumah kaya buta ijo penunggu gua hantu.

Buat yang suka komen, TERIMAKASIH BANYAK YAAA! :*

Salanghaeyo yeolobuuun! Annyeong! *dadah-dadah baleng Sungyeol unyu* *kok tiba-tiba ada Sungyeol?* *biarin, chapter 4 kan unpredictable future ga ada Sungyeolnya ehehe*

*bow bareng ChanHyoHun*

Advertisements

269 thoughts on “The 12 Extraordinary Vampires (Chapter 4)

  1. The best!!! Good…. Success terus thor… Keep Write !! Terusin Ceritanya…
    Tao Chen Xiuminnya muncul kapan??? Ga sabar nanti kira kira Tao jadi yang vampire darah murni, bangsawan, kotor, apa yang campuran??? terserah yang penting dia ttep Handsome kok..
    *Udah dulu ya thorr thx lhoo ff nya.. dr tadi kykna aq cerewet bgt *iyaaaaaaa=> kata reader laen
    Xie xie… Wo ai ni EXO….

  2. mian thor bru kmen d.chap 4 alx q bcax lwt hp n q lngsung kmen FF UF d.sni ajja ya thor? DAEBAK thor!!!!!!!! pie koe chap 4 UFx pkai password bsa ga ksh tau aq passwordx???

    kloe FF yng ini keeerrrrrrreeeeeeennnn!!!!!!!!
    lnjut thor ….

  3. huaa makin lama makin seru aja nih thor..
    ternyata chanyeol juga suka hyojin toh,aku jadi nggak patah hati deh #apaini #abaikan
    thor jangan males nulis donkk,aku disini masih setia menunggu ff mu selanjutnya ..keep writing thor!!!
    (sorry baru bisa komen sekarang soalnya baru nemu ni ff)

  4. Hai kak. I’m new reader here. Deep sorry baru give comment di part ini krn emg udh kebiasaan aku ngasih comment ff yg chapter itu ngerandom(?)
    Errrr kok suho jd jahat ya? Aaaa gatega ngeliat suho si malaikat jadi suho si evil._.
    Fighting for next part^^9

  5. Ini, flashback nya bnyak!
    Huaaaaaa… KEREN! Smua nya terungkap, Thehun keren haha

    Agaknya sih Hyojin ujung2 nya nanti sama Sehun bukan Chanyeol, trus Minah sama lulu #kok jadi lo yg ngatur author sih:D
    mian, soalnya seru bnget sih.. Ayo slesaikan ff ini atau lnjutkan juga boleh
    Hwaiting!

    Mianhae klo ada slah kata

  6. huaaaaa eonnieeeee,aku makin degdeg kan aja nihh bacanyaaaa,keren bangetttt T_T. Wahhh eon i’m the biggest fans of you eon,ff eonnie kereenn bangeeeetttttt!!!!

  7. Kyyaaaaa jangan TBC donk…bikin penasaran jah…author tolong jngan suka Bikin galau pembaca Dong…gra2 Penasaran…iiiuuuu..huhu…FFnya T.O.P…!!!faighting..Buang PenyakIt malesNya….sembuhinnnn…!jeballl

  8. ga rela sih sebenernya kalo Suho jadi jahat 😦
    tapi nih FF bagus kok,, kapan nih ngepost k
    lanjutannya? author anak mana ya? *eh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s