Unpredictable Future (Chapter 7)

Author: Santi Fauzia (@santifauziaa)
Summary: Park Haeyeol adalah gadis yang menyukai Kim Jongin, tetapi mempunyai hubungan yang buruk dan selalu bertengkar dengans ahabat Kim Jongin, Oh Sehun. Apa yang terjadi saat suatu hari Ia dan Sehunterbangun di atap yang sama dan mendapati bahwa mereka sudah menikah dan mempunyai anak? Check This Out!
Main Cast:
Park Haeyeol
Oh Sehun
Kim Jong In
Support cast:
Park Chanyeol
Seo Yura
All member of EXO
Genre: Romance, Marriage life, Fantasy.
Rating: M
Lenght:Chaptered
Disclaimer: Semua alur cerita asli dari pemikiran author, jika ada kesamaan ide ataupun nama tokoh dalam cerita ini, itu semua hanya kebetulan semata. Semua member exo milik SM kecuali Sehun, Chanyeol dan Luhan milik author *di gebuk exo-l* DON’T COPAS, DON’T BE PLAGIATOR AND DON’T BE SILENT READER!
Ps: Annyeonghasehun! Maaf dan makasih ya buat kalian semua yang nunggu ff ini. Author kembali setelah sekian lamanya ga post ataupun nulis ff hehe ._.v Makasih buat yang udah bikinin poster, aku lupa pokoknya aku punya line nya. aku sengaja ga password chapter ini karena aku udah sibuk ga bisa selalu ngasih pw di twitter. Untuk Yura, aku lupa namanya Yura jadi aku tulisnya Yoora (efek ga nulis selama beberapa bulan). Selamat membaca ff ini kembali hehehe.

 

unpredictable-future

CHAPTER 7
Author’s point of view

Saat lagu dansa berakhir, kedua mata Sehun menangkap sosok Haeyeol yang sedang berpelukan dengan seorang lelaki tinggi. Lelaki tersebut membelakangi Sehun sehingga yang bisa ia lihat hanyalah Haeyeol. Ia merasakan firasat buruk akan siapa lelaki berambut hitam tersebut.
Sehun segera pergi ke tempat redup yang berada di ujung ruangan dimana Haeyeol berpelukan dengan lelaki tersebut, meninggalkan Bora yang memanggilnya sejak tadi.
Kedua kakinya berhenti melangkah saat matanya mengenal siapa lelaki yang memeluk istrinya sekarang. Dan seperti yang ia duga, lelaki itu adalah Kim Jongin.
Haeyeol menangis dalam pelukan Jongin. Mereka berpelukan sangat erat. Seperti tidak ingin melepaskan satu sama lain.
Jantung Sehun memompa dengan tempo yang lebih cepat, keras, hingga yang ia rasakan adalah rasa sakit dan kecewa.
Haeyeol sudah berjanji tidak akan berada di dekat pria brengsek tersebut, tetapi ia melanggar janjinya. Sehun pun ingat akan ancaman Jongin, “Treat your girl right, or sit back and watch me do it for you.”
Sehun merasa, Jongin serius.
Saat Jongin dan Haeyeol menyadari keberadaan dirinya, ia langsung menghampiri mereka sambil menatap dengan tatapan penuh amarah. “What the hell are you doing with my wife!?”

Sehun menarik tangan Haeyeol dengan kasar agar menjauh dari Jongin. Haeyeol terkesiap dan ia meringis karena genggaman tangan Sehun sangat kuat. “Sehun-ah.. sakit…”
Sehun yang mendengarnya langsung melepaskan tangan Haeyeol dengan acuh sambil menatapnya. Haeyeol kembali merasa takut saat melihat tatapan Sehun yang sama persis saat ia menatap Jongin.
Lalu Sehun melangkah dan memegang kerah Jongin sambil menatapnya dengan emosi, “Aku sudah pernah memperingatkanmu untuk tidak berada di dekat gadisku bukan?”

Jongin tidak bisa memungkiri bahwa tatapan Sehun kali ini sangat mengerikan, tapi ia lalu memberanikan diri untuk menjawab dengan sejujurnya, sambil dengan nada yang menantang tentunya. “Asal kau tahu saja, kami berpelukan atas keinginan kami sendiri. Aku tidak akan dengan seenaknya memeluk istrimu jika ia sendiri tidak menginginkannya. Jika ia tidak ingin ku peluk, ia tinggal melepaskan diri dariku bukan?”

Seluruh pasangan yang tadinya asyik berbincang satu sama lain itu sekarang beralih menatap Sehun dan Jongin yang menjadi pusat perhatian di ballroom yang sangat luas itu. Haeyeol yang menyadarinya merasa panik, ia mencoba menghampiri Sehun untuk menghentikan perkelahian yang akan terjadi, namun sebuah tangan yang ramping menahannya. Dan pemilik tangan itu adalah Luhan.

“Jangan sekalipun ikut campur dengan masalah pria, nona muda.” Ucap Luhan sambil tersenyum. Tetapi senyum Luhan bukanlah senyum yang menenangkan, melainkan mencurigakan. Haeyeol seketika teringat saat Luhan mendorongnya ke arah Jongin, serta meninggalkannya dengan kebingungan.

***

“Apa alasanmu memeluknya? Apa kau sama sekali tidak memikirkan apa yang di pikirkan orang lain –bahwa kau memeluk istri sahabatmu sendiri –yaitu aku?” Sehun mengabaikan jawaban Jongin tadi yang membuat dadanya terasa berat.

Jongin tidak tahu apa kalimat yang tepat untuk menjawab pertanyaan Sehun kali ini. Tentu saja karena ia masih mencintai Haeyeol.
Dan itu tidak mungkin ia ucapkan karena seluruh orang yang berkumpul melihat semi pertengkaran mereka –termasuk Luhan yang berada di sebelah Haeyeol –itu pasti akan mendengarnya.

Ia akhirnya menjawab dengan suara yang sangat pelan hingga hanya Sehun yang dapat mendengarnya. “Aku merindukan istrimu. Begitu juga sebaliknya.”
Kali ini kesabaran seorang Oh Sehun lenyap di gantikan dengan emosi yang menguasai dirinya. Ia melepas kerah Jongin dan melayangkan tinju dengan seluruh tenaga menuju pipi Jongin hingga pria itu mundur dan hampir terjatuh. Haeyeol spontan berteriak karena terkejut, begitu juga wanita lainnya yang menyaksikan perkelahian mereka.

Tetesan darah mengalir di bibir Jongin, pipinya yang kemarin di hajar oleh Sehun pun semakin membengkak dan sakit. Ia merintih kesakitan, lalu bangkit dan berdiri mendekati Sehun, kemudian menendang perut Sehun hingga ia terpojok ke dinding.
Jantung Haeyeol terasa hampir copot dari tempatnya melihat hal tersebut, ia mencoba untuk menghampiri Sehun dan menyelamatkannya dari serangan Jongin berikutnya, namun lagi-lagi tangan Luhan menahannya.

“Lepaskan aku, sunbae!” Haeyeol tidak kuat melihat Sehun yang terlihat kesakitan. Satu lagi yang luput dari kesadaran gadis ini, yaitu dirinya hanya mengkhawatirkan Sehun, bukan Jongin.
“Kau bisa terkena pukulan jika ikut campur dengan urusan mereka. Lagipula, ini lah yang harus Jongin dan Sehun lakukan atas kejadian 8 tahun yang lalu.”
“A-apa maksudmu, Luhan sunbae?”
“Bukan apa-apa.”
Haeyeol melihat Baekhyun yang berada di sebelah Luhan, ia teringat bahwa hotel yang ia pijaki sekarang adalah hotel milik keluarga Baekhyun, “Baekhyun, kenapa kau tidak menghentikan mereka berkelahi dengan cara memanggil petugas keamanan?”
Baekhyun menoleh ke arah Haeyeol lalu ia tersenyum simpul sambil menjawab “Kurasa membiarkan mereka berkelahi sebentar tidak akan menjadi masalah.”
“Hah?” Haeyeol sama sekali tidak mengerti dengan kedua pria tampan yang berada di dekatnya sekarang ini. Kenapa ia merasa mereka seakan menganggap pertengkaran Sehun dan Jongin adalah hal yang patut terjadi?

***

“Ukh..” Sehun menahan rasa sakit karena Jongin menendang perutnya tepat sasaran. Sehun tidak sempat berdiri karena Jongin tiba-tiba berada di depannya. Wajahnya tepat berada di depan Sehun, sambil menatap Sehun dengan dingin, ia berkata “Kau lah yang merebut Haeyeol dari ku, Oh Sehun.”
Jongin meninju pipi sebelah kanan Sehun. “Ini balasan karena kau melanggar janji untuk tidak menikah dengan Haeyeol”
Sehun ingin membalas, tapi ia hanya diam memandang kosong ke arah Jongin yang meledak dalam emosi. Tanpa aba-aba, Jongin menarik kerah baju Sehun hingga ia terpaksa harus berdiri, Sehun langsung menahan kepalan tangan Jongin yang bermaksud memberikan tonjokan pada wajahnya lagi, kemudian dengan cepat ia melayangkan tinju tepat ke rahang hidung Jongin sambil berkata,“Dan ini adalah balasan karena kau memeluk istriku.” Ucap Sehun dingin.

“Aaargh…” Jongin mengerang menahan sakit, cairan merah keluar dari hidungnya. Sehun tidak main-main saat memberikan pukulannya tadi. Sehun lalu memberikan tendangan pada wajah Jongin, hingga ia tersungkur ke lantai.
“Jangan pernah mencoba merebut apa yang sudah menjadi milikku. Karena kau tidak akan pernah bisa.” Ucap Sehun dengan tenang sambil memberikan pandangan yang menusuk.
Jongin yang di serang oleh rasa sakit di seluruh bagian wajahnya itu hanya bisa berdecak. “Milikmu? Apa kau lupa bahwa dulu Haeyeol akan menikah denganku?”

“A-apa?” Sehun kaget mendengar pertanyaan Jongin, begitu juga Haeyeol yang masih berdiri di sebelah Luhan. Haeyeol menoleh ke arah Luhan dan Luhan hanya tersenyum kecut.
“Jangan berpura-pura, bodoh.”Jongin lalu berdiri dengan semampunya sambil melangkah kembali menuju Sehun. “Sebelum aku pergi, kau berjanji tidak akan menikah dengan Haeyeol, karena kau bilang kau sudah berencana akan menikah dengan Bora. Tapi kau hanya pembohong besar. Bagaimana dengan nasib Bora hah, pria brengsek?”

Sehun dan Haeyeol tentu saja shock mendengar segala hal yang di ucapkan oleh Jongin. Haeyeol merasakan jantungnya berdenyut tidak karuan mendengar nama “Bora” untuk pertama kalinya. Padahal ia tidak tahu menahu siapa “Bora” yang di maksud oleh Jongin, tetapi hatinya terasa sakit saat mendengar bahwa sebenarnya dulu Sehun bermaksud menikah dengan wanita itu. Bukan dirinya.
Tetapi yang membuat Haeyeol shock bukanlah mendengar bahwa dulu Jongin dan dirinya berencana akan menikah, karena ia sudah mengetahuinya. Dari buku diary miliknya.

Sementara Sehun tidak percaya bahwa ia yang berada di masa depan berencana menikah dengan Bora, dan hatinya terasa tertohok saat mendapati julukan ‘pria brengsek’ dari mulut sahabatnya sendiri. Itu berarti… ia memang brengsek.
Pantas saja Jongin begitu membencinya.

Tapi ia tentu tidak mengerti mengapa dirinya bisa menikah dengan Haeyeol jika ia yang berada di masa depan ternyata mencintai Bora.
“Tidak, kau yang brengsek, Kim Jongin.” Sebuah suara dari arah beberapa orang yang berkumpul menonton perkelahian Sehun dan Jongin itu membuat Jongin terkejut, sementara Sehun hanya menatap pemilik suara tersebut, yaitu Bora. Bora yang tadinya berada di belakang Luhan, langsung melangkah ke depan.

Luhan agak kaget karena ia baru menyadari Bora sejak tadi berada di belakangnya, lalu ia menoleh ke arah Haeyeol, menunggu reaksi Haeyeol seperti biasa jika ia bertemu dengan Bora, tetapi Haeyeol hanya diam memandang Bora. Luhan tidak menyangka Haeyeol sama sekali tidak bereaksi seperti biasanya, ia merasa ada yang aneh dengan Haeyeol karena tidak ada pandangan kebencian dalam kedua mata Haeyeol.
Dan itu semua karena Haeyeol merasa shock sebab ia rasa ia pernah melihat Bora dan tiba-tiba dadanya terasa berat tanpa ia ketahui penyebabnya. Sesuatu pasti terjadi antara dirinya dan Bora di masa lalu. Ia yakin itu.
“Kau sama sekali tidak tahu apa yang terjadi selama 8 tahun kau tidak berada di Korea. Kau yang sebenarnya brengsek, meninggalkan Haeyeol yang men –hmmmph” Luhan tiba-tiba membungkam mulut Bora tanpa alasan yang jelas. Semua orang termasuk Sehun, Jongin dan Haeyeol memandang heran kepada Luhan.
Bora menoleh kaget saatmelihat Luhan, lalu Luhan berbisik dengan pelantepat di telinganya, “Jangan pernah beritahu apa yang terjadi pada Haeyeol 8 tahun yang lalu di depan semua orang terutama Jongin, Jung Bora.”

Bora mengerjapkan kedua matanya seketika saat ia mengingat perjanjian dahulu yang ia buat dengan Sehun, Luhan dan beberapa orang yang ia kenal di masa lalu. Jika Luhan tidak menghentikannya mengatakan yang sebenarnya barusan, pasti Haeyeol dan Jongin akan sangat terpukul dengan kenyataan yang harus di sembunyikan dari mereka berdua selama ini.

Saat tangan Luhan tidak lagi membungkam mulut Bora, Bora pun berkata, “Mianhae, aku hampir lupa akan perjanjian kita di masa lalu.”
“Luhan sunbae, kenapa kau menghentikan Bora untuk berbicara tentang Haeyeol? Sebenarnya apa alasan Bora mengatakan bahwa seorang yang brengsek adalah aku?” Jongin yang tidak dapat menahan rasa penasarannya itu pun melangkah maju mendekati Luhan dan Bora yang terlihat kaku.

Bora termenung memikirkan jawaban apa yang pantas ia ucapkan, lalu akhirnya ia berkata “Intinya kau adalah pria brengsek. Sehun tulus mencintai Haeyeol dan kau tidak berhak mengusik rumah tangga mereka lagi.”
Beberapa tatapan tajam dan tidak suka di tujukan kepada Jongin yang berasal dari orang-orang yang berada di sekitar mereka, mereka berbisik dan membicarakan Jongin yang tidak tahu malu menggangggu rumah tangga Haeyeol dan Sehun, sementara Jongin hanya tersenyum kecut dan tidak peduli.

Karena Luhan tidak dapat menjawab pertanyaan Jongin dan tidak ada ide lain yang terlintas di kepalanya, ia lalu menghampiri Jongin dan Sehun lalu merangkul mereka dengan tiba-tiba dan berkata, “Lebih baik kalian hentikan pertengkaran kalian sekarang juga.”
Baekhyun sebagai anak pemilik hotel tempat mereka mengadakan pesta reuni pun juga ikut menghampiri Luhan, Sehun dan Jongin.

“Luhan hyung benar, tadi aku membiarkan kalian bertengkar dan tidak memanggil petugas keamanan di sini karena aku mengerti kalian memang harus menyelesaikan masalah di masa lalu kalian, tapi kurasa, ini semua sudah cukup.”
“Oh ya, pertengkaran kalian ini mengingatkan kami saat kalian juga bertengkar pada saat Sehun dan Haeyeol terpilih menjadi Prom King dan Prom Queen, dan alasannya hanya karena Jongin cemburu hahaha.” Gumam Baekhyun sambil diiringi tawa renyahnya yang bermaksud mencairkan suasana yang tegang yang baru saja terjadi tadi. Beberapa orang yang masih ingat hal itu menjadi ribut karena mereka masih ingat dengan jelas bahwa dulu Sehun dan Jongin juga pernah berkelahi seperti sekarang.

Jongin langsung teringat dengan kejadian tersebut lalu ia hanya tersenyum masam, tetapi Sehun tentu saja tidak ingat bahkan tidak tahu bahwa ia dan Jongin pernah bertengkar saat Prom Night sebab ia dan Haeyeol tiba-tiba berada di masa depan setahun sebelum di adakannya Prom Night.

“Silahkan kalian semua kembali berpesta, maafkan atas perkelahian mereka tadi.” Ucap Baekhyun yang mengisyaratkan agar kakak dan kembarannya kembali mengambil alih acara.
Luhan menuntun Jongin sementara Baekhyun membantu Sehun berjalan dengan arah yang berbeda, tujuannya agar kedua pemuda tersebut tidak melanjutkan pertengkaran mereka kembali.

Haeyeol memandang Bora dari kejauhan yang sekarang sedang membicarakan sesuatu dengan Kris. Ia merasa… ia sangat mengenal Bora, meski ia tidak pernah bertemu ataupun mengobrol dengannya dan ini adalah pertama kalinya ia melihat Bora. Bora sangat cantik, pantas saja…
“Pantas saja Sehun dulu berencana akan menikah dengannya.” gumamnya pelan sambil merasakan sesak di rongga dadanya. Mengapa ia merasakan hal seperti ini? Ia tidak tahu.
Saat ia bermaksud untuk menyusul Sehun yang sedang di bawa oleh Baekhyun entah kemana karena ia sangat mengkhawatirkan Sehun, tiba-tiba saja seorang wanita berdiri tepat di depannya dan memandangnya dengan dingin. Ia tersadar bahwa wanita itu adalah wanita cantik yang duduk di sebelah Jongin yang sempat membuatnya cemburu. Wanita itu lalu berkata, “Bukankah kau sudah mempunyai suami? Kenapa bisa-bisanya kau memeluk Jongin?”

Haeyeol tersentak dan ia merasa pertanyaan wanita tersebut menusuk dirinya dari belakang. Ia pun menjawab dengan terbata-bata, “Bukan aku yang memeluknya duluan, itu tidak di sengaja. Aku tersandung saat berdansa lalu Jongin memeluk tubuhku lalu… ah.. ehm.. begitulah…”
“Lalu kenapa kau menangis saat berpelukan dengannya?”
“I.. itu…” Haeyeol kehabisan kata-kata, lidahnya terasa kelu.
“Karena kau sangat merindukannya bukan?”
Sebuah pertanyaan dari mulut wanita itu seketika membuat Haeyeol termenung. Bagaimana wanita itu bisa tahu apa isi hatinya?
“Ia juga sangat merindukanmu. Aku tahu, karena aku adalah sahabatnya. Kau tahu? Aku muak saat ia selalu bertanya tentangmu ketika ia tiba di Korea. Ia masih mencintaimu, tapi kau –ah tidak, Sehun malah menikahimu. Memang mustahil jika kau harus menunggu Jongin untuk kembali, tapi kumohon.. kali ini saja…”

Wanita itu tiba-tiba menggenggam kedua tangan Haeyeol, “Kumohon… biarkan Jongin bahagia tanpa harus berada di sisimu.”
“A- Apa?” permohonan wanita itu membuatnya terkejut.
“Hyeri yang selalu mengganggu hidup Jongin bukanlah masalah bagiku, tapi kau adalah masalah terbesar. Karena… karena Jongin tetap mencintaimu selama bertahun-tahun lamanya.” ucap wanita itu yang ternyata bernama Ahra sambil melepas genggaman tangannya pada Haeyeol.
Haeyeol tidak mengerti saat Ahra bilang Hyeri adalah pengganggu hidup Jongin, karena yang ia lihat di isi buku diary miliknya, Hyeri dan Jongin sebenarnya….
“Kau sudah memiliki Jongin di masa lalu, mulai sekarang, biarkanlah aku, Yoon Ahra, memilikinya.”
Kalimat yang keluar dari bibir Ahra itu membuat seluruh tubuhnya terasa kaku. Wanita bernama Ahra itu… mencintai Jongin. Sama seperti dirinya.

***

“Jongin-ah, kau tidak apa-apa?” tanya wanita itu dengan nada yang sangat khawatir kepada Jongin yang sedang di bantu berjalan dengan benar oleh Luhan.
“Yoon Ahra?” Luhan tampak terlihat sangat terkejut melihat wanita yang ternyata bernama Ahra itu. “Ah, Luhan sunbae. Kita bertemu kembali.” Ahra tersenyum sekilas, mengabaikan ekspresi janggal dari wajah Luhan.
“Jangan khawatir, aku tidak apa-apa, Ahra.” Jawab Jongin dengan senyuman tipis. Entah penglihatan Haeyeol salah atau apa, tetapi mata miliknya bertemu dengan mata Ahra sekilas, lalu Ahra tiba-tiba menyentuh wajah Jongin
“Syukurlah, aku benar-benar khawatir. Harusnya kau tidak usah macam-macam dengan Sehun. Kau kan bisa memelukku jika kau mau. Bukan Haeyeol.” Ucap Ahra sambil mendelik tepat ke arah Haeyeol dan menyentuh pipi Jongin yang terlihat memar seperti di sengaja untuk membuat Haeyeol merasa tidak enak. Dan itu berhasil.
Jongin yang menyadari hal itu hanya menjawab datar, “Sudahlah, jangan bersikap konyol.” setelah berkata seperti itu, Jongin pun pergi dengan Ahra dan Luhan ke luar ruangan tersebut.
Ahra menggenggam tangan Jongin begitu erat sambil menoleh ke belakang melihat Haeyeol lalu tersenyum miring. Suatu perasaan yang familiar terlintas di kepalanya. Ia rasa ia dan Ahra mempunyai suatu hubungan di masa lalu. Tetapi yang ia tahu pasti, hubungan mereka bukanlah hubungan yang bisa di sebut sebagai teman baik.

Haeyeol lalu menengok ke arah kanan, dimana Sehun sedang berjalan dengan lemah sambil masih di bantu oleh Baekhyun entah pergi ke ruangan mana. Kedua kakinya otomatis melangkah dengan cepat menghampiri sosok suaminya. Saat Haeyeol menghentikan langkahnya tepat di depan Sehun dan Baekhyun, ia merasa sangat terkejut dengan wajah Sehun yang mempunyai memar di sekitar pipinya yang semakin bengkak.
Melihat hal tersebut, ia langsung meminta agar dirinya saja yang mengantarkan Sehun untuk berobat dan beristirahat. “Baekhyun, biar aku saja yang mengantar Sehun. Kau adalah panitia acara ini, jadi kau seharusnya tetap berada di ruangan ini.”
“Tidak apa-apa Haeyeol, Sehun adalah sahabatku jadi wajar saja aku membantunya. Lagipula Sehun…” sebelum menyelesaikan kalimatnya, Sehun sudah memotong kalimat Baekhyun.
“Biar Baekhyun saja yang mengantarku. Kau tidak usah ikut.” Sehun terlihat sangat dingin kepada Haeyeol, tapi Haeyeol tidak peduli. Ia tahu dirinyalah penyebab Sehun marah karena itu ia terus memaksa agar dirinya saja yang mengantar Sehun. Sehun terus menolak karena ia masih sangat marah akibat perbuatan Haeyeol dengan Jongin tadi.
“Kau akan merepotkan Baekhyun, Sehun-ah.”
“Aku tidak peduli. Aku masih marah denganmu.”
“Karena itu, aku ingin minta maaf.”

Baekhyun yang merasa sangat pusing dengan percekcokan kedua suami istri yang jiwa mereka sebenarnya adalah remaja berusia 18 tahun ini pun akhirnya menyerah dan ia pun berbalik pergi ke ruangan ballroom. “Cukup! Aku tidak tahan dengan adu mulut kalian yang konyol! Lebih baik kalian selesaikan di kamar dengan cara seperti biasa.”

Baekhyun memberikan kunci sebuah kamar ke telapak tangan Haeyeol. Haeyeol yang masih belum menangkap maksud perkataan Baekhyun pun langsung bertanya, “cara seperti biasa? Maksudmu?”
“Apakah kau masih menderita penyakit ‘polos’mu itu? Tentu saja dengan cara suami istri.” Jawab Baekhyun dengan senyum nakal ala playboy sambil menaikkan sebelah alisnya yang membuat Haeyeol ternganga sementara Sehun menatap tajam Baekhyun. Baekhyun lalu pergi ke ballroom dan menggandeng tangan Myungra yang kebetulan sedang mencarinya karena khawatir.
Haeyeol yang masih terpaku dan pikirannya masih berada di dunia lain pun tiba-tiba menoleh ke arah Sehun yang diam menatapnya. “Hmm… Se –sehun…”
“Apa? Ayo cepatlah kita ke sana. Seluruh tubuhku sakit semua dan kau harus mengobatinya.” Sehun langsung mengambil kunci kamar yang di pegang oleh Haeyeol, melihat nomor kamar yang tercantum di gantelan kunci tersebut, lalu pergi dengan berjalan agak cepat tanpa menunggu Haeyeol.

Haeyeol langsung berlari, Sehun yang menyadari hal itu pun ikut mempercepat langkahnya hingga ia akhirnya bisa berlari meskipun sebenarnya tubuhnya terasa sangat sakit.
“Ya! Sehun-ah! Jangan berlari! Bukankah kau bilang seluruh badanmu sakit?”
“Tubuhku akan lebih baik jika jauh dari dirimu.” Sahut Sehun sambil tetap berlari dan menengok ke arah belakang sekilas dengan senyum miring khas miliknya.
“Apa!? Dasar bodoh! Berhenti berhenti berlari Oh Sehun!”
“Hahahahaha” Sehun yang tadinya masih marah tidak dapat lagi menahan tawanya. Ia merasa dirinya dan Haeyeol masih terperangkap dalam jiwa mereka yang sebenarnya masih 18 tahun.
Kedua suami istri itu berkejar-kejaran seperti orang bodoh.

***

Sehun bersandar di atas ranjang empuk di kamar bernomorkan 150 itu. Sementara Haeyeol mengobati seluruh memar dan luka yang berada di tubuh Sehun. Sehun merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya akibat perkelahiannya dengan Jongin tadi, sehingga saat Haeyeol tidak sengaja menyentuh memar di wajahnya terlalu keras, ia terkadang berteriak hingga membuat Haeyeol kaget.

“Ugh.. sakit! Pelan-pelan, yeoja pabo!” keluh Sehun sambil meringis saat jemari Haeyeol menyentuh wajahnya dengan obat merah.
“Aku sudah berusaha pelan-pelan mengobatimu, Sehun-ah.” ucap Haeyeol dengan sabar. Bagaimanapun juga, ini semua salahnya. Jadi ia berusaha semaksimal mungkin untuk tetap tidak membalas ejekan Sehun.
“Kau benar-benar menyebalkan.” Sehun berkata tiba-tiba sambil menatap Haeyeol dengan rasa kesal yang tidak di buat-buat. “Aku benar-benar tidak menyangka bahwa kau dan Jongin bisa berpelukan seperti itu di tempat umum. Bahkan kau sampai menangis di pelukannya dan kalian kelihatannya… memang menikmati pelukan tersebut.”
“Tidak. Bukan begitu, aku dan Jongin… Sehun.. itu…” lidah Haeyeol terasa kelu. Ia tidak dapat menemukan jawaban yang tepat karena yang Sehun ucapkan tadi memang sudah jelas adanya, kecuali Haeyeol sama sekali tidak menikmati pelukan tersebut. Pelukan dirinya dan Jongin bukanlah suatu pelukan layaknya seorang kekasih.
Pelukan mereka menyisakan rasa sakit di lubuk hati mereka masing-masing karena itu hanyalah sebuah pelukan akibat kerinduan satu sama lain yang tidak dapat terbendung oleh batin mereka.

“Lucu sekali, kejadian ini membuatku ingin mengucapkan sebuah lirik lagu yang pernah kudengar dulu.” gumam Sehun pelan.
“Cause it breaks my heart to see you there with him on out on that floor. It’s just not fair what you’re doin.” Sehun tersenyum pahit, sakit hati yang ia pendam hanya ia bisa utarakan lewat lirik lagu tersebut. Sementara Haeyeol yang mendengarnya merasakan rasa bersalah yang perlahan terasa meremukkan dirinya.
“Maaf… Maafkan aku.” Sehun hanya menatap lurus Haeyeol tanpa ekspresi, Haeyeol tentu saja dapat melihat bahwa Sehun tidak memaafkannya, ia lalu menghembuskan napas lalu melanjutkan, “Aku minta maaf karena telah berpelukan dengan Jongin, kau pasti tidak bisa memaafkan perbuatanku ini. Tapi ini semua karena… karena apa yang di katakan Jongin tadi itu benar.”
Sehun yang masih ingat dengan jelas semua perkataan Jongin tadi, spontan bertanya “Apa maksudmu?”
“Aku… aku mengetahui bahwa aku dan Jongin pernah bersama di masa lalu sebelum Jongin mengatakannya saat bertengkar denganmu tadi.”
“Darimana kau tahu?”
“Hm… aku tidak tahu.”Haeyeol enggan memberitahu tentang buku diary miliknya beserta album foto masa lalu dirinya dan Jongin. “Apa kau masih ingat malam itu saat aku bermimpi bahwa seorang lelaki meninggalkanku? Kurasa… kurasa ia adalah Jongin… Tapi yang jelas, saat kami berdansa tadi, aku merasa sangat… merindukannya.”
Sehun tersenyum pahit mendengar pengakuan Haeyeol. Gadis itu begitu bodoh, mengakui bahwa ia merindukan pria lain di hadapan suaminya sendiri.
Sakit. Itulah yang Sehun rasakan.
“Kalau kau begitu merindukan Kim Jongin, apa itu berarti kau ingin kembali padanya?” Sehun bertanya dengan pandangan dingin dan jelas terlihat sekilas amarah di kedua matanya.
“Tidak… Bukan begitu, Sehun-ah!” Haeyeol baru menyadari kebodohannya atas pengakuannya barusan. Ingin rasanya ia menarik kata-kata itu kembali. “Aku hanya ingin berkata jujur alasan mengapa kami saling berpelukan, dan, ya, memang benar alasan yang Jongin katakan bahwa kami berpelukan karena aku merindukannya. Tapi, aku sama sekali tidak bermaksud melakukannya. Aku…”
“Tapi kau sudah menyakiti perasaanku.” Sehun menjawab dengan pelan namun tersirat tajam.
“Maafkan aku Sehun-ah… Sungguh…” Haeyeol tidak dapat mengatakan janji bahwa ia tidak akan melakukan hal itu lagi, karena ia takut bahwa suatu saat sebuah perasaan dari masa lalunya itu masih harus membuatnya terperangkap dalam pesona Kim Jongin. Ia takut akan melukai Sehun kembali.
Sehun hanya diam sesaat menatap kedua mata Haeyeol yang terus terarah lurus-lurus padanya yang kini diwarnai oleh rasa penyesalan. “Sayangnya aku masih belum bisa memaafkan perbuatanmu. Aku butuh waktu.”
“Tidak apa-apa. Yang jelas, aku minta maaf atas kesalahanku tadi.”
“Kau butuh hukuman atas perbuatanmu yang melanggar janji bahwa kau tidak akan berdekatan lagi dengan Jongin. Apa kau masih ingat?” Sehun bertanya sambil menaikkan alisnya dan tersenyum nakal, ia merasa bosan mendengar permintaan maaf dari mulut Haeyeol karena kata-kata maaf itu tidak akan pernah bisa menghapus rasa sakit hatinya.

Wajah Haeyeol memanas saat ia mengingat kejadian Sehun dan dirinya di kamar Sehun itu. Haeyeol ingin membantah, namun ia pikir, ia memang pantas mendapat “hukuman” dari Sehun karena ia melanggar janjinya kembali. Akhirnya ia menghela napas dan mengangguk. “Hukum saja aku, aku memang pantas mendapatkannya.”

Sehun tentu saja terkejut atas reaksi Haeyeol yang biasa saja, lalu senyumnya semakin melebar dan ia pun berkata “Baiklah, apa kau masih ingat morning kiss? Karena pagi tadi kau menolak untuk melakukannya duluan, jadi, sekarang kau yang harus melakukannya terlebih dahulu.”
Haeyeol sudah menduga bahwa Sehun akan menyuruhnya melakukan hal tersebut, akhirnya mengangguk pelan. ia mulai mendekatkan wajahnya pada Sehun dan agak berjinjit karena Sehun mempunyai tinggi yang agak jauh dari tinggi badan yang di miliki Haeyeol. Sehun yang menyadari hal itu akhirnya mulai mencondongkan kepalanya. Jantung Heyeol semakin berirama dengan tidak beraturan melihat wajah tampan Sehun dari sedekat itu.
Sehun menutup matanya dan Haeyeol merasa kedua kakinya terasa lemas melihat wajah Sehun yang sempurna. Dengan segala debaran keras dari jantungnya, ia pun menempelkan bibirnya ke bibir tipis Sehun. Sehun melumat bibir Haeyeol dengan perlahan dan membuat gadis itu semakin tidak dapat menahan detak jantungnya yang semakin kencang.

Haeyeol melepaskan bibirnya perlahan, namun Sehun tiba tiba menarik tangannya dan entah sejak kapan Haeyeol sudah berada di atas tempat tidur dengan posisi Sehun berada di atasnya. “Kau harus dihukum, Nyonya Oh” sebuah smirk mengerikan namun tetap tidak dapat memudarkan ketampanan si pemilik suara itu membuat Haeyeol harus menengguk ludah akibat rasa takut yang ia rasakan. Ia berdoa semoga Sehun tidak melakukan hal-hal aneh.
Sehun seperti singa lapar yang siap menerkam Haeyeol yang kini hanya bisa memejamkan kedua matanya, ia lalu mengecup bibir tipis Haeyeol dengan lembut. Bibir yang mulai menjadi candu baginya. Haeyeol mulai mengikuti nalurinya, ia melumat bibir Sehun dan mengelus punggungnya.
“ahh.. eummhh”
Sebuah desahan yang lolos dari mulut gadis itu membuat nafsu Sehun hampir tidak dapat ia kendalikan, ia pun melumat bibir Haeyeol dengan ganas dan meremas pundaknya. “ahh… se.. sehunniehh…”
“nghh hmmhh “Haeyeol menghisap bibir Sehun sambil memeluk leher lelaki yang ia cintai itu. Gadis itu sendiri tidak tahu darimana dan kapan ia bisa bersikap seperti itu, ia hanya mengikuti instingnya. Kedua insan yang dimabuk oleh nafsu itu mulai menemukan diri mereka yang lain, yaitu perasaan yang semakin kuat saat kedua tubuh mereka saling bersentuhan.
Refleks Sehun meremas bagian perut Haeyeol yang hanya ditutupi oleh gaun tipis, sambil memperdalam ciuman panas mereka berdua.
“Sehunna… saranghae… ” gumam Haeyeol di sela sela ciuman mereka.
“Nado saranghae…”
Desahan dari mulut gadis polos itu terdengar kembali, ia menikmati cara Sehun menyentuh tubuh mungilnya dengan lembut. Saat libido Sehun mulai memuncak, ia mulai berpikir menyentuh bagian tubuh istrinya yang lain namun ia tetap menahannya dengan semampunya.
Sebuah bisik-bisik dari arah pintu yang terdengar cukup keras menyadarkan mereka berdua bahwa mereka masih berada di Hotel, bukan kamar pribadi mereka berdua.
“Sehun hebat, kalau begini kita tidak perlu lagi meyakinkan bahwa mereka memang saling mencintai di masa ini ckckck”
“Sssttt, yeollie, kecilkan suaramu, nanti terdengar. Ya benar, mungkin ingatan mereka yang masih 18 tahun itu tetap tidak dapat mengingkari perasaan mereka yang sebenarnya haha”
“Ada apa ini… ahh tontonan gratis, minggir yeol”
“Aisshh… Baekhyun kau mengganggu saja.”

Sehun dan Haeyeol yang mendengar percakapan ketiga orang itu di balik pintu langsung melepas ciuman mereka dan terdiam sesaat. Wajah Haeyeol mulai memanas mengetahui bahwa orang lain –terutama kakaknya, Chanyeol, –menyaksikan apa yang mereka berdua lakukan. Rasanya ia ingin berteriak dan segera berlari pulang dari Hotel itu karena ia merasa sangat malu. “Sehun-ah, ayo kita hentikan saja, mereka… mereka melihat apa yang kita lakukan.. eottokhae… T^T ”

Tetapi berbeda dengan Sehun, sifatnya yang jahil mulai muncul kembali saat melihat wajah Haeyeol yang memerah, yang menurutnya sangat menggemaskan. “Tak usah pedulikan mereka, ayo kita teruskan saja.” Bibir sehun yang tertarik ke atas menciptakan smirk yang menawan itu membuat Haeyeol menatapnya panik. Ia tahu suaminya itu pasti berbuat sesuatu yang tidak wajar.
Sehun kemudian mengecup ringan leher jenjang istrinya itu. Mungkin jika Haeyeol tidak menyadari keberadaan ketiga orang di balik pintu itu, ia pasti sudah meremas lembut rambut Sehun dan melenguh, “Sehunahh, he-henti…”

Haeyeol merasa tidak berdaya saat Sehun menjilati lehernya dan menggigit lehernya dengan pelan, meninggalkan tanda kepemilikan di sana. Sehun tidak sengaja meraba tubuh bagian atas Haeyeol, membuat Haeyeol hampir mendesah kembali. Namun gadis yang mendapatkan akal sehatnya kembali itu langsung menyingkirkan tangan suaminya dan memegang pipinya, “Sehun-ah, hentikan… aku malu…” ucapnya pelan sambil menatap Sehun dengan memohon.
Sehun akhirnya berhenti dan mengangguk, ia mengecup kening istrinya dan berkata, “Baiklah, kalau begitu kita lanjutkan saat pulang dan sampai di rumah nanti.”
“M-mwo!?!?” kedua mata Haeyeol melotot dan Sehun tertawa melihatnya.
Sehun lalu merapikan bajunya dan menghampiri pintu, ia sengaja membuka pintu dengan gerakan cepat, membuat Chanyeol dan Baekhyun terjatuh ke lantai karena mereka berdua bersender pada pintu saat mengintip “adegan” yang Sehun dan Haeyeol lakukan.
BRUKK
“Aduhh!!”
“Ini semua gara gara kau Baekhyun… ah maafkan kami, Sehun-ah. Kalian mesra sekali hehehe.”
“Kalian… mengganggu saja. Padahal tadi saat yang tepat…” Sehun memandang tajam Chanyeol dan Baekhyun dan mejitak kepala mereka berdua. “Kalian tidak pernah berubah, selalu mengganggu kesenangan orang lain.” Ucap Sehun sambil menghela nafas.
“Hahaha, mianhae. Kenapa kau tadi tidak melakukan yang lebih dari itu? padahal akan lebih seru…” sebuah jitakan kembali mendarat di kepala Baekhyun.
“Kau memang Byuntae, hyung…” Sehun hanya menggeleng kepalanya memaklumi hyung nya yang mesum ini. Mana mungkin Sehun membuka pakaian istrinya sementara kakak iparnya dan Baekhyun melihat tubuh istrinya? Tentu saja ia tidak mau. Tubuh Haeyeol hanya untuk miliknya seutuhnya.

Sementara, Yoora yang masih berdiri di depan pintu hanya memasang senyum kaku sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berkata “Maaf jika kami mengganggu, tetapi kami ke sini hanya ingin memberitahu bahwa acara selanjutnya akan segera berlangsung. Jadi kalian perlu ke lantai bawah. Itu pun… jika kalian mau haha.”
“Memang apa acara selanjutnya?” tanya Haeyeol yang ternyata sudah berada di belakang Sehun. Ia berusaha untuk menahan rasa malunya dengan menutup sedikit mukanya saat berhadapan dengan Baekhyun dan Chanyeol.
“Penampilan band dan soloist, jika kalian mau, kalian juga bisa naik ke panggung dan menyanyikan lagu sama seperti saat Prom Night SMA. Kalian sangat romantis dan membuat iri pasangan yang berada di Prom Night waktu itu.” ucap Baekhyun sambil memasang senyum saat ia membayangkan masa lalu mereka, yang tentu saja Haeyeol dan Sehun tidak tahu.
“Sepertinya kami hanya akan menonton saja.” ucap Sehun singkat.
“Sayang sekali. Ya sudah kalau begitu, ayo kita pergi ke ballroom.”
Sehun mengangguk, ia dan beberapa orang lainnya berjalan mengikuti Baekhyun yang berada di paling depan. Saat Sehun menyadari Haeyeol berada di sebelahnya, ia menggenggam tangannya dan berbisik dengan pelan tepat di telinganya, “desahanmu sungguh seksi, kau tau? ahh.. sehunniehh.. hahahaha”
Wajah Haeyeol berubah menjadi merah padam, ia juga tidak berpikir akan mendesah seperti itu tadi. “Berisik!” Haeyeol berteriak sambil memukuli dada Sehun yang sekarang tertawa lepas.

*To be Continued*

Author’s note:
Hai! Apa kalian masih inget sama ff ini? Maaf aku ga nerusin ff ini karena kesibukanku di kuliah. Maaf banget ya buat semua yang nanyain di mt kenapa aku ga ngelanjutin ff ini ga aku bales, soalnya aku bingung jawabnya, banyak banget mtnya. Untuk yang minta password juga maaf aku suka lama balesnya soalnya aku jarang buka pa ._.v
Buat kalian yang udah mulai lupa jalan cerita ini, baca aja lagi /ga hahaha. Makasih ya buat kalian yang nungguin ff ini sampe lumutan atau bahkan sampe lupa ff ini :* Author juga manusia yang punya kesibukan di dunia nyata selain bikin ff(?) Untuk cast ff, aku udah lama ga inget sama cast barunya jadi maaf ya ga aku tambah lagi :’D
I miss you guys hahaha. Aku udah lama ga nulis ff jadi pas nulis ff agak kaku dan ngakak sendiri bayanginnya kaya orang gila xD
Di sini ada yang maen rp ga alias roleplayer? Aku malah keasyikan maen rp tapi udah agak bosen sih sekarang ._.v

HEI KALIAN ADA YANG NONTON KONSER EXO THE LOST PLANET INA GA?? BARENG YOKK!

Kalian masih inget anak Haeyeol dan Sehun yang namanya Sungyeol? bayangkan saja dia seperti ini ya. Bayi ini namanya Jesper, mirip Baekhyun. unyu banget mumumu >.<

Btycw2ECEAA_iA8

Bt8myDqCUAAbQ7E

Sehun dan Kai ><

Bvk0IMpCYAAhNB7.jpg large

BvoOxQkCcAAEtxI

BvYpk34CAAARxHk

ada yang tau irene dari Red Velvet? aku suka dia dipasangin sama sehun haha.

Bv4jAl7CcAEA8S6.jpg large

BvkxB_dCEAAqAf0.jpg largeBaekhyun OuO

Bvi-gFPCYAA6P5z.jpg large

Bv6Z8r5CEAAIyAg.jpg large

BveCDpkCQAEHivE.jpg large

Sekarang aku jadi lebih suka Luhan hahaha. Kalian ada yang tau Die Jungs Photo Book? keren keren ya fotonya, pengen order tapi harganya 1 juta lebih  :’D

Bu-i-VmCAAA3XvF.jpg largeChanyeol ><

BvXeHn0CYAAv1_0ini kyuhyun pas ngedance something… ngakak xD

loPrincess Sica 😀

Advertisements

130 thoughts on “Unpredictable Future (Chapter 7)

  1. Aaaaaah aku kangen ff ini kapan berlanjut sampe tamat 😦 ya ampun seneng bgt bacanya gereget sama sehun haeyeolnya lanjutin thor tetep semangat kuliahnya juga ><

  2. eonnie masih sibuk ya? aku penasaran banget nih kenapa sehun sama haeyeol bisa nikah. aku pengen tau crita masa lalu nya. kapan lanjutnya eonn T^T aku suka sama cara eon nulisnya soalnya feel nya bener2 dapet. DAEBAK(y)

  3. yey yey yeaaaay akhirnya update jugaaa walupun taunya telat –‘ hehehehe 😀
    itu yeol sama baek ya, ckckck pake bilang tontonan gratis segala… ya ampun… wkwkwk
    daebak thorrrr, lanjutkan ya! ditunggu terus updatenya 😀

  4. Wowww aku lagi cek2 ff rekomendasi trus ketemu ini.. Dann ternyata ada updatetan terbaru…
    Huaaaaa keren banget sumpahhh
    Bahkan aku ga luoa jalan ceritanya walaupun udah galama bacaa
    Kerenn dehh..
    Ditunggu yaahhh bext chapternyaaa
    Ga sabar bangett nihh

  5. Omg baru sadar jangan jangan haeyeol hamil ya tapi keguguran terus akhirnya dia sama sehun terus punya sengyeol????omg omg aku udah baca ini berulang kali sampe gak kuat buat komen lagi. Update soon!!!

  6. author pasti sibuk banget sampe lama update ff nyaa,author sumpah kangen banget sm ff nyaa
    aku pake akun reader yang baru yg dulu username mahacinta_21 biar ga dikira silent readers,author lanjutin lagi yaa suka bngt walaupun lanjutannya masih lama bakal aku tungguin sampe kapanpun.Aku penasaran banget pingin cepet-cepet lanjut bacanya pingin tahu kenapa haeyeol bisa nikah sama sehun,pokoknya ada apa dengan masa lalu merekaa,ditunggu yaa author…semangat yaa!!Keep writing!!

  7. yaampun eonn. aku udh nunggu2 ini dr dulu. dan akhirnyaa dipost. makin seru. dan sebenernya apa yang terjadi sama jongin? penasaran. fighting buat nulisnya yaa!

  8. akhirnya ff yg ditunggu2 keluar juga, km masih bakal lanjut ni ff kan chingu? gpp deh lama juga aku tunggu ko ffnya, udah terlanjur penasaran 😦
    tp aku tau ko rasanya jd anak kuliah, cape dan yaaa sibuk huhu
    btw ini makin banyak aja yg bikin penasaran, gmn kejadian 8 tahun lalu pas jongin ninggalin haeyeol, trs itu yg bora blg kan ga beres grgr di bekep sm luhan, penasaran jugaaaaaaaaaaaaaaaa huhuhuhu

  9. Lupaa thorr .. hahah tp msh inget dkit .
    Penasaram sama mreka bertiga ..
    Mreka bakal balik ke masa yg skrng gak tuh thor? Kn mreka kejebak d masa depan kan?? Lucu x ya thor klo mreka bnr” jadi gtu d masa depan brrti mreka udah ada pnglihtan gtu *apaansihgaje
    Keepwriting

  10. Aaaaa >< Keren banget Chapter 7 ini!!! Next donk! Next donk! Cepetan dilanjutin chapter 8 ya… Hehe 😀 Sama buruan bales mention saya, saya belum baca chapter yang ada pw nya :v

  11. hai thor aku reader baru maaf baru komen
    soalnya aku baru nemu bok ini critnya keren penasaran sm crita sebelumnya ijin bc chap sebelumnya thor

  12. hai thor aku reader baru maaf baru komen soalnya aku baru nemu blok ini critanya keren penasaran sm crita sebelumnya ijin bc chap sebelumnya y

  13. hai thor aku reader baru maaf baru komen soalnya aku baru nemu blok ini critanya keren penasaran sm crita sebelumnya ijin bc chap sebelumnya y thor

  14. Huwaaa, astaga TT
    Aku telat banget bacanya, padahal uda di post 5 bulan lalu, huwaa :_:
    Keingetan FF ini, jadi kangen dan baca lagi :’) terus iseng2 buka website ini dan ternyata uda ada chap 7-nya ;_;
    Aku bacanya sambil jingkrak2 loh, uda hampir setahun ya ga ngepost. Aku maklum karena kehidupan anak kuliah ntu emang sibuk banget, dan aku sangat2 berterimakasih kamu masi inget sama reader2mu, dan sempet2nya ngepost di selang waktumu, salut banget :”
    MELTED sama mereka berduaaa >//<  (Sehun-Haeyeol), sumpah di chap ini seru banget. Apalagi pas Jongin sama Sehun pukul2an :v Walopun kurang panjaaannnggg :3 /eh~ kkk
    Sikapnya Haeyeol lucu bangeeet, unyu. Sehun uda mulai terang2an gasuka ya, seharusnya daridulu2 ngungkapin perasaan biar ga rumit, tapi kalo garumit ff ini juga gabakal seru (?) -_- /abaikan
    Gitu dong hun, jauhin Jongin dari Haeyeol, kalo perlu bawa ke matahari biar makin gosong :v *kejam*
    Eh, tapi aku masi excited sama kejadian 8 tahun lalu, masi jadi misteri ya? Mohon dong, di chap berikutnya dibeberin, biar ga rahasia2an lagi gitu :3 terus hubungan Sehun-Haeyeol makin dijelasin lagi, keterkaitan hubungan antar tokoh juga perlu di tambah lagi kayaknya deh. Tapi ini cuman sekedar saran aja ya, lagian jalan cerita juga terserah yang punya kan^^
    Kalo perlu ya, bikin Madam Rose muncul biar mereka bimbang gitu pengen balik ato tetep di masa itu :v haha.
    AAAA adek Sungyeolnya unyu banget, pantes pas ketemu pertamakali Haeyeol gatahan pen cubit =.=
    Eh aku setuju banget kalo DIE JUNGS keren beud (y) tapi mahal -3- Uwaaa, iya apalagi Sehun 100000 juta kali lipat keren TvT
    Sekedar info aja, aku reader yg dulu pake uname Eris eka ato eka eris gitu pokonya, aku uda lupa soalnya uda lama juga ganti uname buat komen. Jadi, nama yg uda di catet diganti pake uname aku yg sekarang aja  makasi.
    Semoga tetep semangat ya lanjutin UF. Kangen banget sama tulisan2 Santi Fauzia, FIGHTINGGGG!!!
    (maaf buat komenan GJ yg kayak kereta ini ;_;)/

  15. wuaaaaaa aku ngelewatin baca chapt 4 5 6 thor grgr author blm bales twit aku huhu tp gpp deh, ceritanya bagus thoor yaampun, oh iya thoor tolong bls twit aku ya hehe, kalo jarang buka twitter bisa ke email aku hanhyejae9@gmail.com thor, gomawo thor^^ ditunggu kelanjutannya

  16. y ampun…. aku ketinggalan bgt y… aku baru bula wp author skr eh tw nya UPF nya udh up date dari jaman kpn ini….
    suka bgt ma ff ini…
    ini satu2 nya ff yg g bosen aku tunggu kpn update nya.. soalnya aku penasaran bgt sm apa yg terjai sblm haeyeol ma sehun nya nikah.. apa lagi pas apa yg mw d omogin ma bora.. jd tambah penasaran..
    lanjut lg fong ff nya…
    penasaran pengen tw ending nya….
    kok aku punya feeling sungyeol bukan ank sehun y… cepet update ya… smgt buat kuliah nya!!!!

  17. aku gak kan lupa sma ff ni mskipun uda lma bgt n q jg lumutan, tp q ttep nggu ff ni.. karna ff ni brkesan bgt buatq saat pertma kali bca buat q bsa move on. *curcol

  18. berapa lama gue gak baca ff ini?? setahun?? aaaaa makin penasaran sama masalalu hunyeol astagaaaa kapan ini dilanjut?? semoga bisa dilanjut lagiii… 🙂

  19. thor aku mau dong juga minta password ff ini maaf aku baru baca ff ini keren thor bikin gereget dan penasaran. 😄 email aku

  20. HAHHHHHHHHHHHHHHHAAAAA
    OHMYGOOOOOOOOOOOOD
    akhirnya ff yang dinanti nanti keluar juga
    tapi makin penasaran banget sm ni ffnya
    apa yang terjadi sih??
    kenapa malah kai dibilang brengsek??
    thorrrrrrrrr penasarannnnnnnnn abizzzzzzzzzzzzz #jambakrambut
    ditunggu nextnya thor
    hwaiting!!!

  21. aq suka banget sama ff ini,berasa baca novel aja..sumpah kereeeennn….
    Next thooorrr….jangan lama2 yaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s