The 12 Extraordinary Vampires (Chapter 5)

Tittle: The 12 Extraordinary Vampires (Chapter 5)

Author: Santi Fauzia (@santifauziaa)

Main Cast:

Park Hyojin

Oh Sehun

Park Chanyeol

Xi Luhan

Kai

Support Cast:

Kris

Bang Min Ah

Choi Junhong as Park Junhong

Im Yoon Ah as Park Yoon Ah

All member EXO

Genre:

Romance, Fantasy, a little bit Comedy, Action.

Rating:
PG 15

Length: Chaptered

Disclaimer: FF ini murni hasil karya imajinasi saya yang di campur dengan berbagai macam novel dan film vampir, terutama Vampire Knight, True Blood dan Vampire’s Diaries. DON’T COPAS, DON’T BE PLAGIATOR AND DON’T BE SILENT READER!

poster-12ev_zps514ca15f

Ps:

Aku seneng banget saat Unpredictable Future chapter 5 aku kasih password, ternyata yang komen ada banyak dan sekarang ada 312 komentar! Tuh bener kan kata aku juga, aku ga bohong pas liat stats wordpress aku yang liat Unpredictable Future tuh ada 300 orangan tapi yang komen Cuma dikit waktu itu karena engga aku protect. Btw, makasih lagi buat @parodyme yang mau bikinin poster lagi! 😀 Posternya bagus banget! Ya kan!? iya dong wkwkwk.

Ulzzangnya lagi-lagi beda, tapi gapapa kok cantik malah. Pemeran utamanya tetep Hyojin kok, nama ulzzangnya Lee Eun Hye.

Maaf sekali buat kalian yang nungguin FF ini sampai greget, itu karena aku agak muak nulis ulang apa yang udah aku kerjain susah payah. So, for a while, i’ve been thinking of postpone this ff. Tapi karena banyak sekali yang nanyain ini FF, akhirnya di tulis ulang juga. Sebenarnya aku agak kelelahan sama reader yang nanya kapan publish, aku saranin kalau sekali nanya dan udah aku jawab ga usah nanya lagi ya soalnya ada beberapa orang yang nanya mulu padahal udah aku bales di mention, tapi aku ga bales di karenakan aku lebih mengutamakan yang minta password daripada yang nanya.

Dan udah ini mungkin aku bakal hiatus buat SBMPTN.

Nah, inilah chapter 5 yang di tunggu-tunggu kalian terutama temen saya @asrify yang maksa pengen banget tau lanjutannya tapi aku suruh tolong ketikin, dia nya ga mau *ya iyalaah!* *author yang ngaco*

Jangan lupa KOMEN ya chingudeul!

Aku sengaja ga protect FF ini biar lihat apa bedanya kalo di protect apa engga, apakah komennya bakal lebih sedikit? Kalo komennya sedikit  lagi, baru aku bakal ngeprotect FF ini sama seperti Unpredictable Future. Ga mau kan? Jadi JANGAN LUPA KOMEN YAA!

Saranghae yeorobun! :*

 

CHAPTER 5

Author’s point of view

“Itu semua aku yang melakukannya.” Gumam Suho dengan sebuah senyuman yang licik. Berbanding terbalik dengan sifat ‘angel’ miliknya yang selama ini Hyojin dan Chanyeol kenal.

Hyojin dan Chanyeol merasa sangat shock mendengar pengakuan dari Suho yang sama sekali tidak di sangka oleh mereka berdua. Sementara Sehun hanya diam karena yang ia tahu Yoona memang vampir darah kotor yang di ubah oleh lelaki berkulit putih dengan tautan senyuman yang mengerikan, tidak lain adalah Suho.

“Apa maksudmu Suho oppa!?” Hyojin tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang membuat luka robekan di leher Yoona hingga membuatnya meninggal adalah namjachingu kakaknya sendiri serta cinta pertamanya, Suho. Sebuah perasaan kecewa, bingung dan sakit memenuhi pikirannya. Chanyeol yang menyadari Hyojin sudah terlihat lebih tenang akhirnya menurunkannya.

Hyojin tersentak kaget saat Sehun tiba-tiba menggenggam tangan kirinya. Sehun tersenyum menatap Hyojin yang kebingungan. Chanyeol yang kesal melihat hal itu akhirnya menggenggam tangan kanan Hyojin. Jantung Hyojin berdetak cepat, ia merasa ingin meledak saat itu juga karena kedua vampir tampan itu menggenggam kedua tangannya.

“Ya! Suho-ya! aku ini adalah vampir, sejak kapan aku meninggal!?” Yoona yang sama bingungnya pun bertanya dengan frustasi dan melepaskan diri dari pelukan Suho lalu matanya menatap lurus menuju lelaki pemilik kedua bola mata merah itu. Meminta penjelasan.

Yoona memang menganggap dirinya adalah murni vampir darah kotor sejak ia berada di dunia manusia. Suho hanya tersenyum sekilas lalu matanya yang saling beradu pandang dengan Yoona itu berubah menjadi berwarna merah menyala, detik itu juga, Yoona merasa di serang oleh rasa kantuk yang teramat hebat, matanya berkunang-kunang hingga akhirnya ia tidak sadarkan diri dan tubuhnya yang lemah jatuh ke dalam pelukan Suho.

“Apa yang kau lakukan pada Yoona noona, Suho hyung? kenapa kau tidak menjawab pertanyaan kami!?” Chanyeol yang tahu bahwa tadi Suho menggunakan kemampuan hipnotis itu agak terkejut. Chanyeol mengambil kesimpulan bahwa Suho sejak dahulu memanglah vampir. Ia merasa begitu payah karena tidak menyadarinya padahal sudah lama ia mengenal Suho. Tapi itu semua memang karena selama ini Suho sangat pintar menyembunyikan kedoknya dan jati dirinya sebagai vampir darah kotor.

“Aku tidak mau Yoona mendengar cerita yang aku sampaikan pada kalian. Ia lebih baik tidak tahu selamanya.” Ujar Suho dengan nada yang dingin.Suho lalu membaringkan tubuh Yoona terduduk dengan menyenderkannya ke pagar besi. Matanya lalu beralih menuju sosok Sehun yang memandangnya. Ia merasa pernah mengenal vampir yang tadinya hampir membunuh Yoona itu, lalu berkata “Oh kau… Sehun kan?”

“Lama tidak berjumpa, pengkhianat.” Ucap Sehun dengan datar dan tanpa emosi. Lagi-lagi Hyojin dan Chanyeol di buat kaget karena mereka tidak menyangka Sehun mengenal Suho, apalagi saat Sehun memanggilnya dengan sebutan ‘pengkhianat’, membuat tanda tanya besar di lubuk mereka masing-masing.

Mata Suho membulat dan selanjutnya ia tertawa seketika. Setelah tawanya yang sama sekali tidak di mengerti alasannya oleh ketiga orang di depannya itu, ia pun berkata “Ternyata kau masih belum melupakanku, Sehun-ah.”

“Hmm, daripada membuat kalian bertiga penasaran –kecuali Sehun tentunya –aku akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi 2 tahun yang lalu…” lalu Suho menatap Hyojin dan Chanyeol bergantian “yang tentunya setelah aku ceritakan, kalian pasti akan segera berniat membunuhku.”

“Kau memang pantas untuk di bunuh kedua kalinya, Suho.” gumam Sehun yang membuat Suho memberikan seringai padanya. Sehun tidak peduli.

“Jadi sebenarnya….”

Author’s point of view

FLASHBACK

Suho saat itu kesulitan karena rem mobilnya sama sekali tidak berfungsi. Semua orang yang berada di mobil itu sangat panik.

“Hyung! AWAAAS!” teriakan Junhong yang keras membuat Suho melihat ke depan dan ia merasa kaku. Mobil mereka pun menerobos pagar pembatas jalan.

Saat Suho tersadar, mobil mereka jatuh menabrak pohon dan sekarang mereka berada di tepi sungai. Semua orang masih tidak sadarkan diri kecuali dirinya yang notabene adalah vampir. Sebenarnya ia bisa saja menggunakan kekuatan vampir miliknya untuk menghentikan mobil itu, namun mengingat niat busuknya itu, akhirnya ia tidak melakukannya.

Hari ini, ia memang berniat untuk menjadikan ketiga bersaudara itu menjadi vampir. Ia hanya memberikan alasan pergi berlibur ke penginapan untuk membunuh mereka satu per satu di sana. Namun karena saat ini adalah kesempatan yang bagus, ia akhirnya memutuskan akan membunuh Park bersaudara di tempat ini.

Suho mengeluarkan satu per satu penumpang mobil tersebut yang tidak lain adalah Yoona, Hyojin dan Junhong, lalu membaringkan mereka di tanah bersalju dengan saling berjauhan. Suho lalu menghampiri sungai yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Aura vampirnya langsung bersemangat melihat aliran air yang dinginnya pasti menusuk tulang itu. Suho mempunyai kekuatan Hydrokinesis, yaitu mengendalikan air. Air adalah sesuatu yang sangat di sukainya.

Suho berniat menghilangkan mobil tersebut sebagai bukti bahwa ia dan Park bersaudara menghilang di tempat ini. Ia ingin kedua orangtua Park bersaudara tidak dapat menemukan ke 3 anak mereka karena semua bukti mereka di bunuh olehnya nanti tidak akan pernah ada.

Kedua bola mata Suho lalu berubah menjadi berwarna merah menyala saat ia sekarang mulai mengendalikan air di sungai tersebut. Tangannya ia arahkan pada mobil yang bagian depannya sudah hancur dan rusak berat akibat menabrak pohon rimbun, lalu mobil tersebut pun ia tarik saat mobil tersebut sempurna terperangkap dalam air yang ia kendalikan oleh tangannya.

Dengan tenang ia pun mengarahkan mobil yang termasuk sangat berat untuk ia kendalikan itu hingga akhirnya mobil tersebut masuk ke dalam sungai. Karena mobil tersebut tidak tenggelam sempurna ke dalam sungai seperti yang ia pikirkan, Suho pun akhirnya memutuskan untuk memanggil seorang pengikutnya yang mempunyai kekuatan luar biasa sama sepertinya.

Dalam sekejap vampir itu pun muncul di hadapannya dan Suho tidak pernah kaget akan kehadirannya yang selalu tiba-tiba. Vampir tersebut memamerkan smirk yang mungkin akan membuat semua wanita tergila-gila padanya. Terutama karena wajah tampannya.

“Ada apa kau memanggilku Suho hyung?” tanya vampir tersebut, lalu melihat mobil yang berada di sungai itu dengan pandangan bingung.

“Tolong hilangkan mobil itu, kirim mobil tersebut ke waktu dan tempat lain, dimana saja.” suruh Suho datar.

“Untuk apa aku menghilangkan mobil itu?” tanyanya semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran Suho.

“Kau lihat ketiga orang yang tergeletak di tanah itu?” tunjuk Suho pada Hyojin, Junhong dan Yoona yang masih tidak sadarkan diri. Vampir tersebut terkejut melihat mereka. Lalu Suho meneruskan “Aku akan membunuh mereka supaya menjadi vampir. Mobil itu adalah bukti bahwa kami menghilang di tempat ini. aku tidak mau kedua orangtuanya tahu jadi lebih baik ku hilangkan semua bukti bahwa kami pernah berada di sini.”

Setelah mendengar penjelasan Suho, vampir tersebut tertawa sekilas. “Rencanamu benar-benar busuk, Suho hyung. Bisakah kau berikan aku salah satu dari manusia itu? Kebetulan aku sedang bosan meminum darah binatang.”

Suho langsung menatap tajam vampir tersebut, sementara vampir tersebut hanya memberikan cengiran. “Baiklah, baiklah. Ketiga manusia tersebut milikmu. Oke, sekarang aku akan menghilangkan mobil penyok dan jelek itu.”

Vampir tersebut berkonsentrasi penuh, tangannya terulur menuju mobil itu, kedua bola matanya berubah menjadi berwarna kuning keemasan, tanda ia sedang memusatkan kekuatannya untuk menghilangkan mobil tersebut. Dan dalam sepersekian detik, mobil tersebut pun menghilang dari pandangan mereka berdua. Vampir lelaki itu tersenyum puas atas keberhasilannya.

“Terimakasih, nanti aku akan memberikan seorang manusia untuk kau minum darahnya sampai habis sebagai imbalan kau membantuku. Bagaimana?” usul Suho, yang langsung di sambut oleh senyuman lebar vampir tersebut.

“Oke. Sama-sama hyung. aku pulang duluan, masih banyak urusan yang belum aku selesaikan dengan para vampir darah kotor.” Ucap vampir tersebut lalu mereka pun berpamitan. Vampir tersebut pun langsung menghilang sekejap.

Suho lalu membalikkan badannya, ia melihat ke 3 bersaudara yang akan menjadi mangsanya itu masih terbaring lemah dan tidak berdaya. Pertama-tama, ia menghampiri Junhong, dongsaengnya itu mempunyai luka di keningnya sehingga darah bercucuran sedikit di sana. Ia menempelkan jari telunjuknya di darah yang berada di atas kening Junhong lalu mencicipinya. Ia lalu tersenyum simpul dan berkata “Lumayan.”

Lalu ia beralih dan berjalan mendekati Hyojin. Ia pun melakukan hal yang sama kepada Hyojin, mencicipi darah di keningnya. Suho sangat terkejut saat darah Hyojin begitu lezat baginya. “Hell, her blood is really delicious.” gumamnya.

Suho akhirnya memutuskan akan meminum darah Hyojin lebih dulu karena darah Hyojin memang yang paling harum dan lezat di antara ketiga mangsanya tersebut. Saat ia bersiap untuk menggigit leher jenjang Hyojin denga taringnya, Suho kaget saat tiba-tiba sesuatu menghantam bagian belakang kepalanya dengan keras. Sebuah batu besar.

“Hentikan!” seru seseorang dengan suara yang sangat Suho kenal.

Suho berbalik dan tubuhnya seketika membeku di tempat itu melihat ternyata sekarang Yoona sudah terbangun dengan berdiri, kedua kakinya bergetar dan menatapnya dengan tatapan ketakutan dan amarah yang bercampur aduk menjadi satu. Yoona empunyai kesalahan fatal dan terbesar karena ia bangun dan menatap Suho dengan tatapan tajam seperti itu.

Tapi jangan salahkan dirinya, hatinya sudah terlanjur sakit mendengar semua rencana Suho yang ingin membunuh Hyojin, Junhong dan juga dirinya yang termasuk kekasihnya selama ini.Hatinya terasa hancur menyadari bahwa ia di khianati oleh Suho. Senyuman dan semua sifat lembutnya itu ternyata hanyalah palsu dan buaian belaka.

Memang sifat seseorang tidak selalu berdasarkan wajahnya saja. Karena setiap orang di dunia ini mempunyai topeng untuk menutupi wataknya. Dan Suho memakai topeng agar sifat jahat dan biadabnya tidak di ketahui oleh siapapun termasuk Yoona. Dan Yoona harus akui, Suho berhasil. Ia adalah iblis yang menjelma menjadi malaikat tanpa cela.

“Kalau kau sekali lagi berani mencoba meminum darah Hyojin, aku tidak akan memaafkanmu.” Ujar Yoona dengan dingin, namun Suho melihat sinar mata Yoona mulai meredup hingga akhirnya Yoona terduduk lemas. Lalu semua pertahanan dirinya runtuh. Kedua bola mata Yoona penuh dengan butiran air mata. Yoona menangis. “Kenapa… kenapa kau begitu kejam, Suho? Kau mengkhianati kami. Aku mendengar semua yang kau rencanakan tadi. Aku tidak pernah menyangka… kau adalah vampir…” Yoona berkata di sela-sela tangisnya.

“Kau benar-benar jahat! Kenapa kau mempermainkan perasaanku, Suho? Apa semua perasaanmu padaku itu hanyalah salah satu dari bagian rencanamu agar kau dekat denganku dan kedua adikku sehingga bisa membunuh kami?” Yoona menatap Suho dengan sebersit perasaan perih. Dan Suho pun merasakannya.

Suho lalu berjalan mendekati Yoona, membuat Yoona di penuhi oleh rasa takut yang membiusnya hingga ia tidak bisa merasakan kedua kakinya masih berpijak pada tanah. Semua ketakutan yang melumpuhkannya itu meluap begitu Suho menariknya dalam sebuah pelukan.

“Aku sama sekali tidak pernah mempermainkan perasaanmu.” Kalimat yang keluar dari mulut Suho itu membuat Yoona di landa dengan perasaan tidak mengerti.

Suho lalu melepas pelukannya, menatap Yoona lurus dan berkata,

“Kesalahan terbesarku adalah mencintaimu.”

Jantung Yoona berdetak lebih keras saat mendengar pengakuan Suho. Ia semakin tidak mengerti dengan sikap Suho. Suho seperti psikopat yang mempunyai dua kepribadian. Yaitu kepribadiannya yang baik seperti malaikat dan buruk seperti iblis. Apakah Suho yang berada di depannya ini adalah Suho yang di kenalnya? Ia tidak tahu.

“Aku adalah seorang vampir darah kotor. Dan aku mencintai manusia sepertimu. Aku berencana membunuh kalian bertiga dan menjadikan kalian vampir adalah agar kalian tetap bersamaku seumur hidup. Aku tidak mau terus hidup sementara aku menyaksikanmu semakin tua dan akhirnya meninggal. Aku ingin kau tetap bersamaku. Sebagai vampir.” Jelas Suho dengan lantang. Lalu ia meneruskan, “Aku sangat menyayangi kedua adikmu, Hyojin dan Junhong. Mereka sudah aku anggap sebagai adikku sendiri. Karena itu, aku ingin kita berempat hidup bersama sebagai vampir. Itulah yang aku inginkan.”

“Tapi Suho…” Yoona kehabisan kata-kata.

“Apa kau tahu bahwa selama ini Hyojin menyukaiku?” tanya Suho tiba-tiba.

“A –apa!? Kau bohong!” seru Yoona tidak percaya.

“Aku tidak bohong. Ia mempunyai perasaan padaku, namun ia sengaja tidak memberitahumu. Dan memang sekarang Chanyeol lah yang ia sukai. Kau benar-benar kakak yang jahat. Selalu membuat lelaki yang Hyojin sukai bertekuk lutut padamu. Seperti aku sekarang ini.” ucap Suho sambil tersenyum sinis.

Yoona memang tidak pernah menyangka bahwa dongsaengnya menyukai Suho. Ia hanya tahu Hyojin menyukai Chanyeol. Ia ternyata tidak salah lihat saat melihat Hyojin hampir menangis ketika Yoona memberitahunya bahwa ia berpacaran dengan Suho. Yoona merasa begitu jahat dan bodoh karena ia sama sekali tidak peka akan perasaan adiknya sendiri.

“Jadi, mau kah kau hidup bersamaku sebagai vampir? Kedua adikmu juga.” ajak Suho dengan senyum sejuta watt yang begitu terang namun di saat bersamaan, Yoona tidak menyukai senyuman tersebut. Karena entah mengapa, suatu aura yang menyeramkan terasa berasal dari Suho.

“Tidak. Aku tidak mau.” jawab Yoona tegas. Suho terkejut melihat reaksi Yoona yang cepat tanpa keraguan.

“Kalau kau mencintaiku, kau harus tetap membiarkan aku dan kedua adikku hidup sebagai manusia. Sama saja kau adalah orang jahat jika berniat untuk membuat kami menjadi vampir tanpa persetujuan kami.”

“Aku mencintaimu Suho, karena itu mengertilah. Aku ingin hidup sebagai manusia biasa, begitu juga Hyojin dan Junhong.”

Suho tahu Yoona pasti tidak akan menyetujuinya. Suho lalu tersenyum kecut, berkata, “Sudah kuduga.”

Ia berjalan mendekati Hyojin kembali dan taringnya pun keluar dari mulutnya.

“Sayang sekali, Yoona. Aku terlanjur jatuh cinta terhadap darah adikmu yang begitu menggoda ini.” ucap Suho sambil tersenyum bengis. Yoona merasa shock mendengar perkataan Suho, apalagi melihat Suho mengarahkan taringnya pada leher Hyojin kembali.

Yoona refleks mengambil batu-batu besar yang berada di sekitar kakinya. Kedua tangannya menderita karena batu tersebut melukai tangannya. Namun ia tidak apa-apa, asal bisa melindungi adiknya yang sangat ia sayangi, Hyojin.

Yoona memukul kepala Suho kembali dengan keras, Suho yang kesakitan menoleh dan mendapati Yoona yang lagi-lagi membawa batu besar. Darah mengalir di sudut kepalanya, dan amarah Suho memuncak. Ia berdiri dan menghampiri Yoona dengan cepat.

“Apa yang kau lakukan, Yoona? Kau tahu tidak, meskipun aku seorang vampir, batu yang kau pukulkan tadi membuat kepalaku sekarang berdarah dan sangat sakit?” tanya Suho sambil menatap tajam.

“Aku tidak peduli!” Yoona memberontak, ia mendorong Suho dengan sekuat tenaga, membuat tubuh Suho terhuyung-huyung.

Yoona lalu mengambil sebilah tongkat kayu yang berada tidak jauh dari dekatnya. Ia mendekati Suho lalu memukul kepalanya berkali-kali. “Jangan berani-beraninya membuat Hyojin menjadi vampir!”

“Kau memang jahat, Suho! Lebih baik kau mati!” seru Yoona sambil menangis histeris karena melihat darah bercucuran dari kening Suho, pria yang di cintainya. Semua perasaan bersalah membunuhnya perlahan dari dalam. Karena ia yang menyebabkan dahi Suho berdarah.

Ia merasa inilah hari tersial dalam hidupnya, harus mencegah pria yang ia cintai membunuh kedua adiknya dan dirinya dengan cara harus membunuhnya juga. Tapi apakah sebilah tongkat kayu itu bisa membunuh seorang vampir darah murni seperti Suho? Jawabannya tentu saja tidak.

Kesabaran Suho telah habis menghilang entah kemana, ia lalu menghentikan pukulan tongkat kayu yang di pegang oleh Yoona lalu merebutnya dan menghancurkannya. Yoona kini merasa terperangkap dalam sebuah perasaan yang tidak ingin dimilikinya saat ini, sebuah perasaan bernama takut.

Suho lalu menarik Yoona dan mencengkeram kedua bahunya dengan begitu kuat. Yoona merasa kedua bahunya sangat sakit. Ia merasa sangat takut saat menatap bola mata Suho yang berubah menjadi warna merah pertama kalinya. Selanjutnya, Yoona terkesiap saat Suho mencium bibir penuh miliknya. Suho melumat bibirnya dengan ganas. Sementara Yoona tidak dapat berpikir. Ia merasa waktu berhenti saat itu juga.

Debaran jantungnya yang keras adalah jelas sebuah kesalahan yang pernah ada.

Suho menghentikan ciumannya dan menatap Yoona, “Aku mencintaimu, karena itu maafkan aku. Aku ingin kau tetap bersamaku.”

Yoona tidak mengerti maksud perkataan Suho. Suho tiba-tiba menggigit leher Yoona dengan buas, membuat Yoona berteriak keras. Teriakan Yoona sangat mengerikan, menyiratkan semua perasaan pedih, kecewa, sakit, dan semua perasaan menderita yang ia rasakan sekarang.

“Hentikaaan! Suho hentikan! Sakit… sakit! Aaaah…” teriak Yoona sambil berurai air mata.

Sementara Suho tidak peduli, ia sudah berusaha bisa berbuat sampai sejauh ini. Karena sebenarnya Suho juga merasa sangat sakit harus melakukan hal biadab ini. Ini semua karena perintah masternya. Ia memang brengsek, melakukan hal seperti ini pada yeoja yang ia cintai. Tapi brengsek memang nama tengahnya sebagai vampir darah kotor. Ia harus menuruti perintah masternya.

Suho terus menerus menenggak darah Yoona yang tidak kalah lezat dari milik Hyojin. Membuat Yoona semakin melemah dan yang bisa ia dengar sekarang hanya isak tangisnya. Yoona berkata dengan pelan “Kau boleh menjadikanku vampir, tapi kumohon… jangan Hyojin dan Junhong.”

Suho terkejut mendengarnya. Lalu Yoona meneruskan “Kalau kau melakukannya, aku akan membencimu seumur hidup.”

Suho masih menghisap darah Yoona hingga tubuh Yoona terasa dingin dan lemah. Tanda darah yang ia minum sudahlah cukup baginya untuk menjadikan Yoona vampir. Ia melihat wajah Yoona yang sangat pucat dan terlihat sangat menyedihkan. Ia rasanya ingin membunuh dirinya sendiri melihat wajah Yoona, gadis yang di cintainya itu menjadi seperti mayat hidup dan itu semua karena perbuatannya.

Ia lalu membaringkan Yoona di atas tanah bertumpuk salju putih yang seputih kulit gadisnya itu sekarang. Suho merasa sangat bersalah melihat keadaan Yoona sekarang. Terutama lehernya yang seperti terlihat sobek akibat taringnya. Yoona terlihat sangat mengenaskan.

Suho melihat Hyojin dan Junhong yang masih menutup mata. Ia rasa belum waktunya Hyojin dan Junhong menjadi vampir. Cukup Yoona dahulu. Akhirnya dengan otaknya yang cerdas, ia memutuskan suatu ide yang brilian baginya.

Suho mengeluarkan pisau lipat miliknya dan melukai lehernya sendiri hingga seperti luka sayatan. Tujuannya agar tidak ada yang curiga bahwa hanya ia yang tidak terluka. Lalu ia mengeluarkan sebuah kalung liontin dan mengeluarkan sebuah pil kecil berwarna merah marun dari liontin itu. Pil itu adalah pemberian masternya.

Pil itu bertujuan untuk menghentikan denyut jantung dan nadi selama dua hari. Suho memakannya supaya ia bisa berpura-pura mati dan setelah ia dan Yoona di makamkan, maka ia akan langsung membawa Yoona bersamanya dan menjadi pendampingnya sebagai vampir. Tanpa ada yang mengetahui keberadaan mereka karena semua orang menganggap mereka sudah mati.

Yoona juga membutuhkan dua hari saat ia akan bangkit menjadi vampir darah kotor karena Suho meminum darahnya terlalu banyak.

Tapi sekali lagi, itu semua bukan keinginannya.

FLASHBACK END

Author’s point of view

Hyojin, Chanyeol dan juga Sehun terkejut mendengar penjelasan panjang dari Suho tadi. Suho mengakhiri penjelasannya dengan seringainya yang menyeramkan.

“Suho hyung.. kau benar-benar jahat! Kau membunuh Yoona noona!” seru Chanyeol tidak percaya.

“APA!? Jadi kau yang membuat leher Yoona eonni sobek dan meninggal!? Suho oppa kau.. kau memang biadab!!!” geram Hyojin dengan murka. Hyojin langsung maju dan mencoba mendekati Suho, namun Sehun mencegahnya dan merengkuh badan Hyojin dari belakang. Membuat Hyojin kaget.

“Lepaskan aku!!!” Hyojin memberontak dalam pelukan Sehun. “Kau tidak akan pernah bisa melawannya, ia terlalu kuat bagimu.” Ucap Sehun menenangkan. Hyojin mau tidak mau diam meskipun dirinya tidak tahan untuk membunuh vampir yang sudah membuat kakaknya meninggal dan menjadi vampir.

Chanyeol lalu menghampiri Suho, Sehun tidak dapat mencegahnya. Setidaknya, Chanyeol mempunyai kekuatan dan ia adalah vampir darah murni sama sepertinya. Chanyeol mengeluarkan api dari tangannya lalu mengarahkannya untuk membakar wajah Suho. Suho lalu menggenggam tangan Chanyeol yang terdapat api itu dengan tenang, lalu dalam sekejap, api di tangan Chanyeol pun padam karena terdapat sepercik air di telapak tangan Suho.

“Apa kau lupa? Kekuatanku adalah Hydrokinesis. Aku bisa mengendalikan air. Api milikmu dari kekuatan Pyrokinesismu itu pasti akan kalah dengan air dari Hydrokinesis milikku.” Gumam Suho sinis. Suho lalu menyingkirkan tangan Chanyeol.

Chanyeol yang kesal akan perkataan Suho mulai mengeluarkan api dari tangannya kembali, lalu ia kaget saat tiba-tiba Sehun sudah berada di sebelahnya.

“Hentikan. Kau tidak dapat menang melawan Suho.” Saran Sehun, namun Chanyeol tidak peduli. Sehun yang merasa percuma memberi saran pada Chanyeol akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan belati perak miliknya. Bermaksud  untuk membunuh pengkhianat di depannya yang bernama Suho.

“Wah wah, kalian bermaksud membunuhku? Terlalu cepat 100 tahun bagi kalian.” Ejek Suho dengan sangat menjengkelkan. Ia lalu tiba-tiba menarik Yoona yang tadinya duduk sambil tidak sadarkan diri itu ke pelukannya.

“Maaf sekali, aku tidak bisa menghabiskan waktu ku untuk vampir darah murni amatir seperti kalian.” Ucap Suho dengan dingin lalu tiba-tiba ia menghilang bersama dengan Yoona.

“Dasar pengecut! Seenaknya saja menghilang setelah mengatakan hal yang ingin membuatku membunuhnya!” umpat Chanyeol dengan amarah besarnya. Chanyeol tahu Hyojin selama ini selalu menderita karena ia merasa bahwa Yoona meninggal karena keinginannya. Padahal, itu semua adalah perbuatan seseorang yang sama sekali tidak di sangka oleh mereka berdua, yaitu Suho.

Sehun melihat Hyojin yang menangis terisak lalu mendekatinya. “Aku membencinya! Aku benci Suho oppa! Teganya ia membunuh Yoona eonniku dan menjadikannya vampir darah kotor…”

“Ia memang vampir terkeji yang pernah ada. Sesuatu yang benar bagimu adalah, jangan pernah memaafkan vampir sialan seperti dia.”

“Aku, Luhan hyung dan Kris hyung selama 2 tahun ini mencarinya untuk membunuh dirinya. Tidak ku sangka kelakuan gilanya semakin menjadi-jadi. Bahkan sampai menjadikan kakakmu vampir darah kotor sepertinya. Tenang saja, kami akan menemukannya kembali dan membunuhnya di depan matamu.” Ucap Sehun menghibur Hyojin. Sehun lalu menghapus air mata Hyojin. Jujur saja, Hyojin tidak dapat menghentikan debaran jantungnya yang semakin lama semakin cepat, apalagi ia menelan ludah saat Sehun tersenyum padanya.

“Kau lebih cantik saat tidak menangis.” Ucap Sehun lembut.

Sehun berhasil kembali membuatnya berdebar. Jujur saja, ia merasa Sehun mulai memberinya perasaan hangat dan aman. Ia mulai menyukai keberadaan Sehun dan ia tetap tidak mengerti bagaimana Sehun selalu menolongnya di saat yang tepat. Namun bukan berarti ia melupakan Chanyeol. Sekarang, ia bingung dengan perasaan dirinya saat ini.

Chanyeol yang menyadari atmosfir romantisantara Sehun dan Hyojin yang membuat ia gerah pun protes. “Hei, hei. Apa kalian lupa bahwa aku ada di sini? Hentikan kelakuanmu, Oh Sehun. Sudah ku bilang Hyojin itu milikku.” Chanyeol cemburu dan Hyojin menyadarinya.

Hyojin lagi-lagi terkena serangan jantung saat Chanyeol mengatakan bahwa ia adalah miliknya yang tentu saja membuatnya tidak dapat berkutik. “Ya! Sejak kapan aku milikmu, Park Chanyeol?”

“Lihat, Hyojin saja tidak mengakui dirimu miliknya. Kau kan memang milikku ya, Hyojin-sshi?”tanya Sehun dengan nada menggoda. Dada Hyojin terasa bergemuruh mendengar pertanyaan Sehun. Sial, kedua namja tampan itu kini membuat jantungnya semakin tidak normal.

“Tidak! Aku juga bukan milikmu, Sehun-sshi! Aku bukan milik siapa-siapa! Hentikan menyebutku dengan sebutan milik kalian, aku bukanlah barang!” seru Hyojin dengan gugup.

“Hyojin noona.. ngggh…” sebuah lenguhan dari suara yang di kenal oleh Hyojin membuat ia terkejut. Junhong sudah sadar namun ia masih terbaring tidak berdaya. Hyojin langsung menghampiri adiknya itu dengan khawatir.

“Junhong-ah bertahanlah!” mau tidak mau Hyojin mulai menangis kembali melihat wajah Junhong yang terlihat semakin pucat dan lehernya yang berlumuran darah akibat bekas gigitan kakak mereka sendiri, Yoona. “Kau tidak apa-apa?”

Chanyeol dan Sehun ikut menghampiri Hyojin, lalu membantu Junhong duduk bersandar pada dinding. “Lehermu.. apa masih terasa sakit sekali?” tanya Hyojin tidak tega melihat Junhong yang selalu terlihat ceria itu kini seperti sangat menderita di akibatkan lehernya. Junhong mengangguk.

“Noona… lebih baik kau menjauh dariku…” ucapan Junhong mengagetkan Hyojin begitu juga Sehun dan Chanyeol.

“Apa maksudmu, Junhong-ah?” tanya Hyojin heran.

Lalu Junhong menatap Hyojin dengan tatapan yang membuat bulu kuduknya berdiri karena mata Junhong seperti begitu kosong. Junhong menatapnya tanpa emosi.

“Junhong-ah, ada apa denganmu? Ya! Junhong-ah!” kekhawatiran Hyojin semakin menjadi-jadi melihat Junhong yang menatapnya tanpa ekspresi.

Jantung Hyojin terasa copot dari tempatnya saat Junhong tiba-tiba mendekatinya, bola matanya berubah menjadi berwarna merah pekat sama seperti Yoona. Terdapat taring di sekitar deretan giginya, ia lalu bermaksud untuk menggigit leher Hyojin. “Darahmu harum sekali…” gumam Junhong dengan nada yang tidak pernah Hyojin dengar dari mulutnya. Junhong berubah menjadi menakutkan.

Sehun dengan cekatan menjauhkan Hyojin darinya, sementara Chanyeol menahan Junhong yang tiba-tiba berubah menjadi vampir untuk tidak mendekati Hyojin.

“Apa yang terjadi kepada Junhong!?” tanya Hyojin dengan panik.

“Ia sebentar lagi akan berubah menjadi vampir darah kotor.” Jawab Sehun serius, membuat Hyojin semakin cemas.

Tiba-tiba kedua bola mata Junhong berubah menjadi berwarna hitam kembali. Junhong sepertinya baru menyadari apa yang hampir di lakukannya. Yaitu hampir meminum darah kakaknya sendiri.

Junhong sendiri tidak mengerti, sejak tadi ia merasakan rasa sakit dan kepalanya terasa berputar-putar saat lehernya di gigit oleh Yoona.

Author’s point of view

FLASHBACK

Junhong yang berpamitan dengan Hyojin pun akhirnya berjalan lurus untuk pulang ke rumahnya. Tiba-tiba ia kaget saat melihat seseorang yang sangat ia ingin lihat selama 2 tahun ini muncul dan sedang berada di atap sebuah rumah. Memandang ke arah lain.

Rambut panjangnya yang hitam legam begitu terlihat kontras dengan cahaya bulan, wajah cantiknya, semuanya tidak ada yang berubah. Junhong merasa sangat bahagia bisa bertemu dengan kakaknya lagi. Park Yoon Ah.

“Yoona Noona!” seru Junhong dengan keras. Yoona yang tadinya sedang asyik mengamati langit sambil menunggu Suho berburu itu tersentak kaget ketika melihat ke bawah, ada seorang anak lelaki yang tidak di kenalnya sama sekali, wajah dan kulitnya sangat putih dan terlihat kekanak-kanakan, memanggil namanya dengan tambahan ’Noona’.

Yoona lalu turun dari atap rumah tersebut dengan cepat yang tentu saja membuat Junhong kaget bukan main. Karena Noonanya sekarang terlihat seperti bukan manusia karena wajahnya sangat pucat.

Sementara Yoona terkejut melihat wajah anak lelaki itu sekarang dengan jelas.

Mata mereka bertemu dan waktu terasa berhenti.

Aneh. Ia yakin ia tidak mengenal anak ini. Tapi kenapa hatinya malah berkata sebaliknya?

Kenapa hatinya merasa bahwa ia merindukan anak lelaki ini?

“Noona! Ternyata kau masih hidup…” Yoona melihat matanya berkaca-kaca. Ia semakin heran sebenarnya siapa anak lelaki ini?

Sementara Junhong tidak kuasa menahan setiap luapan emosi yang ia tahan saat ia berpikir Yoona sudah meninggal. Ia dan Hyojin lah yang paling terpukul atas kepergian Yoona. Termasuk kedua orangtua mereka tentunya.

Setetes air mata lolos dari sudut matanya, membuat Junhong terpaksa menghapus air mata tersebut dengan punggung tangannya.

“Kau tahu noona? Aku sangat merindukanmu. Tidak, Hyojin noona, eomma dan appa juga merindukanmu. Hyojin noona tadi pergi ke pemakamanmu. Aku tidak tahu bagaimana kau bisa hidup kembali.”

Setiap ucapan Junhong membuat Yoona semakin tidak mengerti.

“Tapi… Syukurlah. Ayo kita pulang ke rumah, Yoona noona.” Ajak Junhong dengan polosnya. Junhong mengulurkan tangannya dan langsung di tepis oleh Yoona dengan kasar. Membuat Junhong kaget.

“Apa maksudmu dengan pulang ke rumah!? Siapa sebenarnya kau?” tanya Yoona dengan kasar. Yoona memang menjadi kasar karena Suho mendidiknya untuk menjadi buas jika ada seseorang yang mengaku mengenalnya, sementara dia sendiri tidak.

Suho memanglah vampir yang penuh akal dan licik. Ia sudah memperhitungkan bahwa cepat atau lambat kakak beradik ini akan saling bertemu dan itu yang Suho takutkan. Ia takut Yoona mengingat kembali tentang siapa dirinya saat ia menjadi manusia dan membenci Suho serta menjadi vampir liar.

“Siapa aku? Aku ini adalah adik kandungmu, Park Junhong! Atau yang sering kau panggil Zelo!” jawab Junhong dengan lantang.

“Kenapa noona lupa padaku?”

Yoona tetap saja menganggap bahwa anak lelaki di depannya ini hanya mengaku-ngaku menjadi adiknya. Karena Yoona tidak mempunyai keluarga. Ia adalah vampir dan Suho adalah satu-satunya vampir yang ia cintai dan ia anggap sebagai keluarganya. Itulah yang di katakan Suho.

“Berisik, manusia! Kau bukan adikku! Aku sama sekali tidak mempunyai adik.”

Mata Yoona lalu berubah menjadi berwarna merah, taringnya pun keluar, membuat Junhong bergidik ngeri.

“Kau lihat? Aku adalah vampir. Bukan manusia sepertimu.” Ucap Yoona dingin.

Junhong mundur, namun perasaannya mengatakan bahwa vampir ini memanglah kakaknya. Tidak mungkin ada seseorang yang mempunyai wajah dan suara yang persis seperti kakaknya itu.

“Kau memang vampir. Tapi aku yakin kau tetaplah kakak ku. Park Yoon Ah.”

Ucapan Junhong kembali membuat Yoona terkesiap. “Kenapa kau tahu nama asliku?”

“Karena kau memang kakak kandungku, noona.” Jawab Junhong dengan yakin.

Sebuah serpihan memori acak tiba-tiba berada di kepalanya. Ia pernah melihat wajah Junhong yang tersenyum dan tertawa. Seorang anak perempuan cantik berambut panjang pun ada di sebelahnya. Tapi ia tidak tahu kapan dan dimana ia pernah melihatnya.

“Aaargh…”  Kepala Yoona tiba-tiba terasa sangat sakit. Seperti sesuatu menghantam kepalanya dari dalam. Perlahan-lahan, ia mulai merasa Junhong adalah orang yang pernah di kenalnya. Tetapi semakin memikirkannya, semakin hebat juga rasa sakit yang ia rasakan di kepalanya. Semua memori samar itu membuatnya frustasi.

Junhong sangat khawatir melihat kakaknya tiba-tiba terlihat sangat kesakitan. “Kau tidak apa-apa, noona?”

Yoona yang merasakan tangan Junhong yang menyentuh pundaknya itu langsung menghindar. “Jangan menyentuhku, manusia!”

Yoona muak merasakan rasa sakit di kepalanya itu kian lama kian menyiksa saat melihat wajah Junhong yang sebenarnya adalah adik kandungnya sendiri. Namun ia sama sekali tidak tahu.

“Dan jangan panggil aku ‘Yoona noona’! Aku bukanlah kakakmu dan aku bukanlah manusia!” seru Yoona dengan amarahnya.

“Kau adalah noonaku! Hentikan ocehanmu, lebih baik kita pulang ke rumah!” paksa Junhong tidak terima bahwa Yoona bukanlah kakaknya.

Yoona sudah tidak tahan lagi. Ia lalu mendorong tubuh Junhong yang tinggi itu ke sebuah gang gelap dan mendorongnya hingga menyentuh dinding. Ia muak Junhong terus memanggilnya seakan ia adalah kakaknya. Ia muak saat semua serpihan memori aneh itu melintas di kepalanya dan ia sama sekali tidak mengerti.

“Aku muak denganmu. Lebih baik aku jadikan kau vampir sepertiku untuk memberimu pelajaran bahwa kau tidak boleh macam-macam denganku.” Ucapan Yoona yang tanpa emosi itu membuat Junhong tenggelam dalam rasa takut.

Yoona lalu menghipnotis Junhong agar ia tidak lari. Setelah berhasil, ia lalu menggigit lehernya dan meminum darah Junhong. Rasanya nikmat baginya. Karena sudah lama ia tidak meminum darah manusia.

Yoona merasakan rasa yang asing baginya kembali.

Karena saat meminum darah Junhong, ia merasa itu adalah kesalahan terbesar baginya.

Dan satu perasaan yang mengganggu lubuk hatinya adalah,

Ia sungguh menyesal melakukannya.

Tanpa ia ketahui apa penyebabnya.

FLASHBACK END

Author’s point of view

Junhong menatap Hyojin dengan tatapan nanar. Membuat Hyojin heran akan adiknya.

Lalu tiba-tiba ia menangis. Membuat ketiga orang di depannya terkaget atas reaksinya.

“Kau kenapa, Junhong-ah?” tanya Hyojin cemas sambil mendekati Junhong kembali.

“Maafkan aku noona…” ucap Junhong sambil merasa menyesal. “Maafkan aku karena bermaksud meminum darahmu.”

“Tidak apa-apa Junhong-ah. Aku tidak apa-apa.” hibur Hyojin sambil memeluk Junhong lalu melepasnya dan tersenyum menenangkan.

Hyojin sebenarnya tidak kuasa menahan tangis. Ia sudah kehilangan kakaknya. Dan kali ini, ia tidak mau kehilangan sesuatu yang berharga baginya untuk kedua kalinya. Yaitu adiknya. Park Junhong.

“Kau siapa?” tanya Junhong sambil melihat ke arah Sehun.

Hyojin yang sadar bahwa Junhong belum mengenal Sehun lalu memperkenalkannya. “Kenalkan, ini Oh Sehun. Teman sekelasku di sekolah.”

“Aku Park Junhong.” Ucap Junhong ramah sambil bersalaman dengan Sehun.

“Kalau aku Park Chanyeol.” Chanyeol ikut bersalaman dengan Junhong dan mereka berempat pun tertawa. Tentu saja karena mereka sama-sama sudah saling mengenal. Chanyeol memang terkenal sebagai Happy Virus dan Junhong tahu Hyojin menyukainya.

Junhong menatap Sehun dan Chanyeol bergantian, lalu bertanya “Hyojin noona, bagaimana kalau kakak iparku Sehun sunbae saja?”

Pertanyaan polos dan lugu dari mulut Junhong itu membuat jantung Hyojin berdetak cepat kembali. Ia terlalu kaget hingga akhirnya hanya bisa diam.

“Ya! Apa maksudmu, Junhong-ah!?” geram Chanyeol kesal. Tentu saja karena ia cemburu, adik Hyojin lebih memilih Sehun daripada dirinya. Padahal ia dan Junhong saling mengenal lebih lama.

“Soalnya Sehun sunbae lebih tampan daripada Chanyeol hyung.” jawab Junhong sambil terkikik geli. Chanyeol langsung menjitak kepala Junhong dengan keras, membuatnya mengaduh kesakitan dan tertawa. Sementara Sehun tersipu malu, karena adik Hyojin itu lebih memilihnya untuk menjadi kakak iparnya. Itu berarti ada kesempatan baginya.

“Tenang saja, Junhong-sshi, aku akan menjadi kakak iparmu di masa depan nanti dan memberikan keponakan yang banyak dengan Hyojin. Tentu saja, aku akan menikahinya.” Perkataan Sehun yang penuh dengan percaya diri itu membuat wajah Hyojin memanas. Sebelum Chanyeol yang sering cemburu sejak tadi bereaksi, Hyojin sudah berteriak duluan.

“Ya! Aku tidak mau menikah denganmu, Oh Sehun! Memberi keponakan yang banyak, apa maksudmu, hah!?”

“Tentu saja kita akan membuat anak yang banyak, chagiya.” Goda Sehun sambil mencubit pipi Hyojin yang semakin memerah. Membuat keimutan seorang Park Hyojin semakin lucu di mata Sehun.

“Chagiya!? Baru saja saat istirahat tadi kita saling mengenal, kau sudah memanggilku chagiya? Seenaknya saja!”

“Jangan berani memanggil Hyojin dengan sebutan chagiya, Oh Sehun! Hyojin-ah, kalau begitu mulai sekarang aku akan memanggilmu yeobo ya?”

“M-Mwo!? Kau jangan ikut-ikutan menjadi gila, Chanyeol-ah!”

Semua kehebohan di depan mata seorang Park Junhong yang di akibatkan oleh kakaknya dan dua namja tampan itu membuatnya meledak dalam tawa.

Hyojin, Chanyeol dan Sehun langsung menghentikan adu mulut mereka yang tidak bermutu itu dan mata mereka melihat bersamaan ke arah Junhong. Syukurlah, sepertinya Junhong sudah lebih tenang sekarang dan itu semua berkat ulah konyol mereka bertiga.

Namun lehernya masih terasa sakit dan berdenyut-denyut. Ia masih ingat dengan perkataan Yoona tadi. Bahwa ia akan menjadi vampir yang menakutkan sama seperti dirinya. Mengingat kejadian itu, wajah Junhong berubah menjadi murung dan sedih kembali. Karena kakak kandungnya tidak mengingatnya bahkan menggingitnya dan bermaksud merubahnya menjadi vampir.

Dan ia tidak mau itu.

Junhong tidak ingin menjadi makhluk peminum darah manusia. Ia pun masih sangat bersalah dan rasanya ia ingin mati saja saat ia menganggap darah Hyojin sangat harum dan menggoda hingga hampir saja ia bermaksud menghisap darah kakaknya sendiri. Sebenarnya, ia benci darah sama seperti Hyojin.

Junhong akhirnya membulatkan tekadnya.

Ia lalu menatap ketiga orang di depannya yang melihatnya dengan khawatir.

“Sehun sunbae, Chanyeol hyung, Hyojin noona, apakah sebentar lagi aku akan menjadi vampir?” tanya Junhong serius.

Ketiga orang yang di tanya tersebut terlihat kaget dan tidak tahu harus berkata apa. Junhong yang melihat reaksi mereka bertiga pun akhirnya mengerti.

Ia tidak ingin menjadi vampir.

Junhong sangat menyayangi Hyojin hingga akhirnya ia memutuskan keputusan yang terbesar dalam hidupnya.

“Bisakah aku meminta permintaan terakhir kepada kalian?”

Pertanyaan Junhong jelas membuat alis mereka mengkerut tidak mengerti.

“Apa maksudmu, Junhong-ah?” tanya Hyojin cemas dan penasaran.

“Aku tidak mau menjadi vampir. Aku tidak ingin melukai Hyojin noona lagi. Jadi…” ucapan Junhong tertahan. Tenggorokannya terasa tercekat, dengan susah payah ia pun melanjutkan.

“Kumohon tolong bunuhlah aku.”

To Be Continued

Kyahahaha *di rajam pembaca*

Pasti pada protes kenapa tbcnya pas penasaran terus wkwk XD

Aku suka banget pas ChanHyoHun adu mulut aduh itu Chanyeol bias saya kasian banget di pilih kasih sama Zelo hahaha. Tapi Chanyeol tetep bias aku nomer satu lah nyehehe.

Ada yang suka Zelo B.A.P juga? Aku suka Zelo dan Himchan lho wgwg.

Menurut kalian siapa coba vampir yang bantuin Suho dan masternya Suho itu? Hehehe.

Aku suka pas Suho bilang ‘kesalahan terbesarku adalah mencintaimu’ dan Sehun pas bilang ‘kau lebih cantik saat tidak menangis’ aihihi SuHun (?) to tuit banget wkwkwk.

Kalian ada yang ga suka ga kalau Suho jadinya sama Yoona? Aku sih biasa aja wehehe. Gimana dengan kalian?

Entah kenapa aku suka banget bayangin Suho jadi kejam.Pokoknya di cocok jadi peran jahat hehe soalnya Suho senyum terus sih, kalo ga senyam senyum mulu pasti ganteng deh. Aku pernah lihat wajah Suho yang biasa aja tanpa menebar senyumnya, cemberut malah dan asli! Itu ganteng banget!

Kalau Chanyeol sih mau senyam senyum gaje atau cemberut juga tetep ganteng. Setuju kan?

Pernah lihat kata-kata di atas? Yap! Itu yang pernah aku tweet di twitter aku hehe.

Aku sukanya bales tweet malem-malem, jadi maaf kalo siang aku online di hape itu bawaannya males ngebales mention dan nge-dm wehehe.

Aku juga muak sama plagiator yang ngeplagiat FF ini dan ngepostnya di facebook. Nama plagiator tersebut alay dan panjang pokoknya ada kiyutz kiyutz gitu iiih jijik deh ga banget! Tapi di karenakan entah plagiator tersebut nyadar, notes FF plagiatnya itu langsung hilang di search google. Entah udah dia hapus entah kemana. Pokoknya hilang kebawa angin (?)

Jangan berani-beraninya plagiat FF aku yaa! Mau aku post di wp aku ini dan di tulis di atasnya plagiator? Ga mau kan? Makanya jangan!

Hmm yaa aku bakal hiatus seperti yang udah di janjikan, buat yang ngelarang, ya terserah aja orang yang nulisnya juga aku. Ya engga?

Tunggu 40 harian lagi ya hahaha. Aku kan harus fokus SBMPTN. Jadi harap mengertilah.

Tolong berikan KOMENTARatau FF ini chapter 6nya ga akan di publish dan BAKAL DI GANTI SAMA FF ROMANCE AKU YANG BARU YA, PLEASE?

Ga mau kan?

Jadi JANGAN LUPA KOMEN YAA! :3

Terimakasih buat kalian yang selama ini selalu baca, komen dan mendukung FF aku ini dan terutama Unpredictable Future!

Fiuuh cape banget tiada hari tanpa dm-in password sampe kuota abis mulu hehe tapi makasih ya yang udah mau komen! Meski ada beberapa juga yang boong punya username buat komen di wp dan ga komen kaya yang ga tau aja kalau aku nulis nama twitter account serta username kalian di hape SEMUANYA.

Siap-siap aja ya ga akan aku kasih password buat Unpredictable Future chapter 6. Apapun alasannya mau error kek, lupa kek, pokoknya ga akan aku kasih.

Merasa terancam? Makanya komen!

Don’t Be Silent Readers!

Saranghae yeorobuuun! :*

Pai pai! 😀

tumblr_static_lukai24 tumblr_mmpxqlQVQK1qcc9xzo2_250 BJ3zgueCQAALfso.jpg largeIni gambar Sailormoon EXO dari dongaseng saya limus. GYAHAHAHA LIHAT SEHUN KAI LUHANNYA XD

tumblr_static_lukai24Kai dan Luhan  favorite aku di MV MAMA. keren banget mereka :*

tumblr_mmpxqlQVQK1qcc9xzo2_250aku suka rambut bacon yang baru 😀

Advertisements

299 thoughts on “The 12 Extraordinary Vampires (Chapter 5)

  1. Mau nya buka UF tapi malah jadi baca seri ini. Dan……………. aku suka bangeettttttt.
    Main UF nya baru aku buka nanti.

    Lanjut thor. aku langsung kebut baca dari chap 1 sampe chap ini gara – gara penasaran sama ceritanya.

    Aku ada ide gmana kalo author lanjutin UF sama vampires ini, tp author juga publis ff romance author yg baru soalnya aku suka banget cerita2 author. #maruk wkwkwk

    Ngomong2 aku juga camaba wkwkwk tp di surabaya#g nanyak.

  2. Ga sengaja kebuka.. Tapi Males baca ff nya hehe..
    Ninggalin jejak di kolom komentar sebagai tanda kalau aku udah ngebuka page ini, lagian kasihan sama readers lain yg ngarepin update part selanjutnya.

  3. baru ada ide buat nyari fanfict tentang vampire, di search muncul dah wp author..
    Keren!
    Tapi chapter 6 udah di publish belum?
    Anyeong!

  4. Chapter 6 udah dipublish belum sih? Aku udah penasaran nih sama lanjutannya, kalo udah minta URL nya ya plisssss hehe

  5. Suho demi apapun lo jahat banget sumpah. Itu Zelo beneran jadi vampir darah kotor? Aaaaa no waayyy, he’s too damn cute to be a vampire. Kan biasanya vampir itu cool kece gimana gitu jdnya kalo Zelo jd vampir jd ngerusak image vampir dimataku wkwk XD

  6. kereen thor!
    lanjut terus.. makin penasaran..! geregetan!
    thor kalau boleh minta passwosd unpredictable future..
    khamsahamnida

  7. eonnieeee!!! Awawawawawa keren bangett,duhduhduh kira” siapa yg dipilih hyejin nanti yaaa?? Trus siapa yg nolongin suho ngilangin mobil?? Huaaaa penasarannn!!!

  8. Kyakyakya, vampire ganteng! Mau dong perjanjian darah sama chanyeol #duagh
    Feel comedy-nya kerasa banget pas chanhun rebutan hyojin. wakakakaka… channie, be mine please #ditendang pyromaniacs sedunia
    Mian aku baru sempet comment di chap 5 ini, hehe ^^V Soalnya baru kepikiran baca fanfict ini. Selama ini cuma ngikutin yang unpredictable future, heh
    lanjut secepetnya ya eon! Fighting!

  9. Eh eonni, itu yang bantu kan kai, masternya kai juga bukan? Soalnya curiga karena kai bisa nentuin orang yang diminum darahnya jadi vampire atau bukan #panggil L Lawliet
    Trus Minah kapan beraksinya? Pengen baca shape shifter nih. Kayanya keren
    lanjut!

  10. Huaaaa kerennn bgt thor…

    Greget banget waktu adek nya hyo g mau hyo nya di sakiti lagi…. jadi pengen punya adek begituan…. tpi sayang aku anak trakhir jadi ga bisa T.T

    Next chap cptan thor… hiatus nya jangan klamaan….

  11. udah update ternyata ,
    ketinggalan -_-
    ya ampunn keren thor , hyojin sama sehun aja ya #maunya
    next part ditunggu ^^

  12. ahhhh thoor lagi2 aku jatuh cinta sama ff kamu yg ini… hahahah daebak ! maaf aku komennya di part ini soalnya bacanya sekalian dari part 1 ampe part 5… maklum aku baru nemu wp kamu kmrn2… dan penasaran sama cerita ini sejam yg lalu… smangat buat sbmptnnya… thx banget dm kamu baru masuk niii… th ya thor… muach2222

  13. kyaaaaa aku lagi2 jatuh cinta sama cerita yg kamu buat … thor daebak ! sehun oh sehun… ceritanya sukaaa… maaf aku commentnya dipart ini soalnya barusan bacanya sekalian dari part 1 ampe part ini… sukaaaaa…. ah sama kaya unpredictable future.. maaf juga buat ff yg itu aku komennya di part 3…soalnya lagi2 bacanya sekalian … aku baru mulai liat ff kamu 2 hari yg lalu… dan sukaaaa…. buat postingan slanjutnya bakal lgsg aku komen tiap partnya… salam kenal thor… ;D

  14. thor daebak ! sama kaya unpredictable future skali baca langsung jatuh cintaa… waahh… suka banget sama cara kmu nyeritain sesuatu… jd bkin critanya g ngebosenin… sukaaaa… maaf komennya dipart paling akhir soalnya aku baru mulai buka wp kamu krmn alhasil bacanya skalian… hehehe… tenang thor aku pastiin buat postingan selanjutnya pasti aku comment satu2… heheheh slam kenal… ;D

  15. uppsss jadi 3 kali gini komennya… hahaha maaf thor… aku pkir td g ke post komennya jd aku tulis ulang ampe 3 kali .. dan ternyata… jeng jeng jeng… hahah aku jadi malu… maklum buka lwt hp… ;D

  16. thor, ni ff DAEBAK dunia akhirat, sumpeh dech
    tp, ku baru baca chapter yg ini doank
    chapter yg ini aja udah bagus, apalagi chapter sebelumnya
    ku tau ff ni dari tmen ku, dia bilang kalo ni ff bagus banget, jd langsung ku cari dah ni ff
    author fighting,,

  17. Author anyeeeong mmm akku baru baca ff ini seruuuu makin rame penasaran sama ceritany lanjut lagi ya oeen
    Semngaaat fightiiiing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s